Bagaimana cara mengetahui keamanan bahan pewarna makanan yang kita gunakan

Bahan Pewarna Makanan, Obat,

Kosmetika, dan Alat Kesehatan

color-list-1b1

Bahan pewarna makanan, obat-obat-an, kosmetika, dan alat-alat kesehatan dapat berupa dyes, atau pigmen, atau bentuk senyawa lain yang dapat memberi warna ketika ditambahkan pada produk makanan, obat, kosmetika, dan alat kesehatan.
FDA membedakan bahan pewarna kedalam 2 golongan :

  1. Golongan bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi
  2. Golongan bahan pewarna yang dikecualikan dari sertifikasi (tidak memerlukan sertifikasi / dibebaskan dari sertifikasi).


(
1). Bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi :
Pewarna sintetik : Bahan pewarna ini tidak terdapat di alam melainkan diproduksi secara sintetik, melalui reaksi kimia,. di Amerika Serikat, bahan pewarna golongan ini harus diuji untuk kemurniannya dan diberi sertifikat setiap batchnya, sebelum diijinkan dijual ke pasar. FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat) menganalisa setiap batch, karena setiap batch meskipun dari pabrik yang sama akan dijumpai sedikit perbedaan dengan batch yang sebelumnya, hal ini disebabkan oleh reaksi kompleks dari senyawa kimia organik yang terjadi selama proses produksinya yang dapat menghasilkan produk-produk dengan komposisi yang sedikit berbeda-beda.

Produsen bahan pewarna mengirimkan contoh dari batch yang akan dimintakan sertifikasi, FDA menganalisa contoh tersebut untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan dari segi komposisi dan kemurniannya. Jika memenuhi persyaratan, maka FDA akan megeluarkan sertifikat dengan kode nomornya, dan diberikan nama baru sesuai dengan penggunaan bahan tambahan pewarna tersebut seperti : FD&C, DC, DC untuk pemakaian luar, penggunaan pewarna bersertikat FDA harus sesuai dengan ijin penggunaan yang tertulis dalam sertifikatnya.
Bahan pewarna yang tidak bersertifikat dapat diartikan

i. belum mengajukan sertifikasi, atau

ii. pengajuan sertifikasinya belum disetujui, atau

iii. permohonan sertifikasinya ditolak oleh FDA.

Contoh :

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Tartrazine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Yellow 5, Lot No

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Allura Red AC

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Red 40, Lot No
Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Indigotine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Blue No.2, Lot No

  • Bahan pewarna yang bersertifikat FD & C yang boleh digunakan untuk produk makanan : FD & C Yellow No.5, FD & C Red 40, FD & C Blue No.2
  • Bahan pewarna yang tidak bersertifat FD & C tidak boleh digunakan dalam produk makanan : Tartrazine, Allura Red AC, Indigotine.


Federal Food, Drug & Cosmetic (FD & C) Act of 1938 mengatur bahwa sertifikasi bahan pewarna menjadi wajib bagi produsennya, dan wewenang pengujiannya dialihkan dari USDA ke FDA. Untuk menghindari kebingungan dalam pemakaian bahan pewarna untuk makanan dengan bahan pewarna untuk penggunaan lain, FDA menetapkan tiga kategori sertifikasi bahan pewarna.

1. FD & C : Untuk Makanan, Obat dan Kosmetika

2. D & C : Obat-obatan dan Kosmetika

3. External D & C : Obat-obatan dan Kosmetika untuk pemakaian luar.


Pada setiap Sertifikat bahan pewarna diberikan nama khusus yang terdiri dari awalan, seperti FD & C, D & C, atau Ext.
D & C, nama warna, dan angka atau nomor. Kadang-kadang nama dari bahan pewarna disingkat dengan hanya terdiri dari nama warna dan angka atau nomor, seperti Yellow 6 sebagai ganti FD & C Yellow No.6


Pada tahun 1960, dikeluarkan amandemen peraturan FD & C, menetapkan bahan pewarna dalam daftar “provisional” yang memerlukan pengujian lebih lanjut menggunakan prosedur yang mutakhit. Salah satu bagian amandemen dikenal sebagai ”Delaney Clause” yang melarang menambahkan pada makanan bahan pewarna yang menunjukkan indikasi dapat menimbulkan kanker pada hewan atau manusia tanpa memperdulikan berapa besar dosis pemakaiannya. Dalam amandemen itu, golongan bahan pewarna yang ”dikecualikan dari sertifikasi” (exempt from certification) – lihat No.2, juga harus memenuhi standar keselamatan yang ketat sebelum bahan pewarna golongan itu diizinkan untuk digunakan dalam makanan.
Menurut Nutrition Labeling & Education Act tahun 1990, bahan pewarna bersertifikat yang digunakan dalam makanan harus dicantumkan dalam penandaan (label) dengan menggunakan nama yang umum digunakan, ketentuan ini berlaku sejak 1 Juli 1991.


(
2). Bahan tambahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi:
Bahan pewarna yang masuk golongan ini sebagian besar diperoleh dari tanaman, hewan, atau sumber-sumber mineral. Tidak diwajibkan sertifikasi, namun tetap harus mematuhi persyaratan-persyaratan yang berlaku.

Ada dua jenis bahan pewarna golongan ini :

  1. Bahan pewarna alami (Natural color), istilah bahan pewarna alami tidak dikenal oleh FDA. Diserahkan pada produsen bahan pewarna itu sendiri untuk menentukan bahwa bahan pewarna produksinya adalah bahan pewarna alami.
  2. Bahan pewarna identik alami (Natural identical color) : bahan pewarna ini juga diproduksi melalui sintesis kimia, tetapi tidak diwajibkan sertifikasi oleh FDA, dianggap bahan pewarna golongan ini tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna asli yang diperoleh dari alam, baik perbedaan secara kimia maupun perbedaan fungsi pemakaiannya. Sebagai contoh: bahan pewarna Beta-carotene yang dibuat secara sintetik dari acetone tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna Beta-carotene yang diperoleh dari alam, misalnya dari wortel.

Contoh-contoh bahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi :
Annatto ekstrak, B-APO-8′-carotenal *, Beta-carotene, bit bedak, Canthaxanthin, Carmel warna, Carrot oil, Cochineal extract (merah); Cottonseed tepung, toasted sebagian dihilangkan lemak, dimasak; Ferrous gluconate *, juice buah-buahan, warna grape extract *,
Grape ekstrak kulit * (enocianina), Paprika, Paprika oleoresin, Riboflavin, Saffron, Titanium dioksida *, Turmeric, Turmeric oleoresin, jus sayur
* Bahan pewarna makanan dengan tanda ” * ” tersebut diatas dibatasi hanya untuk penggunaan yang spesifik.


Sejauh mana keaman penggunaan bahan pewarna makanan tersebut ?
Tidak ada satupun penggunaan bahan pewarna makanan yang mutlak aman ! bahan pewarna makanan aman penggunaannya jika digunakan secara benar. FDA mengatur pemakaian bahan pewarna yang digunakan di Amerika Serikat. Mencakup penggunaannya dalam makanan (dan suplemen makanan), obat-obatan, kosmetik, dan alat-alat medis. Bahan pewarna ini (kecuali bahan pewarna rambut dari minyak bumi) hanya boleh digunakan sesuai dengan jenis penggunaan yang telah disetujui, termasuk spesifikasinya serta batasan-batasan penggunaannya. Informasi cara penggunaan pada bahan pewarna yang bersertifat ialah untuk menjamin bahwa bahan pewarna dari batch yang telah mendapatkan sertifikat tersebut benar telah digunakan sesuai dengan syarat-syarat penggunaannya yang tertulis dalam batch sertifikat yang dikeluarkan.


Dalam proses sertifikasi, FDA mengevaluasi data keamanan pemakaiannya untuk memastikan bahwa bahan pewarna yang dimaksud benar aman pemakaiannya sesuai dengan persetujuan yang dikeluarkan. Warna tambahan yang ditemukan menyebabkan kanker pada hewan atau manusia oleh FDA tidak boleh digunakan dalam produk-produk yang dipasarkan di Amerika Serikat.
Persetujuan bahan pewarna untuk pemakaian tertentu tidak berarti diperbolehkan untuk tujuan pemakaian yang lain-lain-nya, misalnya, bahan pewarna yang telah

disetujui untuk injeksi tidak diperbolehkan untuk penggunaan pada tatoo, bahan pewarna yang disetujui untuk digunakan pada rambut tidak diperbolehkan digunakan pada kulit, dan sebagainya.

FDA menjamin keamanan bahan pewarna yang digunakan dalam makanan, obat, kosmetik, alat-alat medis, yang dijual di Amerika Serikat.

FDA mewajibkan batch sertifikasi untuk semua bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 74

21 CFR bagian 82.

FDA mengecualikan kewajiban batch sertifikasi untuk bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 73


Reaksi terhadap penggunaan bahan pewarna meskipun jarang, namun mungkin terjadi, seperti peristiwa yang terjadi pada bahan pewarna FD & C Yellow No 5 yang menyebabkan gatal-gatal pada beberapa pemakai. FD & C Yellow No.5 banyak ditemukan dalam minuman, obat-obat-an, kosmetika, FDA mensyaratkan semua produk yang memakai FD & C Yellow No 5 harus ditulis pada labelnya sehingga konsumen yang sensitif terhadap FD & C Yellow No.5 dapat menghindarinya. Pada label obat, bahan pewarna ini juga ditulis dengan nama, “Tartrazine”. FDA setiap tahunnya men-sertifikasi lebih dari 2 juta pound Tartrazine (FD & C Yellow No.5). FDA dapat mengambil tindakan terhadap perusahaan jika ada pelanggaran, seperti penarikan kembali produk, FDA akan mengeluarkan surat peringatan, surat penahanan.


Hanya ada 9 bahan pewarna bersertifikat yang disetujui untuk digunakan dalam produk makanan di AS
, yaitu:
1 FD & C Blue No.1. … … …. (Brilliant Blue FCF) … … … … digunakan pada: minuman, produk susu bubuk, jellies, confections, icings, syrups, ekstrak
2 FD & C Blue No.2. … … …. (Indigo Carmine / Indigotine) .. gunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, confections, cherries
3 FD & C Green No.3. … … …( Fast Green FCF) … … … …. digunakan pada: minuman, puddings, es krim, cherries, confections, produk susu.
4 FD & C Red No.3. … … … ..(Erythrosine) … … … … … ….. digunakan pada: cherries cooktail dan buah-buahan, untuk salads, confections.
5 FD & C Red No.40. … … … (Red Allura AC) … … … … ….digunakan pada: gelatins, puddings, produk susu, confections, minuman.
6 FD & C Yellow No.5 … … .. (Tartrazine) … … … … … … …digunakan pada: minuman, es krim, confections, preserves, sereal
7 FD & C Yellow No.6 … … .. (Senja Kuning FCF) … … … ..digunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, minuman, dessert powders, confections
8 Orange B … … … … … … … … … … … … … … … … … … ….warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.
9 Citrus Red No.2 … … … … … … … … … … … … … … … … ..warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.


Apa bahan pewarna makanan menyebabkan hyperactivity pada anak-anak ?

Pemikiran dan dugaan ini mulai populer di tahun 1970-an, namun belum ada bukti yang menyatakan bahwa bahan pewarna dapat menyebabkan hiper-sensifitas (hypersensitivity) atau ketidak-mampuan belajar pada anak-anak. Pada tahun 1982, ”Concensud Development Panel of the National Institute of Health” memberikan kesimpulan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bahan pewarna makanan atau bahan tambahan makanan lainnya dapat menyebabkan hyperactivity.

Dua macam bentuk senyawa bahan pewarna :

  1. Dyes : Bahan pewarna bersifat larut dalam air, bahan pelarutnya selain air adalah gliserin, propylene-glycol dan alkohol. Dyes tidak larut dalam pelarut organik. Dyes terdapat dalam bentuk cairan, serbuk, granula, pasta dan dispersi, penggunaannya rata-rata 300 ppm – 600 ppm.
  2. Lakes : Bahan pewarna ini dibuat melalui proses pengendapan dan absorbsi dyes (lihat No.1) pada radikal Aluminium atau Kalsium yang dilapisi dengan alumina atau aluminium hidrat. Lapisan alumina ini tidak larut dalam air, sehingga Lakes tidak larut pada hampir semua pelarut.

Bahaya pemakaian bahan pewarna sintetik bukan makanan untuk produk makanan :

Pada proses pembuatan bahan pewarna sintetik, umumnya melalui reaksi kimia yang menggunakan asam sulfat atau asam nitrat. Asam sulfat dan Asam nitrat sering tercemar logam-logam berat, seperti Plumbum (Pb) dan Arsenikum (As) yang bersifat racun. Untuk bahan pewarna yang dianggap aman dipakai kandungan logam Arsenikumnya tidak boleh lebih besar dari 0,0004 %, sedang kandungan logam Plumbumnya tidak boleh lebih dari 0,0001%.

Pada pembuata bahan pewarna organik, umumnya melalui produk-produk antara, atau bisa terbentuk senyawa baru lain yang berbahaya, senyawa-senyawa baru dan produk-produk antara itu dapat tertinggal dalam produk akhir pembuatan bahan pewarna tersebut.

Cemaran bahan-bahan ini yang menyebabkan bahan pewarna sintetik tidak bersertifikat atau bahan pewarna sintetik bukan makanan dipakai untuk produk-produk makanan.

Contoh : antara lain.

  1. pemakaian bahan pewarna tekstil Methanil Yellow dalam pembuatan tahu, atau pembuatan manisan mangga.
  2. pemakaian bahan pewarna dilarang Rhodamin B dalam jajanan es campur.
  3. Pemakaian bahan pewarna tak bersertifikat Tartrazine untuk porduk sirup, limun.


Referensi : FDA

Iklan

Februari 14, 2009 at 8:04 am Tinggalkan komentar

Ancaman kesehatan, Infeksi Nosokomial !

Ancaman kesehatan, Infeksi Nosokomial

hospital-equipmant-m1

Waspadai ! Rumah Sakit-pun bisa bikin sakit !

RUMAH SAKIT sebagai tempat perawatan dan penyembuhan pasien ternyata rentan terjadinya infeksi penyakit. Infeksi di rumah sakit dinamakan Infeksi Nosokomial, disebut juga sebagai ”Health-care Associated Infections”atau ”Hospital-Acquired Infections (HAIs)”, infeksi nosokomial ini merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak lagsung kematian pasien, kalaupun tak berakibat kematian,  infeksi yang bisa terjadi melalui penularan antar pasien, bisa terjadi dari pasien ke pengunjung atau petugas rumah sakit dan dari petugas rumah sakit ke pasien, hal ini mengakibatkan pasien dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit lebih banyak.

Dari dulu sampai sekarang, rumah sakit selain sebagai tempat berobat untuk peyakit yang diklasifikasikan berat, rumah sakit juga menjadi tempat bersarangnya bibit penyakit, bibit penyakit di rumah sakit bukan jenis bibit penyakit biasa, melainkan bibit penyakit yang sudah resisten terhadap antiiotika, jenis kuman resisten seperti ini yang bercokol di pelosok ruangan rumah sakit, bisa saja melekat di alat-alat pemeriksaan medis, alat-alat bantu medis, alat-alat bedah, serta perlengkapan rumah sakit lainnya yang mungkin lolos dari prosedur sanitasi dan sterilisasi.

Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien.


HAI’s atau infeksi nosokomial adalah peyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. HAIs biasanya berkaitan dengan prosedur pemeriksaan atau prosedur diagnosa penyakit pasien yang dilakukan dirumah sakit. disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit, mikroorganisme ini sudah ada di tubuh pasien sebelum masuk rumah sakit atau dapat berasal dari lingkungan rumah sakit itu sendiri, misalnya dari peralatan rumah sakit, pekerja rumah sakit, pasien lain, rumah sakit dengan kualitas lingkungan udaranya buruk (bad indoor air quality), dapat menyebabkan infeksi misalnya pada luka bekas operasi pembedahan.

Penyebab utamanya HAI’s adalah :

  1. Rumah sakit dengan jumlah pasien yang banyak, yang kondisi umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  2. Peningkatan sistem pengobatan rawat jalan yang mengakibatkan kebanyakan orang yang berada di rumah sakit rata-ratadalam keadaan sakit.
  3. Staf medis / perawat pasien harus sering berpindah dari pasien satu ke pasien lainnya, memberikan peluang penyebaranmikroorganisme penyebab infeksi.
  4. Banyak prosedur medis yang membuat luka terbuka di tubuh yang merupakan basis pertahanan tubuh terhadap infeksi.
  5. Prosedur sanitasi pakaian seragam rumah sakit, pencucian alat-alat medis, prosedur sterilisasi, dan tindakan-tindakanpencegahan lainnya tidak dijalankan dengan sebenarnya oleh staf medis rumah sakit (tidak ketat mengikuti stadardoperasi kebersihan yang baik).
  6. Pasien yang sering diberi terapi antibiotika atau terapi anti-mikroba yang berlebihan menyebabkan mikroorganismepenyebab infeksi menjadi kebal terhadap obat.

Penyebab infeksi akibat suatu tindakan medis di rumah sakit :

hospital-equipment-2m

  • Tindakan medis operasi / pembedahan.
  • Kateter yang dimasukkan kedalam saluran kecing,
  • Kateter yang dimasukkan kedalam hidung,
  • Kateter yang dimasukkan kedalam pembuluh darah,
  • Kateter yag diasukan melalui mulut ke dalam perut,
  • Penanganan perawatan paska operasi yang buruk.

Jenis HAI’s yang paling umum adalah :


1.Infeksi saluran kencing.

2. Batuk pneumonia disebabkan oleh ventilasi tenggorokan.
3. Infeksi pada luka pasca pembedahan.
4. Transfusi darah.

5. Pemberian infus

6. Prosedur perawatan gastrointestinal.
7. Persalinan dan perawatannya
8. Kemoterapi, dialysis ginjal

Gejala-gejala HAI’s (Infeksi Nosokomial) :
• demam
• bernapas cepat,
• kebingungan mental,
• tekanan darah rendah,
• dikurangi urine output, Pasien dengan urinary tract infection Mei ada rasa sakit ketika kencing dan darah dalam air seni
• tinggi sel darah putih dihitung.
• radang paru-paru mungkin termasuk kesulitan bernapas dan ketidakmampuan untuk batuk.
• infeksi diterjemahkan: pembengkakan, kemerahan, dan kesakitan pada kulit atau luka di sekitar bedah atau luka,

Pencegahan Infeksi Nosokomial (HAI’s) :
• Memelihara kualitas udara dalam ruangan rumah sakit yang bagus dan bersih (good indoor air quality).
• Sanitasi permukaan lantai, dinding, dan lain-lain bagian rumah sakit menggunakan teknologi NAV-CO2 (Non flammable Alkohol Vapor in Carbon dioxide).
• Prosedur pembersihan tangan, dan penggunaan alkohol oleh semua petugas kesehatan rumah sakit, pemakaian sarung tangan karet.

• Hati-hati menggunakan obat anti-mikroba, seperti antibiotika, anti jamur, dan anti-virus, untuk menghindari terjadinya resistensi.

Pengobatan infeksi mikroba :
1. Infeksi bakteri (Legionella, Mycobacterium tuberculosis): antibiotika spektrum luas: penicillins, cephalosporins, tetracyclines, erythromycin, vancomycin, imipenem.
2. Infeksi jamur (Candida): amphotericin B, nystatin, ketoconazole, itraconazole, fluconazole,
3. Infeksi virus (rubiola, varicella): acyclovir, ganciclovir, foscarnet, amantadine.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program kampanye pengendalian infeksi di rumah sakit (No Infection Campaign and Education / NICE) di Jakarta, Program kampanye yang akan dilakukan bekerja sama dengan MRK Diagnostics, sebuah perusahaan penyedia peralatan diagnosis, dan The Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ) itu dirancang untuk mengubah perilaku petugas kesehatan di 100 rumah sakit selama Juni 2008-Oktober 2009.

Ingin mengetahui lebih luas masalah Infeksi Nosokomial atau Infeksi asal rumah sakit, silahkan baca artikel ini.


References:
1. Nosocomial infeksi Wikipedia
2. HAI’s emedicine

Februari 14, 2009 at 1:13 am 1 komentar

Sindroma tubuh berbau ikan (bau amis), Bagaimana mengatasinya ?

Sindroma tubuh berbau ikan (bau amis)

Bagaimana cara mengatasinya

rotting-fish-1Istilah yang lebih terkenal dari Sindroma tubuh berau ikan adalah : “ Fish odor syndrome”, “Fish Malodor Syndrome”, “Trimethylaminuria (TMAU)”. Sindroma tubuh berbau ikan (bau ikan busuk) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh gangguan metabolisme trimethylamine didalam tubuh manusia, kelainan metabolisme ini sangat jarang terjadi, dan merupakan gangguan genetik yang ditandai dengan pengeluaran senyawa kimia trimethylamine (CH3)3-N, didalam air seni, keringat, nafas, dan cairan tubuh lainnya.

Senyawa trimethylamine berupa gas yang baunya sangat menyengat seperti bau ikan busuk, sehingga menyebabkan orang-orang yang menderita TMAU mempunyai bau badan yang tidak enak seperti bau ikan busuk (body malodor ), hal ini dapat merusak ke pribadian penderita, merusak kehidupan sosialnya, merasa rendah diri, dijauhi oleh orang-orang dilingkungannya, sehingga terasa diasingkan, penderita menjadi pemurung, tertutup, dan jiwanya tertekan (stress), beberapa orang penderita trimethylaminuria memiliki bau badan yang tidak sedap sepanjang waktu, namun sebagian penderita lainnya memiliki bau badan tidak sedap dalam intensitas yang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Penderita TMAU tidak mempunyai gejala fisik sakit, terlihat normal dan sehat, bau badan yang tidak sedap tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebersihan pribadi penderita, TMAU lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan oleh laki-laki.


Sindroma tubuh berbau ikan disebabkan oleh kerusakan dari produksi normal enzim flavin-containing monooxygenase 3 / FMO3, bila FMO3 tersebut tidak berfungsi dengan baik atau jika ezym itu tidak dihasilkan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan, maka tubuh tidak dapat memetabolisme trimethylamine yang berasal dari makanan, tubuh kekurangan trimethylamine-oxidase sehingga kehilangan kemampuan untuk merubah trimethylamine (TMA) yang berasal dari makanan, terutama makanan yang kaya asam amino choline, melalui proses yang disebut N-oxygenation menjadi senyawa metabolitnya trimethylamine-oksida (TMAO) yang tidak berbau, sebagai akibatnya, maka trimethylamine dikeluarkan melalui urine, keringat, nafas, dan cairan tubuh lainnya, memberikan bau amis (bau ikan) yang kuat, bau tubuh tidak sedap ini bervariasi tergantung pada banyak faktor antara lain jenis asupan makanan, perubahan hormonal penderita, adanya cemaran bau yang lain dalam ruangan.
TMAU adalah gangguan metabolisme tubuh yang disebabkan oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan, hidup penderita TMAU adalah penuh tantangan, dapat berpengaruhi jelek pada mata pencaharian si penderita dan keluarga mereka, anak-anak penyandang TMAU akan medapat penolakan atau kurangnya pengertian dari teman-teman mereka selama di sekolah dan waktu bermain.
Trimethylamine merupakan produk dekomposisi dari tanaman dan binatang. yang menimbulkan bau tidak enak yang sering dikaitkan dengan bau ikan busuk (rotting fish), trimethylamine adalah gas yang mudah terbakar pada suhu kamar, dalam konsentrasi rendah menimbulkan bau “amis” yang kuat, sedang pada konsetrasi tinggi menimbulkan bau seperti amoniak (“ammonia-like” ).

Ada dua subtypes sindroma tubuh berbau ikan:

  1. Berhubungan dengan tidak berfungsi normalnya aktifitas enzim karena sebab genetik, sebab hormon, atau sebab pengaruh hambatan dari senyawa kimia lain.
  2. Berhubungan dengan kelebihan diet precursors trimethylamine atau adanya perbedaan banyaknya mikroba dalam perut, yang menyebabkan trimethylaine terlepas bebas (bau amis ikan) tidak terikat sebagai trimethylamine-oxide (tidak berbau).

Perawatan
Tidak ada pengobatan yang sempurna untuk trimethylaminuria (TMAU), juga pilihan perawatan sangat terbatas, sangat mungkin bagi beberapa orang menderita TMAU untuk tetap hidup relatif normal, hidup sehat tanpa takut ditinggalkan / dihindari oleh orang-orang lain karena bau badannya yang tidak sedap..

Cara untuk mengurangi sindroma tubuh berbau ikan (bau amis)

  1. Mengurangi asupan dari precursors trimethylamine (TMA) dengan menghindari makanan seperti telur, kacang-tertentu daging, ikan, dan makanan yang mengandung asam amino-choline, choline (ditemukan di ikan, telur, kacang-kacangan, daging dan organ tubuh), carnitine, nitrogen, dan belerang (diet rendah protein), kurangi asupan lecithin, bahan tambahan makanan yang terdapat dalam telur, kedelai, dan jagung.
  2. Menghindari brokoli dan sayuran hijau, brokoli dan sayuran hijau gelap mengandung indole-3-carbinol (I-3-C) yang menghambat metabolisme trimethylamine.
  3. Minum banyak air, makan probiotic untuk meningkatkan jumlah bakteri penolong dalam usus (search : fighting fish odor syndrome)
  4. Minum antibiotik dosis rendah untuk mengurangi jumlah bakteri jahat dalam usus, atau pengobatan singkat degan neomycin dan metronidazole untuk mengurangi aktivitas mikroorganisme dalam flora usus.
  5. Menggunakan deterjen dengan pH antara 5,5 dan 6,5(sedikit asam).
  6. Terapi Gen dengan penggantian Gen manusia untuk FMO3.
  7. Makan absorbents seperti Norit, ion-exchange-resins, atau Cu-chlorophyllin untuk mengubah flora usus guna mengurangi jenis bakteri yang bertanggung jawab atas perubahan precursors dari makanan ke trimethylamine, cara ini berhasil meningkatkan kualitas hidup penderita TMAU yang ringan, namun tidak selalu berhasil..
  8. Mengoksidasikan trimethylamine yang dibebaskan yag berau menjadi senyawa N-oksida yang tidak berbau.
  9. Minum suplemen riboflavin, suatu prekursor dari FAD-cofactor untuk fungsi Flavin-monooxygenase.
  10. Gunakan produk kebersihan untuk menutupi bau trimethylamine.
  11. Konseling dengan psikolog untuk membantu menghilangkan depresi dan gejala psikologis lainnya.
  12. Konseling dengan ahli genetika untuk lebih memahami dan menerima keadaan mereka.

Februari 14, 2009 at 1:03 am Tinggalkan komentar

5 Cara untuk berhenti merokok !

cigarette-1

Rokok mengandung lebih dari 4000 seyawa kimia beracun, kebanyakan dari golongan “ Volatile Organic Compounds / VOC”, senyawa kimia organik beracun yang mudah meguap salah. Salah satu senyawa kimia beracun yang disebut Nikotin membuat perokok ketagihan untuk merokok terus menerus sehingga sulit untuk menghentikannya, ketagihan Nikotin adalah salah satu gejala kecanduan yang sangat sulit untuk di stop. Orang yang kecanduan merokok tidak mati disebabkan oleh keracunan Nikotin, melainkan oleh seyawa beracun lain seperti tar (hasil pembakaran rokok), karbon monoksida (CO), nitrosamina, formaldehida (HCOH), hidrogen sianida (HCN) dll

nicotine-2d-skeletalNikotin merupakan alkaloid, dapat ditemukan dalam tanaman dari keluarga Solanaceae, tembakau kering berisi sekitar 0,6-3,0% Nikotin. Perokok rata-rata menghisap1 mg Nikotin dari setiap batang rokok, Struktur molekul Nikotin mirip dengan struktur molekul acetylcholine, suatu neurotransmitter didalam jaringan otak, yang mempengaruhi banyak fungsi tubuh, seperti bernapas, denyut jantung, daya ingat. Acetylcholine juga mempengaruhi neurotransmitters lainnya yang mempengaruhi nafsu makan, emosi, dan memori, ketika Nikotin sampai ke otak, akan menepel ke sel saraf tempat kedudukan acetylcholine, sehigga menimbulkan efek yang sama denga efek dari acetylcholine.

Nikotin bertindak sebagai pemicu dalam sistem saraf pusat (CNS), Nikotin ketika masuk kedalam tubuh akan didistribusikan dengan cepat melalui darah sampai keotak, dibutuhkan sekitar tujuh detik bagi Nikotin untuk mencapai otak setelah terhisap, Nikotin mengikat nicotinic-acetylcholine -receptors sehingga meningkatkan pegeluaran hormon neurotransmitters dopamine di dalam otak yang menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan meningkatkan kewaspadaan, Disamping itu Nikotin mempunyai efek mengurangi nafsu makan (mengurangi rasa lapar) sehingga menyebabkan para perokok kehilangan berat badannya (menjadi kurus), dengan meningkatkan kadar dopamine didalam otak, Nikotin menimbulkan efek ketagihan yang kuat, namun efek ketagihan yang disebabka oleh Nikotin berlangsung sangat singkat, sehingga orang harus terus menerus menghisap Nikotin sepanjang hari guna mempertahankan efek perasaan nyaman serta untuk mencegah timbulnya gejala kecanduan.
Di kelenjar adrenal bagian tengah (adrenal medulla) yang terletak di atas organ ginjal Nikotin mengikat nicotinic receptors, yang meningkatkan produksi hormon adrenaline, peningkatan pelepasan hormone adrenalin (dan hormone nor-adrenalin) ke dalam darah, menyebabkan peningkatan denyut jantung, naiknya tekanan darah, naiknya frekwensi pernafasan, serta naiknya kadar gula darah.

Upaya menghentikan kecanduan merokok:

Ada banyak cara untuk berhenti merokok:

  1. Latihan fisik yang intensif dan dorongan kemauan yang kuat dari diri sendiri untuk berhenti merokok
  2. Berhenti merokok melalui Yoga: berbagai aspek seperti yoga asanas, pranayama, meditasi, dan teknik bernapas dalam latihan yoga adalah cara yang baik untuk menghentikan kebiasaan merokok, yoga benar-benar dapat memainkan peranan penting dalam usaha untuk menghentikan kebiasaan merokok, yoga juga memulihkan kesehatan tubuh dari kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh rokok, yoga meningkatkan kekuatan paru-paru sehingga dapat meng-eliminir efek-efek berbahaya dari merokok.
  3. Terapi penggantian Nikotin: menggunakan berbagai bentuk produk / sediaan yang mengandung Nikotin untuk mengganti Nikotin yang diperoleh dari merokok atau penggunaan produk tembakau lainnya, produk seperti ini akan memberikan penggantian Nikotin rokok ke otak dengan cara yang lebih lambat dibanding asupan asli Nikotin dari merokok, produk-produk seperti ini digunakan untuk para perokok yang mengalami gejala kecanduan dan ketagihan yang berat yang disebabkan oleh hilangnya Nikotin dari rokok. Produk-produk ini aman digunakan.

Produk-produk pengganti Nikotin:

(1). Nicotine patch: sebuah transdermal patch yang akan melepaskan Nikotin ke dalam tubuh melalui kulit.
(2). Nicotine Inhaler.
(3). Nicotine nasal spray
(4). Permen karet Nikotin: jenis permen karet kunyah yang memberikan Nikotin ke dalam tubuh melalui penyerapan oleh dinding selaput tipis didalam mulut.
(5). Nicotine sublingual tablet, tablet yang digunakan dengan cara meletakkannya dibawah lidah sambil dihisap.
(6). Nicotine pastilles / lozenges.

  1. Nicotinic-partial-receptor-agonist: mengikat dan mengaktifkan nicotinic-receptor di otak, tapi efekya hanya pada sebagian receptor, cara kerjanya bersaing mengikat receptor agonist itu sehingga menurunkan aktivitas yang diakibatkan oleh Nikotin dari rokok, sehingga para perokok tidak merasakan nikmatnya merokok, Nikotin yang masuk ke otak yang berasal dari merokok tidak bisa sepenuhnya mengikat nicotinic-acetylcholine-receptor, akibatya pelepasan dopamine juga berkurang, sehingga efek kenikmatan merokok juga jauh berkurang, hal ini mengakibatkan hilangnya rasa ketagihan dan kecanduan merokok, yang akhirnya membuat para prokok dapat menghentikan sendiri kebiasaan merokokya.
    Cytisine: adalah alkaloid jenis piridin yang beracun, diperoleh dari tanaman dari keluarga (Familia) Faboideae, Cytisine adalah nicotinic-partial-receptor-agonist, secara farmakologi (kerja obat) mempunyai efek serupa dengan Nikotin karena kemiripan struktur molekulnya, Cystine dipakai untuk merawat pasien yang ketagihan dan kecanduan Nikotin.
    Varenicline tartrate: derivate (turunan) Cytisine yang telah disetujui penggunaannya pada tahun 2006 sebagai obat untuk berhenti merokok, Varenicline tartrate adalah juga nicotinic-partial-receptor-agonist, untuk mengurangi ketagihan dan kecanduan Nikotin rokok.

Struktur molekul Varenicline

Varenicline

155px-vareniclinesvg
(7,8,9,10-tetrahydro-6,10-methano-6H-pyrazino (2,3-h) (3) benzazepine)

  1. Nicotinic antagonist: jenis anti-cholinergic yang menghambat atau memblokir kerja nicotinic-acetylcholine-receptors, sehingga Nikotin asal merokok tidak dapat mengikatnya, efek peningkatan hormon neurotransmitter dopamin tidak terjadi, akibatnya efek senang, nyaman sewaktu merokok tidak dapat dirasakan lagi (merokok terasa hambar)(1).Bupropion: merupakan atypical antidepressant yang bekerja seperti norepinephrine, sebagai penghambat dopamine reuptake, dan bekerja sebagai nicotinic antagonist.
    (2). Mecamylamine: adalah nicotinic antagonist yang diserap dengan baik melalui gastrointestinal tract (saluran pencernaan), dan bisa melalui penghalang darah-otak (blood-brain barrier)..
    (3). 18-methoxycoronaridine: adalah nicotinic antagonist selektif, memblokir nicotinic-acetylcholine-receptor di otak, dapat digunakan untuk pengobatan ketagihan obat-obat-an.

Referensi:

Wikipedia
Stopi merokok melalui Yoga
Stop merokok

Februari 7, 2009 at 4:36 am 2 komentar

Hidup sehat dalam keseimbangan Ion Negatif dan Ion Positif

negative-ion-image

Udara sekeliling kita merupakan partikel gas bermuatan listrik, baik berupa ion negatif dan positif. Ini diakui berabab-abab yang lalu dan dibuktikan oleh percobaan sederhana Benyamin Franklin dengan menggunakan layang-layang dan benang kawat sebagai konduktornya, energi listrik di udara dapat ditangkap dalam wujud petir.

Secara normal udara yang sehat dan segar kandungan ion negatif dan ion positif yang ideal minimal adalah dengan perbandingan 5 negatif dan 4 positif. Penyebab Sindrom Gedung Sakit adalah akibat perbandingan ion negatif dan ion positif yang terbalik sehingga terjadi keracunan ion positif. Bangunan rumah dan gedung yang sehat dan ideal antara tanah terbuka (tidak disemen atau aspal) dan bangunan adalah 3 : 2

Ion positif cenderung berdampak negatif terhadap kesehatan. Ia dapat mendorong ketidak-seimbangan kimiawi tubuh manusia. sehingga dapat mengganggu kesehatan. Keracunan ion positif bahkan bisa memicu produksi hormon serotonin di otak, yang dapat menimbulkan kecemasan, ion positif juga bisa menyebabkan blood dyscresia atau gangguan kelainan pembekuan darah. Terlalu banyak ion positif di udara akan terserap oleh tubuh. Disisi lain, dinding sel darah bermuatan negatif. Akibatnya muatan yang berlawanan ini, akan terjadi tarik menarik antara dinding sel darah dan ion positif. Inilah yang mendorong terjadinya penggumpalan darah sehingga terjadi emboli atau penyumbatan. Jika emboli terjadi di otak bisa berdampak perdarahan, terjadi stroke, bila di paru-paru akan berakibat gangguan pernapasan, bila emboli itu terjadi di jantung atau ginjal, yang terjadi adalah serangan jantung dan gagal ginjal.

Alam pengaruhi keseimbangan Ion di udara

Awalnya jumlah ion positif dan ion negatif di udara seimbang. Namun, akibat pengaruh kedua sifat ion dan pengaruh alam sekitar, jumlah ion positif dan negatif menjadi tidak seimbang.

Setiap molekul gas di udara memiliki inti yang bermuatan positif, yang disebut proton atau ion positif. Pada setiap molekul itu terdapat elektron atau ion negatif

yang mengelilingi setiap inti. Karena sifat muatan yang bertolak belakang itu, maka ion itu saling tarik menarik dan menetralkan.

Berat ion positif yang 1800 kali lebih besar dibandingkan ion negatif menjadikan ion negatif mudah lepas dari ikatannya. Pada saat ikatan itu lepas, bumi atau tanah yang bermuatan negatif akan menarik ion positif. Sebaliknya, ion negatif akan terpental. Ion positif dan ion negatif yang saling lepas ini menjadi awal

pendorong ketidak-seimbangan listrik.

Setiap friksi atau gesekan yang terjadi di udara cenderung menghasilkan ion positif dan mengusir ion negatif. Mengapa? Angin biasanya membawa debu atau

polutan. Partikel debu atau polutan bermuatan positif, akibatnya ion negarif akan tertarik atau melekat pada partikel itu. Dampaknya ion positif di udara menjadi

sangat berlebih.

Di daerah mana di dunia yang mempunyai udara dengan Ion Positif yang paling tinggi ?

Udara yang paling terkenal di dunia yang mempunyai kadungan ion positif paling tinggi antara lain :

1. di Eropa di kota Jenewa, Swiss dan Freiburg, Jerman dan mereka menamakan angin Foehn. Di kota Feiburg, waktu musim angin Foehn berhembus, tidak ada satu dokter pun di rumah sakit yang berani melakukn operasi. Alasannya sekalipun hasil operasinya sukses, pasiennya selalu berakhir dengan kematian. Setelah diteliti, hasil otopsi selalu menunjukkan penyebabnya adalah akibat trombosis atau perdarahan hebat yang misterius. Demikianlah tutur seorang Guru Besar berpengalaman, Dr. E. Rehn. Kalau sampai ada kasus darurat yang tidak bisa ditunda, maka untuk menyelamat sang pasien, operasinya terpaksa dipindahkan ke rumah sakit kota lain yang terdekat yaitu di Ettenbein yang jaraknya hanya 35 kilometer dari Feiburg.

2. di Jerusalem, Israel, angin yang sama disebut angin Sharav (orang Arab menamakan angin Hamsin).

Kedua angin ini panas dan kering, maka tidak ada kelembaban yang cukup untuk menyalurkan listrik yang mereka bawa ke tanah. Sedangkan ion-ion negatif menempel pada butir-butir pasir dan debu dan kehilangan muatannya. Tanpa ada uap air dalam udara ion positif tidak dapat disalurkan ke tanah, maka makin lama angin bertiup makin banyak angin itu menghasilkan ion positif. Dokter dokter setempat sudah sangat mengenal datangnya angin ini pada bulan bulan tertentu, sehingga kalau ada orang yang sakit dengan gejala keracunan ion positif, obatnya adalah disuruh pergi istirahat di dekat Laut Mati untuk beberapa hari, maka akan sembuh dengan sendirinya.

Jumlah Ion Negatif di daerah-daerah yang berbeda :

Di pegunungan yang masih relatif bersih udaranya dan sedikit bangunan , lebih banyak mengandung ion negatif dibandung di perkotaan, kawasan perniagaan yang penuh padat dengan gedung-gedung bertingkat.

Kalau gesekan udara cenderung menghasilkan ion positif, maka benturan air justru menghasilkan ion negatif. Saat air memecah atau menabrak benda, ion positif

jatuh bersama air. Sebaliknya, ion negatif terbang bebas bersama dengan kabut yang timbul dari deburan air. Contohnya, di sekitar air terjun yang terkenal

Niagara misalnya, kandungan ion negatifnya mencapai 100.000-500.000 ion/cm3/detik. Bandingkan dengan daerah pengunungan kira kira sekitar 1000-1500

ion/cm3/detik, di pedesaan sekitar 600-800 ion / cm3 / detik, di luar kota antara 600-400 ion / cm3/detik dan di dalam kota, pemukiman dan industri tidak lebih

dari 300 ion / cm3/detik. Maka tidak salah lagi kalau daerah wisata air terjun Niagara dijuluki sorga Nirwana bagi pelancong, khususnya bagi pengantin baru yang

melewatkan bulan madunya disana. Karena ion negatif yang berlimpah membuat orang menjadi sehat, segar, tenang dan bergairah.

Jumlah Ion Negatif dari beberapa macam daerah yang berbeda :

Air terjun : 25.000 – 100.000

Gua : 5.000 – 20.000

Pegunungan : 700 – 5.000

Pinggir kota : 700 – 2.000

Daerah Industri : 250 – 750

Rumah dengan jendela terbuka : 250 – 500

Didalam Pesawat terbang : 20 – 250

Ruang kantor dengan AC : 0 – 250

Ruang khusus untuk perokok : 0 – 100

Bagaimana keadaan di perkotaan ?

Di koto-kota besar, keadaan yang terjadi justru sebaliknya . Biasanya gedung-gedung bertingkat tinggi itu model jendelanya tertutup rapat agar suhu dingin yang

berasal AC tidak terbuang percuma , hingga bisa berhemat energi. Dari mesin AC akan disemburkan udara bersuhu dingin ke bagian-bagian kamar atau kantor

melalui pipa atau saluran (ducting) yang terbuat dari seng atau logam. Karena udara yang dihembuskan itu akan bergesekan dengan dinding logam, maka akan timbullah ion positif yang pada awalnya hanya sedikit, namun kian lama kian meningkat jumlahnya, sehingga melampaui perbandingan ideal, yakni lima positif berbanding 4 negatif. Bagi orang yang sensitif terhadap udara (weather sensitive person), mereka akan keracunan ion positif dan jatuh sakit.

Menurut ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air conditioning Engineers) Standard kebutuhan udara bagi orang didalam ruang perkantoran adalah 20 cfm per orang, dirumah 15 cfm per orang, sedang didalam ruang perokok kebutuhannya menjadi 60 cfm per orang.

Penelitian Fred Soyka : Keracunan ion positif penyebab Sindrom Gedung Sakit :

Betulkah fenomena Sindrom Gedung Sakit itu akibat keracunan ion positif dan bukan oleh karena pencemaran dan infeksi kuman, virus, jamur dan parasit ? “ keracunan ion positive “ karena terlalu banyak ion positive di udara akan terserap oleh tubuh manusia.

Di bawah ini ada contoh hasil penelitian Fred Soyka (1972) yang dilakukan pada karyawan pabrik tektil yang sering bolos sakit (absenty) karena ruang kerjanya

hanya dilengkapi alat pendingin AC saja. Ruang kerja yang berisikan karyawan dibagi menjadi dua kelompok yang sama jumlahnya. Secara diam diam satu kelompok tetap tinggal dalam ruang yang sama dan yang lain dipindahkan ke ruangan yang sama besarnya dan ber-AC, tetapi sekarang ditambah dengan alat

ion negatif generator (negative ion generator). Penelitian ini diamati selama jangka waktu kerja dua bulan dan hasilnya menunjukkan bahwa ion negatif berperan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit yang biasa dikeluhkan dan dialami para karyawan, sehingga mampu menekan hilangnya waktu kerja sampai 90%.

Penelitian semacam ini diulangi beberapa kali bukan saja di pabrik-pabrik, akan tetapi juga di tempat menara pengatur pesawat terbang (triffic control tower)

yang berisi juga peralatan elektronik yang mengeluarkan ion positif dan secara konsisten dapat menekan angka tidak masuk kerja karena sakit.

Orang orang yang weather sensitive akan menderita penyakit ini dan akan mengalami gangguan kesehatan bila mereka berada di dalam gedung-gedung tinggi atau

pencakar langit yang memasang alat pendingin, tetapi tidak dilengkapi alat ion negatif generator. Mereka merasa seperti masuk angin atau flu dengan gejala sakit kepala, gelisah, tidak enak badan, mudah marah, stress, uring-uringan, letih-lesu. Mereka baru merasa pulih kesehatannya bila sudah pergi meninggalkan tempat tersebut. (baca Pengalaman sejati dan hasil penelitian Fred Soyka, dalam bukunya berjudul The Ion Effect).

faraday-cage-21Apa itu Faraday Cage / Faraday Shield :

Michael Faraday (1791-1867) pada tahun 1836 membuktikan bahwa didalam Faraday cage, didalam sangkar besi, tidak dapat dideteksi adanya gelombang elektromagnetik, semuanya telah dipantulkan keluar oleh dinding-dinding dari sangkar Faraday itu, ini berarti didalam ruangan / sangkar Faraday itu tidak ada ion-ion, atau bebas dari ion-ion.

Manusia hidup dalam lingkungan ion-ion, kekurangan negative ion menyebabkan sakit

James B. Beal : “ The Human race was developed in ionized air ,

the nature used the ions in developing human biological processes “

Didalam gedung-gedung perkantoran yang tertutup, orang-orang yang berada didalamnya ibarat hidup dalam Faraday cage, hidup dalam sangkar besar dengan dinding-dinding dari semen bertulang besi beton, sehingga mereka kekurangan ion-ion, sehingga menyebabkan tidak sehat.

faraday-cage-1

Bagaimana menciptakan udara yang seimbang ?

Upaya untuk menciptakan lingkungan udara yang seimbang di sekitar sebenarnya bisa kita lakukan. Pada lingkungan rumah tempat tinggal kita diusahakan sebisa

mungkin memberi peluang tanah bernapas dengan leluasa. Artinya perbandingan luas tanah terbuka dan bangunan sebaiknya dibuat lebih luas tanah terbuka

ketimbang bangunan. Idealnya minimal luas tanah terbuka berbanding bangunan 3 : 2. Tentunya makin luas tanah yang terbuka akan lebih baik.

Bagaimana Meningkatkan Ion Negarif

Ada caranya untuk meningkatkan kadar ion negatif di udara ialah dengan mengkombinasi antara tanah atau bumi yang bermuatan negatif dengan zat renik dalam tanah dan sinar matahari merupakan sumber ion negatif terpenting. Sehingga tanah terbuka akan memberi peluang permukaan bumi memancarkan sebanyak-banyaknya ion negatif.

Cara lain yang sekarang dipakai adalah alat buatan menusia dengan teknologi canggih, khususnya untuk gedung-gedung tinggi dan pencakar langit, ialah dengan memasang ion negatif generator yang sudah banyak dijual di toko-toko elektronik. Alat ini bisa dipasang dimana-mana saja, mulai dari dalam mobil, ruang tidur,

ruang praktik dokter, khususnya dokter gigi (untuk menghilangkan bau tidak sedap dan membunuh mikroorganisme), ruang kerja, ruang tunggu perokok, bangsal perawatan rumah sakit, khusunya ruang luka bakar untuk menghilangkan bau busuk dan mensterilkan ruangan, disamping mempercepat kesembuhan luka, juga mengurangi rasa sakit luka-luka penderita.

Ion Negatif sebagai Anti Polutan dan Sterilisator

Ruangan-ruangan atau kantor-kantor di gedung-gedung tinggi jika alat AC-nya sudah diperlengkapi dengan alat ion negatif generator, maka udara yang ada di

dalam ruangan sekarang bukan saja sejuk, akan tetapi juga mengandung lebih banyak jumlah ion negatif. Sehingga partikel partikel polutan asal kendaraan

bermotor dan industri , debu dan asap rokok yang bermuatan positif yang bertebaran, akan bereaksi saling tarik menarik dengan ion negatif dari udara yang

dihembuskan dari alat ion negatif generator dan menggumpal jatuh ke lantai. Demikian pula partikel-partikel kuman, jamur dan virus yang berterbangan di udara

juga bermuatan ion positif akan mengalamai nasib yang sama, sehingga ruangan itu sekarang menjadi bersih dan bebas dari segala macam polusi.. Ion negatif juga

mempunyai sifat bakteristasis dan bakterisida, dengan demikian ruang yang dilengkapi ion negatif generator menjadi relatif bebas hama.

(Sumber majalah Nirmala , Januari 2000 dan The Ion Effect oleh Fred Soyka, Bantam Book). Jakarta, 15 Nopember 2001

DR. Iwan T.Budiarso, Ahli Patologi & Terapi Auto Urin

lampe-berger-aromatherapy-bottleMauris Berger 1897 dengan Lampe Berger Aromatherapynya.

Pengalaman buruk merasakan suasana yang suram serta kondisi udara di ruangan-ruangan rumah sakit yang tidak segar bagi pengunjungnya, dengan kondisi udara yang stagnant dan ventilasi udara yang buruk, menginspirasi Mauris Berger untuk mencari solusi mengatasi keadaan dengan menciptakan suatu perangkat yang dapat menghasilkan lingkungan dengan kwalitas udara yang segar dan nyaman. Konsep Mauris Berger adalah menciptakan udara yang:

  1. Sejuk dan segar dengan Ion Negative (Anion),
  2. Aroma lembut kehijauan dengan phytoncidere,
  3. Bebas bakteri dan microorganisme lain dengan Ozone,
  4. Terapi aroma dengan minyak atsiri (Essential Oil).

Dengan menggunakan kombinasi Isopropyl-Alcohol dan Azoalcool-Aromatic Oil mixture, dipanaskan pada suhu 60° C, Azoalcool-Isopropyl Alcohol + Essential oil akan melepaskan Ozone, Ion Negatif yang akan membersihkan udara, dan phytoncidere, sehingga udara ruang terasa segar dan nyaman.

Isopropyl-alcohol teroksidasi ===> Ozoalcool (Isopropyl-ozoalcohol)

(CH3)2-CHOH + O2 = ==> (CH3)2-CHOOH (Azoalcool / Isopropyl-azoalcohol).

Supaya hidup lebih sehat :

Menjaga lingkungan agar selalu tercapai keseimbangan Ion Negatif dan Ion positif, dengan kata lain hidup dalam lingkungan yang hijau dan ramah lingkungan, rumah hijau (green house), kantor hijau (green office) yang menyehatkan semua penghuni didalamnya.

Februari 1, 2009 at 6:36 am 1 komentar

Bagaimana cara menghindari Sindrom Gedung Sakit

sindrom-gedung-sakit-b5Dewasa ini dikota-kota besar terdapat bangunan gedung-gedung perkantoran yang menjulang tinggi, sampai lebih dari 50 lantai, gedung-gedung tersebut biasanya dibuat tertutup, memiliki system pengaturan udara sendiri. Gedung-gedung perkantoran semacam ini ternyata dapat menimbulkan masalah gangguan kesehatan, yang disebut Sindrom Gedung Sakit (Sick Building Syndrome).

Sindrom Gedung Sakit merupakan kumpulan gejala penyakit (sindrom) yang disebabkan oleh kondisi udara dalam gedung yang tidak sehat, terjadi gangguan sirkulasi udara, yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dalam gedung. Gejala penyakit ini biasanya berlangsung 2 minggu,  meskipun tidak parah, namun sangat mengganggu kenyamanan kerja penghuni kantor, mempengaruhi produktivitas kerja karyawan, Namun gejala penyakit ini baru boleh dikatakan Sindrom Gedung Sakit kalau menyerang lebih dari 20 % jumlah karyawan penghuni gedung tersebut, kalau hanya 1 atau 2 orang karyawan yang sakit, belum dapat dikatakan Sindrom Gedung Sakit.

Apa Penyebabnya ?

Sindrom Gedung Sakit disebabkan oleh pencemaran udara dalam gedung (indoor air pollutions), pencemaran udara dalam gedung ini dapat lebih buruk disbanding pencemaran udara luar (outdoor air pollutions).

Ada 7 penyebab utama pencemaran udara dalam gedung :

  1. Gangguan sirkulasi udara, seperti ventilasi udara tidak memadai, system Heating-Ventilating-Air-Conditioning (HVAC) tidak berjalan baik, jumlah udara segar yang dimasukkan (fresh air intake) tidak mencukupi untuk jumlah orang didalam gedung, juga dapat disebabkan karena pemeliharaan alat (maintenance) yang kurang memadai.
  2. Pencemaran dari peralatan kantor didalam gedung, seperti mesin fotocopy, mesin facimile, computer, proyektor.
  3. Pencemaran dari bahan bangunan dari gedung, seperti carpet, dinding atau plafon dari particle board, lem untuk pemasangan bahan-bahan bangunan tersebut, bahan cat tembok dan cat kayu, furniture kantor baik terbuat dari kayu yang di-vernis, karet busa, kulit pembungkus sofa dan sebaginya.
  4. Pencemaran dari luar gedung (outdoor air pollutions), seperti asap kendaraan bermotor yang lewat, cerobong asap, asap dapur kantor, asap rokok dari luar (environment tobacco smoke), yang diakibatkan oleh penempatan lubang udara masuk yang tidak tepat, misalnya dekat cerobong asap, dekat generator listrik berbahan minyak bumi.
  5. Pencemaran dari bahan-bahan pembersih kantor, restroom, gudang, pengharum ruangan dan lain-lainnya.
  6. Pencemaran dari mikroba atau virus udara, karena udara dalam gedung panas dan lembab.
  7. Pencemaran dari asap rokok kalau ada karyawan atau tamu yang merokok.

Gejala-gejala Sindrom Gedung Sakit :

  1. Mirip gejala flu, namun segera berkurang atau hilang apabila penderita keluar dari gedung, gejala akan timbul lagi apabila penderita kembali masuk kedalam gedung.
  2. Ganggua pernafasan, tenggorokan terasa kering, batuk terus menerus, hidung mampet, sinusitis.
  3. Gangguan pada kulit.
  4. Gangguan otot-otot dan sendi, terutama di pundak dan belakang badan.
  5. Gangguan saraf (neurological) seperti rasa lelah, sakit kepala, gangguan pencernaan, rasa stes / tertekan.

Bagaimana  pencegahannya ?

  1. Umumnya penderita Sindrom Gedung Sakit akan sembuh apabila keluar dari dalam gedung tersebut, gejala-gejala penyakitnya dapat disembuhkan dengan obat-obat simtomatis (obat-obat penghilang gejala penyakit).
  2. Untuk mencegah terjadinya Sindrom Gedung Sakit harus diupayakan agar udara dalam gedung tempat karyawan bekerja ventilasi dan sirkulasinya diatur sedemikian rupa agar semua orang yang bekerja merasa segar, nyaman dan sehat, jumlah supply udara segar sesuai dengan kebutuhan jumlah orang didalam ruangan, demikian pula harus diperhatikan jumlah supply udara segar yang cukup apabila ada penambahan-penambahan karyawan baru dalam jumlah yang signifikan. 
  3. Udara luar yang segar, tidak tercemar bisa masuk secara merata keseluruh bagian dalam gedung.
  4. Alat-alat kantor yang mengakibatkan pencemaran udara, seperti mesin fotocopy, diletakkan dalam ruangan terpisah.
  5. Kalau diadakan renovasi kantor dengan pemakaian bahan-bahan bangunan baru, cat baru, lem baru, agar dipasang exhaust fan yang memadai agar pencemaran dari volatile-organic-compounds (VOCs), terutama uap benzene dan formaldehyde yang berasal dari bahan-bahan bangunan baru dapat segera dibuang.
  6. Diusahakan pemakaian bahan-bahan pembersih kantor yang lebih ramah lingkungan (green washing, non toxic, natural, ecological friendly).

Dengan usaha-usaha seperti diatas, kita dapat menghindari terjadinya Sindrom Gedung Sakit !

Januari 31, 2009 at 6:47 am Tinggalkan komentar

Udara kotor dalam ruang parkir Basement

Udara kotor dalam ruang parkir basement

parking-basement-area-2b

Gedung-gedung pusat perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan atau Mall biasaya mempunyai ruang parkir dibawah tanah atau basement, sering kali saat kita selesai memarkir kendaraan diruang parkir basement, udara terasa pengap, panas, gelap atau remang-remang, sering suasana ruangan berkabut.

Sehatkah ruangan seperti itu ? tentu tidak, kalau ventilasi udara ruang parkir basement tersebut baik, sudah pasti udara terasa segar, sejuk, tidak panas dan pengap, kita akan bernafas dengan lega. Kita sering kali menjumpai ruang-ruang parkir basement yang udaranya kotor, tercemar asap kendaraan bermotor, tercemar asap rokok, tercemar gas buang dari generator listrik dan pencemaran lain-lainnya, dalam satu lantai parkir saja berapa ratus kendaraan bermotor yang telah mengeluarkan gas buang melalui knalpotnya, baik itu kendaraan bermotor berbahan bakar bensin, maupun berbahan bakar solar, semuanya mempunyai andil / kontribusi mencemari udara, membuat kwalitas udara ruang parkir basement membahayakan kesehatan para penggunanya, terkesan banyak pihak pegelola gedung tidak / kurang peduli dengan kesehatan lingkungan ruang parkir itu, bagaimana nasib karyawanya yang bekerja diruangan yang tidak sehat tersebut, seperti petugas pengatur parkir, petugas satpam, petugas loket tiket parkir, dan sopir-sopir mobil pengunjung / tamu yang menuggu disitu. Keadaan ini sudah pasti membahayakan kesehatan bagi mereka yang berada dalam ruang parkir tersebut.

Gas buang kendaraan bermotor terdiri dari :

Senyawa yang tidak berbahaya bagi kesehatan seperti nitrogen, karbon dioksida dan uap air.

Senyawa yang berbahaya bagi kesehatan / bahan pecemar :

karbon monoksida (CO),

berbagai senyawa hindrokarbon,

berbagai senyawa oksida nitrogen (NOx)

berbagai seyawa oksida sulfur (SOx),

berbagai partikulat debu termasuk timbel (PB).

Baku mutu emisi gas buang kedaraan bermotor:

CO max 2.5% (1.5% max diberlakukan

untuk kendaraan injeksi)

HC < 300ppm

CO2 harus lebih besar dari 12%

dan maksimum teoritis adalah 15.5%

O2 < 2%

Bahan bakar bensin adalah campuran yang kompleks dari distilasi senyawa hidrokarbon pada suhu sekitar 30° C sampai 210° yang terdiri dari 200-300 seyawa hidrokarbon C4 sampai C11. Minyak Solar adalah petroleum middle distillate yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel untuk kendaraan. Minyak Solar terdiri dari C12 sampai C20 (atau lebih) dan mempunyai kisaran titik didih dari 250°C sampai 370°C.

Polusi di atmosfer yang disebabkan oleh bahan bakar bensin dapat terjadi dari dua kejadian :

1. Emisi karena penguapan (evaporative emissions), yaitu komponen organik yang mudah menguap (VOC-volatile organic compounds),

2. Emisi gas buang (exhaust emissions), yaitu emisi CO, HC dan N0x, S0x.

Kandungan Timbal (Lead = Pb) dalam alky-lead (Tetra-Ethyl- Lead) compound digunakan sebagai aditif untuk meningkatkan angka oktan bahan bakar bensin. Aditif Tetra-Ethyl-Lead, suatu senyawa timbal organik, adalah aditif peningkat angka oktan yang paling efektif dan murah, namun merupakan bahan beracun logam berat yang sifatnya akumulatif dan sangat berbahaya serta dapat merubah fungsi metabolisme, menurunkan IQ terutama bagi anak-anak.

Kandungan Sulfur dalam bensin akan berubah menjadi oksida sulfur pada gas buang kendaraan bermotor.

Bahan-Bahan Pencemar yang Terutama Mengganggu Saluran Pernafasan :

Organ pernafasan merupakan bagian yang diperkirakan paling banyak mendapatkan pengaruh karena yang pertama berhubungan dengan bahan pencemar udara. Sejumlah senyawa spesifik yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor seperti oksida-oksida sulfur dan nitrogen (S0x dan N0x), partikulat dapat menyebabkan iritasi dan radang pada saluran pernafasan. Walaupun kadar oksida sulfur (S0x) di dalam gas buang kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin relatif kecil, tetapi tetap berperan karena jumlah kendaraan bermotor dengan bahan bakar solar makin meningkat.

Bahan-bahan pencemar yang menimbulkan pengaruh racun sistemik :

Banyak senyawa kimia dalam gas buang kendaraan bermotor yang dapat menimbulkan pengaruh sistemik karena setelah diabsorbsi oleh paru-paru, bahan pencemar tersebut dibawa oleh aliran darah atau cairan getah bening ke bagian tubuh lainnya, sehingga dapat membahayakan setiap organ di dalam tubuh. Senyawa-senyawa yang masuk ke dalam hidung dan yag ada di-jaringan mukosa bronkial juga dapat terbawa oleh darah atau tertelan masuk tenggorokan dan diabsorbsi masuk ke saluran pencernaan makanan. Diantara senyawa-senyawa yang terkandung di dalam gas kendaraan bermotor yang dapat menimbulkan pengaruh sistemik, yang paling penting adalah karbon monoksida dan timbel.

Karbon Monoksida /Carbon Monoxide / CO /

The silent killer :

Karbon monoksida dapat mengikat haemoglobin darah lebih kuat dibandingkan degan oksigen membentuk karboksihaemoglobin (COHb), sehingga menyebabkan terhambatnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Paparan CO diketahui dapat mempengaruhi kerja jantung (sistem kardiovaskuler), sistem syaraf pusat, juga janin, dan semua organ tubuh yang peka terhadap kekurangan oksigen. Pengaruh CO terhadap sistem kardiovaskuler cukup nyata teramati walaupun dalam kadar rendah. Penderita penyakit jantung dan penyakit paru merupakan kelompok yang paling peka terhadap paparan CO.

Menurut evaluasi WHO, kelompok penduduk yang peka (penderita penyakit jantung atau paru-paru) tidak boleh terpapar oleh CO dengan kadar yang dapat membentuk COHb di atas 2,5%. Kondisi ini ekivalen dengan paparan oleh CO dengan kadar sebesar 35 mg/m3 selama 1 jam, dan 20 mg/mg selama 8 jam. Oleh karena itu, untuk menghindari tercapainya kadar COHb 2,5-3,0 % WHO menyarankan paparan CO tidak boleh melampaui 25 ppm (29 mg/m3) untuk waktu 1 jam dan 10 ppm (11,5 mg/mg3) untuk waktu 8 jam.

Lead / Plumbum / Pb / Timbal :

Seperti telah disebutkan diatas, Lead / Pb / timbal ditambahkan sebagai bahan aditif pada bensin dalam bentuk timbel organik (Tetra-Ethyl-Lead atau Tetra Methyl-Lead). Pada pembakaran bensin, timbal organik ini berubah bentuk menjadi timbal anorganik. Timbal yang dikeluarkan sebagai gas buang kendaraan bermotor merupakan partikel-partikel yang berukuran sekitar 0,01 μm. Partikel-partikel timbal ini akan bergabung satu sama lain membentuk ukuran yang lebih besar, dan keluar sebagai gas buang atau mengendap pada kenalpot.

Pengaruh Pb pada kesehatan terutama pada sintesa haemoglobin dan sistem pada syaraf pusat maupun syaraf perifer. Pengaruh pada sistem pembentukkan Hb darah dapat menyebabkan anemia. Pengaruh pada syaraf otak anak diamati pada kadar 60μg/100 ml, yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan mental anak, menurunkan IQ anak.

carbon-monoxide-indicator-2bMengingat bahaya dari pencemaran gas buang kendaraan bermotor dalam ruang parkir basement, terutama apabila pengaturan sirkulasi udaranya tidak memadai, maka sudah seharusnya pihak pegelola gedung memberikan perhatian yang khusus terhadap sirkulasi udara yang baik dalam ruang parkir basement, untuk memonitor sudah seberapa jauh kwalitas udara dalam ruang parkir tersebut seyogianya dapat dipasang alat-alat detector kadar Carbon monoxide yang dilengkapi dengan alarm yang berbunyi keras manakala kadar carbon monoxide melebihi ambang batas aman ! Semuanya ini demi peduli lingkungan pada kesehatan masyarakat umum pengguna / pengunjung gedung. Bagi para pengunjung gedung di-adviskan untuk tidak berlama-lama berada dalam ruang parkir yang tidak sehat, tidak mengobrol diruang tersebut, dan bagi sopir-sopir tamu / pegunjung hendakya pihak pengelola gedung membuatkan ruangan-ruangan tunggu khusus yang tertutup dengan sistem pengendalian udara yang sesuai dengan standar kesehatan lingkungan, dibuatkan ruangan tunggu itu satu atau lebih ruangan tunggu per lantai tergantung dari luasnya lantai parkir.

Januari 21, 2009 at 1:41 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Kategori

  • Blogroll

  • Feeds