Posts filed under ‘Obat-obat-an’

Benarkah Jus Semangka punya efek seperti viagra ?

watermelon-semangka-3bb

”Semangka Viagra Alami”

Artikel dikutip dari Kompas.com, Kamis, 3 Juli 2008 | 19:58 WIB

Artikel yang sejenis di majalah Media Kawasan, Puri & sekitarnya,

edisi Februari 2009, halaman 18-19: ”Efek Viagra dalam semangka”

”Sepotong buah semangka dingin nan segar memang menggiurkan untuk dijadikan kudapan sehat. Tapi siapa sangka, buah bulat berkadar air tinggi ini ternyata memiliki khasiat luar biasa yang nyaris serupa dengan obat kejantanan Viagra.

Peneliti dari Texas Amerika Serikat seperti dilansir AP, Kamis (3/7),  melaporkan bahwa semangka mengandung sejenis zat bernama citrulline.  Zat ini mampu merangsang produksi senyawa kimia yang membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks seperti halnya yang terjadi saat pria meminum Viagra.

Ditemukan dalam daging dan kulit semangka, citrulline akan bereaksi dengan enzim tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak. Zat ini lalu berubah menjadi arginine, sejenis asam amino yang berkhasiat bagi jantung dan sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh.

“Arginine memicu produksi nitrat oksida, yang membuat pembuluh darah menjadi rileks,  efek dasar yang dimiliki Viagra, untuk mengatasi disfungsi ereksi atau mungkin mencegahnya,” ungkap Bhimu Patil, peneliti dan direktur Texas A&M’s Fruit and Vegetable Improvement Center.

“Semangka mungkin tidak untuk organ tertentu seperti halnya Viagra, tetapi ini cara yang bagus untuk membuat pembuluh darah rileks tanpa ada efek samping obat,” tegas Patil.

Menurut riset, citrulline lebih banyak ditemukan pada kulit semangka yakni sekitar 60 persen ketimbang dalam dagingnya. Tetapi, persentasenya juga bisa bervariasi. Citrulline juga dapat ditemukan pada semua warna semangka dan yang paling tinggi kandungannya adalah jenis semangka kuning.

Walaupun temuan ini cukup fenomenal,  Todd Wehner, peneliti semangka di North Carolina State University, berpendapat bahwa siapapun yang biasa mengomsumsi Viagra sebaiknya tidak berharap akan mendapat faedah sama dari semangka.

“Sepertinya semangka dapat memberikan efek yang menarik, tetapi ini bukan sebagai pengganti terapi obat ” tegas Wehner.

Sedangkan Penelope Perkins-Veazie, peneliti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Lane, Oklahoma, berpendapat, riset yang dilakukan Patil memang valid tetapi dengan satu catatan penting. Menurutnya, untuk mendapatkan citrulline yang mampu merangsang kadar arginine dalam tubuh, seseorang harus memakan setidaknya enam gelas (sekitar 1,4 liter) semangka.

“Masalahnyam ketika makan terlalu banyak semangka, Anda cenderung ingin sering ke kamar kecil,” tambah Perkins-Veazie.

watermelon-sliced-1ccccSemangka memang bersifat diuretik atau menambah kecepatan pembentukan urin.  Problem lainnya, kata Perkins-Veazie, adalah kandungan gula yang begitu besar yang bakal meluber ke dalam pembuluh darah sehingga dikhawatirkan  menyebabkan keram.

Menurut Patil, yang penelitiannya dibiayai USDA,  nitrat oksida juga dapat membantu pasien penderita angina, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Patil dan timnya berencara melanjutkan penelitian untuk mencari mekanisme mengurangi kandungan gula dalam semangka”.

Dikatakan Semangka mengadug 2 zat yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu Lycopen dan Citrulline. Senyawa apakah Lycopene & Citrulline itu ?, dan bagaimana efeknya didalam tubuh kalau dikonsumsi ?

Lycopene

lycopene-1bb

Lycopene merupakan zat warna golongan carotenoids, merupakan acyclic-isomer dari β-Carotene, yaitu zat warna merah alami pada wortel (Daucus carota), buah sawit (Elaeis guineensis), namun tidak mepunyai khasiat Vitain A, sangat aktif dan sangat efektif sebagai anti-oksidan, dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Lycopene larut dalam minyak, disintesa oleh tumbuh-tumbuhan, dan mikro-organisme, tidak disitesa oleh tubuh manusia dan tubuh binatang, umumnya terdapat didalam plasma darah dan jaringan tubuh dalam konsentrasi yang lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa golongan Carotenoid lainnya, karena sifatnya yang larut dalam minyak terkonsentrasi di fraksi ”low-density” dan ”very-low-desity” lipoprotein didalam serum, juga terkonsetrasi di organ ginjal, hati, testes, dan prostat.

Lycopene adalah senyawa Anti-Oksidan yang asli terdapat didalam alam, yaitu didalam sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna jingga hingga merah, Lycopene yang membuat warna merah pada Semangka (Citrullus lanatus) dan Tomat (Solanum lycopersicum), merupakan senyawa anti-oksidan yang kuat yang menetralkan radikal-radikal bebas didalam sel-sel tubuh yang dapat meyebabkan sakit dan menyebabkan terjadinya proses penuaan, disamping itu Lycopene bisa mengurangi aktivitas sel kista hingga 90 persen, bisa mengurangi bekas luka setelah operasi, mengurangi aktivitas tumor jinak di dalam tubuh, dan mengurangi keriput kulit.

Dari fungsi Lycopene didalam tubuh manusia yang terutama sebagai anti-oksidan, maka adaya kandungan Lycopene dalam buah semangka tidak ada hubungan dengan adanya efek viagra.


citrulline-2bbb

Citrulline

Buah semangka kaya akan kandungan Citrulline, suatu jenis asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,  didalam tubuh Citrulline dirubah menjadi asam amino lain yaitu arginine, yang berfungsi penting dalam pembelahan sel-sel tubuh (peremajaan sel-sel-tubuh), berfungsi untuk peyembuhan luka-luka, berfungsi mengeliminir / mengeluarkan ammonia dari dalam tubuh.

Asam Amino Arginine merupakan bagian dari struktur protein tubuh, berperanan sebagai precursor sintesa Nitric Oxide (NO), Nitric Oxide sendiri adalah Neuro-transmitter yang mengaktifkan Enzym Guanylate-cyclase untuk menstimulir / merangsang perubahan Guanyl-Tri- Phosphate menjadi Cyclic-Guanosie-Mono-Phosphate (cGMP) yang efek akhirnya berupa relaksasi sel-sel-otot dinding pembuluh darah, terjadi vasodilatasi / pelebaran pebuluh darah, sehingga darah banyak mengalir ke Corpus Carvernosum, dan terjadilah ereksi (lihat gambar dibawah).

citrulline-sildenafil-action-1bb

Bagaimana dengan Sildenafil (Viagra) sendiri ?

Cyclic-Guanosine-Mono-Phosphate yang menyebabkan vasodilatasi akan dirubah oleh Enzym Phospho-Di-Esterase (PDE) menjadi 5-Guanyl-Mono-Phosphate (5-GPM), sehingga efek vasodilatasi berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali.

Kerja Sildenafil adalah menghabat kerja Enzim Phospho-Di-Esterase (PDE), sehigga menghambat perubahan Cyclic-Guanosine-Mono-Phosphate (vasodilator) menjadi 5-Guanyl-Mono-Phosphate (non vasodilator), akibatnya vasodilatasi dipertahakan lebih lama.

viagra-1b2

Sildenafil / Viagra

Pengaruh Citrulline dan Viagra sama-sama mengakibatkan vasodilatasi pebuluh darah namun degan cara yang berbeda, sehingga tidak mudah untuk mencari equivalensinya. Pemakaian Viagra ada dosisnya yang jelas, waktu pemakaian ada persyaratanya, untuk bisa meperoleh khasiat yang diharapkan, sedangkan berapa dosis Citrulline yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan efek yang equivalen dengan Viagra ….. mg, berapa banyak (cc / liter)  Jus Semangka yang equivalent dibutuhkan, mengingat sangat bervariasinya kadar Citrulline dalam daging buah dan kulit Semangka dari berbagai jenis buah Semangka, jelas hal ini tidak akan mudah untuk menghitungnya.

Kadar Citrulline dalam daging buah & kulit Semangka:

Kadar Citrulline dalam buah Semangka berkisar antara 3,9 mg – 28,5 mg per gram berat kering buah Semangka (dwt).

Perinciannya:

Semangka berbiji :16,6 mg / g dwt.

Semangka tanpa biji : 20,3 mg / g dwt.

Semangka merah : 7,4 mg / g dwt.

Semangka kuning : 28,5 mg / g dwt.

Semangka orange : 14,2 mg / g dwt.

Kulit Semangka : 24,7 mg / g dwt  dibanding daging Semangka : 16,7 mg / g dwt.

Kulit Semangka : 1,3 mg / g fwt.  dibanding daging Semangka : 1,9 mg / g fwt. (fwt= fresh weight)

Februari 27, 2009 at 8:20 am Tinggalkan komentar

Bagaimana cara mengetahui keamanan bahan pewarna makanan yang kita gunakan

Bahan Pewarna Makanan, Obat,

Kosmetika, dan Alat Kesehatan

color-list-1b1

Bahan pewarna makanan, obat-obat-an, kosmetika, dan alat-alat kesehatan dapat berupa dyes, atau pigmen, atau bentuk senyawa lain yang dapat memberi warna ketika ditambahkan pada produk makanan, obat, kosmetika, dan alat kesehatan.
FDA membedakan bahan pewarna kedalam 2 golongan :

  1. Golongan bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi
  2. Golongan bahan pewarna yang dikecualikan dari sertifikasi (tidak memerlukan sertifikasi / dibebaskan dari sertifikasi).


(
1). Bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi :
Pewarna sintetik : Bahan pewarna ini tidak terdapat di alam melainkan diproduksi secara sintetik, melalui reaksi kimia,. di Amerika Serikat, bahan pewarna golongan ini harus diuji untuk kemurniannya dan diberi sertifikat setiap batchnya, sebelum diijinkan dijual ke pasar. FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat) menganalisa setiap batch, karena setiap batch meskipun dari pabrik yang sama akan dijumpai sedikit perbedaan dengan batch yang sebelumnya, hal ini disebabkan oleh reaksi kompleks dari senyawa kimia organik yang terjadi selama proses produksinya yang dapat menghasilkan produk-produk dengan komposisi yang sedikit berbeda-beda.

Produsen bahan pewarna mengirimkan contoh dari batch yang akan dimintakan sertifikasi, FDA menganalisa contoh tersebut untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan dari segi komposisi dan kemurniannya. Jika memenuhi persyaratan, maka FDA akan megeluarkan sertifikat dengan kode nomornya, dan diberikan nama baru sesuai dengan penggunaan bahan tambahan pewarna tersebut seperti : FD&C, DC, DC untuk pemakaian luar, penggunaan pewarna bersertikat FDA harus sesuai dengan ijin penggunaan yang tertulis dalam sertifikatnya.
Bahan pewarna yang tidak bersertifikat dapat diartikan

i. belum mengajukan sertifikasi, atau

ii. pengajuan sertifikasinya belum disetujui, atau

iii. permohonan sertifikasinya ditolak oleh FDA.

Contoh :

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Tartrazine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Yellow 5, Lot No

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Allura Red AC

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Red 40, Lot No
Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Indigotine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Blue No.2, Lot No

  • Bahan pewarna yang bersertifikat FD & C yang boleh digunakan untuk produk makanan : FD & C Yellow No.5, FD & C Red 40, FD & C Blue No.2
  • Bahan pewarna yang tidak bersertifat FD & C tidak boleh digunakan dalam produk makanan : Tartrazine, Allura Red AC, Indigotine.


Federal Food, Drug & Cosmetic (FD & C) Act of 1938 mengatur bahwa sertifikasi bahan pewarna menjadi wajib bagi produsennya, dan wewenang pengujiannya dialihkan dari USDA ke FDA. Untuk menghindari kebingungan dalam pemakaian bahan pewarna untuk makanan dengan bahan pewarna untuk penggunaan lain, FDA menetapkan tiga kategori sertifikasi bahan pewarna.

1. FD & C : Untuk Makanan, Obat dan Kosmetika

2. D & C : Obat-obatan dan Kosmetika

3. External D & C : Obat-obatan dan Kosmetika untuk pemakaian luar.


Pada setiap Sertifikat bahan pewarna diberikan nama khusus yang terdiri dari awalan, seperti FD & C, D & C, atau Ext.
D & C, nama warna, dan angka atau nomor. Kadang-kadang nama dari bahan pewarna disingkat dengan hanya terdiri dari nama warna dan angka atau nomor, seperti Yellow 6 sebagai ganti FD & C Yellow No.6


Pada tahun 1960, dikeluarkan amandemen peraturan FD & C, menetapkan bahan pewarna dalam daftar “provisional” yang memerlukan pengujian lebih lanjut menggunakan prosedur yang mutakhit. Salah satu bagian amandemen dikenal sebagai ”Delaney Clause” yang melarang menambahkan pada makanan bahan pewarna yang menunjukkan indikasi dapat menimbulkan kanker pada hewan atau manusia tanpa memperdulikan berapa besar dosis pemakaiannya. Dalam amandemen itu, golongan bahan pewarna yang ”dikecualikan dari sertifikasi” (exempt from certification) – lihat No.2, juga harus memenuhi standar keselamatan yang ketat sebelum bahan pewarna golongan itu diizinkan untuk digunakan dalam makanan.
Menurut Nutrition Labeling & Education Act tahun 1990, bahan pewarna bersertifikat yang digunakan dalam makanan harus dicantumkan dalam penandaan (label) dengan menggunakan nama yang umum digunakan, ketentuan ini berlaku sejak 1 Juli 1991.


(
2). Bahan tambahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi:
Bahan pewarna yang masuk golongan ini sebagian besar diperoleh dari tanaman, hewan, atau sumber-sumber mineral. Tidak diwajibkan sertifikasi, namun tetap harus mematuhi persyaratan-persyaratan yang berlaku.

Ada dua jenis bahan pewarna golongan ini :

  1. Bahan pewarna alami (Natural color), istilah bahan pewarna alami tidak dikenal oleh FDA. Diserahkan pada produsen bahan pewarna itu sendiri untuk menentukan bahwa bahan pewarna produksinya adalah bahan pewarna alami.
  2. Bahan pewarna identik alami (Natural identical color) : bahan pewarna ini juga diproduksi melalui sintesis kimia, tetapi tidak diwajibkan sertifikasi oleh FDA, dianggap bahan pewarna golongan ini tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna asli yang diperoleh dari alam, baik perbedaan secara kimia maupun perbedaan fungsi pemakaiannya. Sebagai contoh: bahan pewarna Beta-carotene yang dibuat secara sintetik dari acetone tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna Beta-carotene yang diperoleh dari alam, misalnya dari wortel.

Contoh-contoh bahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi :
Annatto ekstrak, B-APO-8′-carotenal *, Beta-carotene, bit bedak, Canthaxanthin, Carmel warna, Carrot oil, Cochineal extract (merah); Cottonseed tepung, toasted sebagian dihilangkan lemak, dimasak; Ferrous gluconate *, juice buah-buahan, warna grape extract *,
Grape ekstrak kulit * (enocianina), Paprika, Paprika oleoresin, Riboflavin, Saffron, Titanium dioksida *, Turmeric, Turmeric oleoresin, jus sayur
* Bahan pewarna makanan dengan tanda ” * ” tersebut diatas dibatasi hanya untuk penggunaan yang spesifik.


Sejauh mana keaman penggunaan bahan pewarna makanan tersebut ?
Tidak ada satupun penggunaan bahan pewarna makanan yang mutlak aman ! bahan pewarna makanan aman penggunaannya jika digunakan secara benar. FDA mengatur pemakaian bahan pewarna yang digunakan di Amerika Serikat. Mencakup penggunaannya dalam makanan (dan suplemen makanan), obat-obatan, kosmetik, dan alat-alat medis. Bahan pewarna ini (kecuali bahan pewarna rambut dari minyak bumi) hanya boleh digunakan sesuai dengan jenis penggunaan yang telah disetujui, termasuk spesifikasinya serta batasan-batasan penggunaannya. Informasi cara penggunaan pada bahan pewarna yang bersertifat ialah untuk menjamin bahwa bahan pewarna dari batch yang telah mendapatkan sertifikat tersebut benar telah digunakan sesuai dengan syarat-syarat penggunaannya yang tertulis dalam batch sertifikat yang dikeluarkan.


Dalam proses sertifikasi, FDA mengevaluasi data keamanan pemakaiannya untuk memastikan bahwa bahan pewarna yang dimaksud benar aman pemakaiannya sesuai dengan persetujuan yang dikeluarkan. Warna tambahan yang ditemukan menyebabkan kanker pada hewan atau manusia oleh FDA tidak boleh digunakan dalam produk-produk yang dipasarkan di Amerika Serikat.
Persetujuan bahan pewarna untuk pemakaian tertentu tidak berarti diperbolehkan untuk tujuan pemakaian yang lain-lain-nya, misalnya, bahan pewarna yang telah

disetujui untuk injeksi tidak diperbolehkan untuk penggunaan pada tatoo, bahan pewarna yang disetujui untuk digunakan pada rambut tidak diperbolehkan digunakan pada kulit, dan sebagainya.

FDA menjamin keamanan bahan pewarna yang digunakan dalam makanan, obat, kosmetik, alat-alat medis, yang dijual di Amerika Serikat.

FDA mewajibkan batch sertifikasi untuk semua bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 74

21 CFR bagian 82.

FDA mengecualikan kewajiban batch sertifikasi untuk bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 73


Reaksi terhadap penggunaan bahan pewarna meskipun jarang, namun mungkin terjadi, seperti peristiwa yang terjadi pada bahan pewarna FD & C Yellow No 5 yang menyebabkan gatal-gatal pada beberapa pemakai. FD & C Yellow No.5 banyak ditemukan dalam minuman, obat-obat-an, kosmetika, FDA mensyaratkan semua produk yang memakai FD & C Yellow No 5 harus ditulis pada labelnya sehingga konsumen yang sensitif terhadap FD & C Yellow No.5 dapat menghindarinya. Pada label obat, bahan pewarna ini juga ditulis dengan nama, “Tartrazine”. FDA setiap tahunnya men-sertifikasi lebih dari 2 juta pound Tartrazine (FD & C Yellow No.5). FDA dapat mengambil tindakan terhadap perusahaan jika ada pelanggaran, seperti penarikan kembali produk, FDA akan mengeluarkan surat peringatan, surat penahanan.


Hanya ada 9 bahan pewarna bersertifikat yang disetujui untuk digunakan dalam produk makanan di AS
, yaitu:
1 FD & C Blue No.1. … … …. (Brilliant Blue FCF) … … … … digunakan pada: minuman, produk susu bubuk, jellies, confections, icings, syrups, ekstrak
2 FD & C Blue No.2. … … …. (Indigo Carmine / Indigotine) .. gunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, confections, cherries
3 FD & C Green No.3. … … …( Fast Green FCF) … … … …. digunakan pada: minuman, puddings, es krim, cherries, confections, produk susu.
4 FD & C Red No.3. … … … ..(Erythrosine) … … … … … ….. digunakan pada: cherries cooktail dan buah-buahan, untuk salads, confections.
5 FD & C Red No.40. … … … (Red Allura AC) … … … … ….digunakan pada: gelatins, puddings, produk susu, confections, minuman.
6 FD & C Yellow No.5 … … .. (Tartrazine) … … … … … … …digunakan pada: minuman, es krim, confections, preserves, sereal
7 FD & C Yellow No.6 … … .. (Senja Kuning FCF) … … … ..digunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, minuman, dessert powders, confections
8 Orange B … … … … … … … … … … … … … … … … … … ….warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.
9 Citrus Red No.2 … … … … … … … … … … … … … … … … ..warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.


Apa bahan pewarna makanan menyebabkan hyperactivity pada anak-anak ?

Pemikiran dan dugaan ini mulai populer di tahun 1970-an, namun belum ada bukti yang menyatakan bahwa bahan pewarna dapat menyebabkan hiper-sensifitas (hypersensitivity) atau ketidak-mampuan belajar pada anak-anak. Pada tahun 1982, ”Concensud Development Panel of the National Institute of Health” memberikan kesimpulan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bahan pewarna makanan atau bahan tambahan makanan lainnya dapat menyebabkan hyperactivity.

Dua macam bentuk senyawa bahan pewarna :

  1. Dyes : Bahan pewarna bersifat larut dalam air, bahan pelarutnya selain air adalah gliserin, propylene-glycol dan alkohol. Dyes tidak larut dalam pelarut organik. Dyes terdapat dalam bentuk cairan, serbuk, granula, pasta dan dispersi, penggunaannya rata-rata 300 ppm – 600 ppm.
  2. Lakes : Bahan pewarna ini dibuat melalui proses pengendapan dan absorbsi dyes (lihat No.1) pada radikal Aluminium atau Kalsium yang dilapisi dengan alumina atau aluminium hidrat. Lapisan alumina ini tidak larut dalam air, sehingga Lakes tidak larut pada hampir semua pelarut.

Bahaya pemakaian bahan pewarna sintetik bukan makanan untuk produk makanan :

Pada proses pembuatan bahan pewarna sintetik, umumnya melalui reaksi kimia yang menggunakan asam sulfat atau asam nitrat. Asam sulfat dan Asam nitrat sering tercemar logam-logam berat, seperti Plumbum (Pb) dan Arsenikum (As) yang bersifat racun. Untuk bahan pewarna yang dianggap aman dipakai kandungan logam Arsenikumnya tidak boleh lebih besar dari 0,0004 %, sedang kandungan logam Plumbumnya tidak boleh lebih dari 0,0001%.

Pada pembuata bahan pewarna organik, umumnya melalui produk-produk antara, atau bisa terbentuk senyawa baru lain yang berbahaya, senyawa-senyawa baru dan produk-produk antara itu dapat tertinggal dalam produk akhir pembuatan bahan pewarna tersebut.

Cemaran bahan-bahan ini yang menyebabkan bahan pewarna sintetik tidak bersertifikat atau bahan pewarna sintetik bukan makanan dipakai untuk produk-produk makanan.

Contoh : antara lain.

  1. pemakaian bahan pewarna tekstil Methanil Yellow dalam pembuatan tahu, atau pembuatan manisan mangga.
  2. pemakaian bahan pewarna dilarang Rhodamin B dalam jajanan es campur.
  3. Pemakaian bahan pewarna tak bersertifikat Tartrazine untuk porduk sirup, limun.


Referensi : FDA

Februari 14, 2009 at 8:04 am Tinggalkan komentar

5 Cara untuk berhenti merokok !

cigarette-1

Rokok mengandung lebih dari 4000 seyawa kimia beracun, kebanyakan dari golongan “ Volatile Organic Compounds / VOC”, senyawa kimia organik beracun yang mudah meguap salah. Salah satu senyawa kimia beracun yang disebut Nikotin membuat perokok ketagihan untuk merokok terus menerus sehingga sulit untuk menghentikannya, ketagihan Nikotin adalah salah satu gejala kecanduan yang sangat sulit untuk di stop. Orang yang kecanduan merokok tidak mati disebabkan oleh keracunan Nikotin, melainkan oleh seyawa beracun lain seperti tar (hasil pembakaran rokok), karbon monoksida (CO), nitrosamina, formaldehida (HCOH), hidrogen sianida (HCN) dll

nicotine-2d-skeletalNikotin merupakan alkaloid, dapat ditemukan dalam tanaman dari keluarga Solanaceae, tembakau kering berisi sekitar 0,6-3,0% Nikotin. Perokok rata-rata menghisap1 mg Nikotin dari setiap batang rokok, Struktur molekul Nikotin mirip dengan struktur molekul acetylcholine, suatu neurotransmitter didalam jaringan otak, yang mempengaruhi banyak fungsi tubuh, seperti bernapas, denyut jantung, daya ingat. Acetylcholine juga mempengaruhi neurotransmitters lainnya yang mempengaruhi nafsu makan, emosi, dan memori, ketika Nikotin sampai ke otak, akan menepel ke sel saraf tempat kedudukan acetylcholine, sehigga menimbulkan efek yang sama denga efek dari acetylcholine.

Nikotin bertindak sebagai pemicu dalam sistem saraf pusat (CNS), Nikotin ketika masuk kedalam tubuh akan didistribusikan dengan cepat melalui darah sampai keotak, dibutuhkan sekitar tujuh detik bagi Nikotin untuk mencapai otak setelah terhisap, Nikotin mengikat nicotinic-acetylcholine -receptors sehingga meningkatkan pegeluaran hormon neurotransmitters dopamine di dalam otak yang menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan meningkatkan kewaspadaan, Disamping itu Nikotin mempunyai efek mengurangi nafsu makan (mengurangi rasa lapar) sehingga menyebabkan para perokok kehilangan berat badannya (menjadi kurus), dengan meningkatkan kadar dopamine didalam otak, Nikotin menimbulkan efek ketagihan yang kuat, namun efek ketagihan yang disebabka oleh Nikotin berlangsung sangat singkat, sehingga orang harus terus menerus menghisap Nikotin sepanjang hari guna mempertahankan efek perasaan nyaman serta untuk mencegah timbulnya gejala kecanduan.
Di kelenjar adrenal bagian tengah (adrenal medulla) yang terletak di atas organ ginjal Nikotin mengikat nicotinic receptors, yang meningkatkan produksi hormon adrenaline, peningkatan pelepasan hormone adrenalin (dan hormone nor-adrenalin) ke dalam darah, menyebabkan peningkatan denyut jantung, naiknya tekanan darah, naiknya frekwensi pernafasan, serta naiknya kadar gula darah.

Upaya menghentikan kecanduan merokok:

Ada banyak cara untuk berhenti merokok:

  1. Latihan fisik yang intensif dan dorongan kemauan yang kuat dari diri sendiri untuk berhenti merokok
  2. Berhenti merokok melalui Yoga: berbagai aspek seperti yoga asanas, pranayama, meditasi, dan teknik bernapas dalam latihan yoga adalah cara yang baik untuk menghentikan kebiasaan merokok, yoga benar-benar dapat memainkan peranan penting dalam usaha untuk menghentikan kebiasaan merokok, yoga juga memulihkan kesehatan tubuh dari kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh rokok, yoga meningkatkan kekuatan paru-paru sehingga dapat meng-eliminir efek-efek berbahaya dari merokok.
  3. Terapi penggantian Nikotin: menggunakan berbagai bentuk produk / sediaan yang mengandung Nikotin untuk mengganti Nikotin yang diperoleh dari merokok atau penggunaan produk tembakau lainnya, produk seperti ini akan memberikan penggantian Nikotin rokok ke otak dengan cara yang lebih lambat dibanding asupan asli Nikotin dari merokok, produk-produk seperti ini digunakan untuk para perokok yang mengalami gejala kecanduan dan ketagihan yang berat yang disebabkan oleh hilangnya Nikotin dari rokok. Produk-produk ini aman digunakan.

Produk-produk pengganti Nikotin:

(1). Nicotine patch: sebuah transdermal patch yang akan melepaskan Nikotin ke dalam tubuh melalui kulit.
(2). Nicotine Inhaler.
(3). Nicotine nasal spray
(4). Permen karet Nikotin: jenis permen karet kunyah yang memberikan Nikotin ke dalam tubuh melalui penyerapan oleh dinding selaput tipis didalam mulut.
(5). Nicotine sublingual tablet, tablet yang digunakan dengan cara meletakkannya dibawah lidah sambil dihisap.
(6). Nicotine pastilles / lozenges.

  1. Nicotinic-partial-receptor-agonist: mengikat dan mengaktifkan nicotinic-receptor di otak, tapi efekya hanya pada sebagian receptor, cara kerjanya bersaing mengikat receptor agonist itu sehingga menurunkan aktivitas yang diakibatkan oleh Nikotin dari rokok, sehingga para perokok tidak merasakan nikmatnya merokok, Nikotin yang masuk ke otak yang berasal dari merokok tidak bisa sepenuhnya mengikat nicotinic-acetylcholine-receptor, akibatya pelepasan dopamine juga berkurang, sehingga efek kenikmatan merokok juga jauh berkurang, hal ini mengakibatkan hilangnya rasa ketagihan dan kecanduan merokok, yang akhirnya membuat para prokok dapat menghentikan sendiri kebiasaan merokokya.
    Cytisine: adalah alkaloid jenis piridin yang beracun, diperoleh dari tanaman dari keluarga (Familia) Faboideae, Cytisine adalah nicotinic-partial-receptor-agonist, secara farmakologi (kerja obat) mempunyai efek serupa dengan Nikotin karena kemiripan struktur molekulnya, Cystine dipakai untuk merawat pasien yang ketagihan dan kecanduan Nikotin.
    Varenicline tartrate: derivate (turunan) Cytisine yang telah disetujui penggunaannya pada tahun 2006 sebagai obat untuk berhenti merokok, Varenicline tartrate adalah juga nicotinic-partial-receptor-agonist, untuk mengurangi ketagihan dan kecanduan Nikotin rokok.

Struktur molekul Varenicline

Varenicline

155px-vareniclinesvg
(7,8,9,10-tetrahydro-6,10-methano-6H-pyrazino (2,3-h) (3) benzazepine)

  1. Nicotinic antagonist: jenis anti-cholinergic yang menghambat atau memblokir kerja nicotinic-acetylcholine-receptors, sehingga Nikotin asal merokok tidak dapat mengikatnya, efek peningkatan hormon neurotransmitter dopamin tidak terjadi, akibatnya efek senang, nyaman sewaktu merokok tidak dapat dirasakan lagi (merokok terasa hambar)(1).Bupropion: merupakan atypical antidepressant yang bekerja seperti norepinephrine, sebagai penghambat dopamine reuptake, dan bekerja sebagai nicotinic antagonist.
    (2). Mecamylamine: adalah nicotinic antagonist yang diserap dengan baik melalui gastrointestinal tract (saluran pencernaan), dan bisa melalui penghalang darah-otak (blood-brain barrier)..
    (3). 18-methoxycoronaridine: adalah nicotinic antagonist selektif, memblokir nicotinic-acetylcholine-receptor di otak, dapat digunakan untuk pengobatan ketagihan obat-obat-an.

Referensi:

Wikipedia
Stopi merokok melalui Yoga
Stop merokok

Februari 7, 2009 at 4:36 am 2 komentar


Kalender

Juni 2017
S S R K J S M
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Posts by Month

Posts by Category