Posts filed under ‘Makanan-Minuman’

Cholesterol baik, Cholesterol jahat

Apakah Cholesterol Itu?

Mengapa ditakuti banyak orang?

cholesterol-1bb

Cholesterol

Cholest-5-en-3ß-ol

Cholesterol adalah sejenis senyawa sterol yang terdapat dalam tubuh  manusia dan hewan tingkat tinggi, Cholesterol terdapat dalam semua jaringan, seperti di otak, jaringan saraf tulang belakang, dalam minyak dan lemak hewan. Cholesterol terdapat diotak: 2000mg/100 gr,

kunig telur: 1500 mg/gr,

hati: 300 mg/gr,

udang: 200 mg/gr.

Cholesterol dalam jumlah yang cukup diperlukan oleh tubuh kita untuk membangun membran sel, untuk bahan sintese hormon-hormon steroid penting seperti hormon seks, hormon yang mengontrol ekskresi urine dan metabolisme glukosa.

Cholesterol didalam tubuh dibedakan menjadi :

Cholesterol endogen, yaitu yang disintesa didalam tubuh,

Cholesterol eksogen, yaitu Cholesterol yang berasal dari bahan makanan yang dimakan.

Cholesterol hanya terdapat dalam pakan hewani, pakan yang berasal dari nabati tidak mengandung Cholesterol melainkan mengandung fitosterol, yang didalam tubuh manusia tidak dapat dirubah / disintesa  menjadi Cholesterol !

Sintesa Cholesterol didalam tubuh berlangsung dengan bahan baku asam lemak, baik asam lemak jenuh maupun asam lemak tidak jenuh dengan bantuan enzim-enzim, apabila konsumsi  Cholesterol eksogen dari makanan bertambah, ini akan menekan sintesa Cholesterol didalam tubuh, karena kebutuhan Cholesterol oleh tubuh setiap harinya sudah tertentu jumlahnya, sehingga setiap penambahan dari luar, akan menekan sintesanya didalam tubuh.
Cholesterol dibendakan dalam 2 bentuk:

1. LDL-Cholesterol (Low Density Liporpotein), LDL-Cholesterol sering disebut Cholesterol jahat, karena dapat menyebabkan timbulnya penyakit arteriosclerosis.

2. HDL-Cholesterol (High Density Lipoprotein), HDL-Cholesterol seringkali disebut sebagai Cholesterol baik, karena dapat mengikis terbentuknya pengendapan lemak didinding pembuluh darah, fungsinya sangat penting, yaitu membawa molekul-molekul Cholesterol didalam darah yang berasal dari bahan pangan hewani atau yang berasal dari sintesa didalam hati.

Cholesterol ini sangat penting untuk mensintesa  hormon steroid, dan untuk memproduksi asam empedu di hati. Satu partikel / gumpalan LDL mengandung sekitar 2.000 molekul Cholesterol berikatan dengan asam lemak (Cholesteril ester ), 1.000 molekul fosfolipid dan satu molekul besar protein di permukaan partikel ini yang disebut: apolipoprotein b-100.

Hubungan Asam lemak dan Cholesterol:

Asam lemak jenuh meningkatkan kadar Cholesterol darah melalui mekanisme penurunan jumlah reseptor LDL di hati. Reseptor LDL adalah protein pada membran sel yang bertanggung jawab atas penyerapan partikel LDL, sedangkan partikel LDL berfungsi mengangkut molekul Cholesterol didalam sirkulasi darah, Akibat menurunnya jumlah reseptor LDL di hati maka laju penyerapan partikel LDL oleh hati pun menurun, selanjutnya akan terjadi penumpukan Cholesterol LDL didalam sirkulasi darah, terjadilah hypercholesterolaemia, yang sangat berbahaya karena terjadinya pengendapan partikel-partikel lemak didinding pembuluh darah, yang akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, pengapuran pembuluh darah, sehingga dinding  pembuluh darah menjadi rigid  tidak elastis lagi, hal ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension).

Silahkan baca juga :

  1. 10 jenis makanan sahabat cholesterol
  2. 10 jenis makanan anti cholesterol
Iklan

Maret 22, 2009 at 12:46 pm Tinggalkan komentar

Hubungan Minyak Goreng dan Kolesterol

Minyak Goreng – Asam Lemak – Cholesterol

Minyak Goreng adalah minyak yang dipakai untuk menggoreng, atau untuk memasak. Minyak ini diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber nabati maupun sumber hewani. Selain dipakai untuk menggoreng dan memasak, minyak goreng juga dipakai untuk pembuatan margarine, pembuatan sabun, kosmetik, dan obat-obatan, misalnya untuk pelarut obat suntik. Minyak tersebut sebelum dapat digunakan untuk menggoreng / memasak terlebih dahulu harus melalui proses seperti: pengepresan, ekstraksi, stom-destilasi, netralisasi, filtrasi, deodorasi dan fraksinasi atau winterisasi.
Tidak semua minyak yang diperoleh dari hewan maupun tumbuh-tumbuhan dapat dipakai sebagai minyak goreng (Frying Oil), minyak masak (Cooking Oil) atau minyak makan (Edible Oil). Sebagai contoh dapat dilihat ditabel dibawah ini :

[1]. Minyak hewani yang digunakan sebagai minyak goreng:
minyak sapi,
minyak ayam,
minyak kambing,
minyak babi.
[2]. Tumbuh-tumbuhan / nabati yang digunakan sebagai minyak goreng:
Nama minyak  – Nama dagang –  Asal tanaman
Minyak Kelapa – Coconut Oil – Cocos nucifera
Minyak Kelapa Sawit – Palm Oil – Eleis guineesis
Minyak Biji Sawit – Palm Kernel Oil – Eleis Guineesis
Minyak Kedelai – Soyabean Oil – Glycine soya
Minyak Jagung –  Corn Oil – Zea Mays.
Minyak Kacang – Arachis Oil – Arachis hypogea
Minyak Lobak – Rapeseed Oil – Brassica nigra
Minyak Biji kapas – Gossipium Oil – Gossypium barbadense.
Minyak Biji Bunga Matahari – Sunflower seed oil – Helianthus annuus
Minyak Zaitun – Olive Oil – Olea europaea
Minyak Wijen – Sesame Seed Oil –  Sesamum indicum.

[A]. Minyak hewani yang tidak dapat digunakan sebagai Minyak Goreng:
Lemak Bulu Domba (Adeps Lanae),
Minyak Hati Ikan (Cod Oil, Squalene)
[B]. Minyak nabati: yang tidak dapat digunakan sebagai Minyak Goreng:
Minyak Biji Lins (Oleum Linum) / untuk industri cat,
Minyak Jarak (Oleum Ricini) / untuk obat-obatan,
Minyak Kayuputih (Oleum Cajuputi) / untuk obat-obatan,
Minyak atsiri lainnya / untuk parfum

Istilah minyak (Oil) dan lemak (Fat) adalah untuk membedakan keadaan minyak / lemak itu pada suhu kamar (28-32 derajat Celcius). Disebut minyak kalau pada suhu kamar berbentuk cair, dan disebut lemak apabila pada suhu kamar berbentuk padat. Minyak Kelapa yang mempunyai titik beku 22° C, didaerah tropis seperti Indonesia disebut minyak, namun didaerah subtropis yang suhu udaranya dibawah 22°C minyak kelapa disebut lemak (bentuk padat).

Minyak atau lemak khususnya minyak nabati, mengandung asam-asam lemak esensial seperti asam linoleat, linolenat dan arakidonat yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan Cholesterol.
Minyak atau lemak juga berfungsi sebagai sumber pelarut vitamin-vitamin A, D, E, K.

Komposisi Minyak / Lemak
Minyak / Lemak yang berasal dari nabati ( tumbuh-tumbuhan ) selain mengandung minyak / lemak sebagai komponen utama, juga mengandung senyawa-senyawa lain bukan minyak seperti: gum, resin, lendir, asam-sasam lemak bebas (FFA), fosfatida, protein, dan senyawa-senyawa sterol yang disebut Fitosterol (suatu jenis senyawa sterol yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, namun berbeda dengan Cholesterol). Minyak Kelapa mengandung pula Vitamin E (tocopherol), sedang minyak kelapa sawit mengandung tocopherol dan ß-carotene yang berwarna merah. minyak Nabati tidak mengandung Cholesterol !!!!! melainkan mengandung Fitosterol yang didalam tubuh manusia tidak dapat dirubah menjadi Cholesterol)

Minyak adalah senyawa GLICERIDE, yaitu senyawa antara gliserin dengan satu (mono), dua (di), atau tiga (tri) macam asam lemak (disebut juga senyawa Ester), asam lemaknya dapat berupa asam lemak jenuh (ALJ) / Saturated Fatty Acid, atau asam lemak tidak jenuh (ALTJ) / un-saturated Fatty Acid, atau kombinasi dari keduanya, dengan demikian dikenal senyawa-senyawa mono-gliserida, di-gliserida, tri-gliserida, dari bermacam-macam jenis asam lemak, sebagai contoh minyak kelapa sawit merupakan campuran dari +/- 126 macam mono (satu), di (dua) dan tri (tiga) GLICERIDE.
Kadar asam lemak jenuh (ALJ) maupun asam lemak tidak jenuh (ALTJ) berbeda-beda tergantung dari jenis minyaknya. Tabel dibawah menggambarkan perbedaan tersebut :

Jenis minyak………….- Kadar ALJ (%)….- Kadar ALTJ (%)
Minyak Kelapa……….- 90 %……………… – 10 %
Minyak Kelapa Sawit.- 50 %……………….- 50 %
Minyak Kedelai………- 10  %………………- 90 %

Minyak Goreng yang mengandung kadar ALTJ tinggi lebih baik untuk kesehatan dibanding minyak goreng yang kadar ALTJ nya rendah, minyak-minyak goreng dengan kadar ALTJ tinggi tersebut dikatakan sebagai minyak kesehatan.

Asam Lemak Jenuh (ALJ) & Asam Lemak Tidak Jenuh (ALTJ):
Asam lemak adalah suatu senyawa hidrokarbon dengan jumlah atom C dari 2 sampai 24, karena merupakan suatu asam organik, maka dalam struktur molekul asam lemak terdapat gugus carboksilat : -CHO2. Asam lemak yang ikatan antara atom C nya tunggal disebut asam lemak Jenuh, sedang yang mempunyai 1 ikatan rangkap (double bond) antara 2 atom C nya disebut asam lemak tidak jenuh, asam lemak tidak jenuh dikenal ada yang ikatan rangkapnya 2, 3 sampai 6 (six double bonds).
Dalam minyak lemak hewani maupun nabati, asam-asam lemak jenuh nya biasanya : lauric, myristic, palmitic, stearic, arachidic, sedang diantara asam lemak tidak jenuhnya : oleic, erusic, linoleic, linolenic, arachidonic, elupanodonic, diantara asam-asam lemak tidak jenuh asam oleat (oleic acid) ) merupakan komponen terbesar dalam minyak-minyak lemak alami.
Contoh-contoh Asam lemak jenuh:
Asam Butirat (Butiric)………..: C3H7COOH
Asam Kaproat (Caproic)……..: C5H11COOH
Asam Kaprilat (Caprylic)…….: C7H15COOH
Asam Laurat (Lauric)…………: C11H23COOH
Asam Myristat (Myristic)…….: C13H27COOH
Asam Palmitat (Palmitic)…….: C15H31COOH
Asam Stearat (Stearic)………..: C17H35COOH
Asam Arachidat (Eicosanoic).: C19H39COOH
Contoh Asam lemak tidak jenuh:
Asam Oleat (Oleic)……………: C17H33COOH
Asam Erusik (Erusic)………..: C21H41COOH
Asam Linoleat (Linoleic)…..: C17H31COOH
Asam Linolenat (Linolenic).: C17H29COOH
Dalam hal Asam lemak tidak jenuh terdapat isomer yang disebut ” trans isomer ” dan cis isomer ” Asam lemak tidak jenuh yang terdapat dalam minyak / lemak alami umumnya dalam bentuk ” cis isomer ” dimana kedua atom C diantara ikatan rangkap terletak pada sisi yang sama. Disebut ” trans isomer ” apabila letak kedua atom C diantara ikatan rangkap terletak pada sisi yang berlawanan. Asam lemak dalam bentuk trans-isomer justru meningkatkan kadar Cholesterol darah, yang akhirnya dapat menimbulkan penyakit arteriosklerosis dan penyakit jantung koroner. Asam lemak bentuk trans ini dapat terbentuk bila minyak nabati atau minyak ikan yang kaya asam lemak tidak jenuhnya (PUFA – Poly Un Saturated Fatty Acid) diproses agar menjadi padat dengan di-hidrogenasi. Umumnya asam lemak trans itu adalah Asam Eleidat dan isomernya (mengandung 18 atom C dengan 1 ikatan rangkap) yang terbentuk dari Asam Oleat.
Hubungan Asam lemak dan Cholesterol:
Asam lemak jenuh meningkatkan kadar Cholesterol darah melalui mekanisme penurunan jumlah reseptor LDL di hati. Reseptor LDL adalah protein pada membran sel yang bertanggung jawab atas penyerapan partikel LDL, sedangkan partikel LDL berfungsi mengangkut molekul Cholesterol didalam sirkulasi darah, Akibat menurunnya jumlah reseptor LDL di hati maka laju penyerapan partikel LDL oleh hati pun menurun, selanjutnya akan terjadi penumpukan Cholesterol LDL didalam sirkulasi darah, terjadilah hypercholesterolaemia, yang sangat berbahaya karena terjadinya pengendapan partikel-partikel lemak didinding pembuluh darah, yang akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, pengapuran pembuluh darah, sehingga dinding pembuluh darah menjadi rigid tidak elastis lagi, hal ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension).

Maret 22, 2009 at 12:36 pm Tinggalkan komentar

Pencemaran Bakteri Pseudomonas cocovenenans dalam Tempeh Bongkrek, toxin sangat berbahaya !

Apa sebabnya Tempeh Bongkrek sangat beracun ?

Sudah banyak korban meninggal karena makan tempeh bongkrek ! Tempeh bongkrek dibuat dari ampas kelapa, yang diperoleh dari sisa pembuatan minyak kelapa, sisa pembuatan dodol, atau bungkil kelapa dari pabrik.

Dari kandungan nutrisi, tiap 100 gram tempeh bongkrek bernilai 119 kalori, kandungan proteinnya 4,4 gram, lemak 3,5 gram, karbohidrat 18,3 gram, kalsium 27 milligram, fosfor 100 milligram, zat besi 2,6 milligram, g itu juga mengandung vitamin B1 0,08 milligram.

Cara pembuatan tempeh bongkrek sederhana, yaitu ampas kelapa atau bungkil kelapa direndam semalam, setelah itu dicuci, diperas airnya, dan dikukus selama kurang lebih 1 jam. Selesai dikukus ampas kelapa dicampur dengan tempe yang mengandung kapang tempe atau kapang bongkrek : Rhizopus oligosporus ) atau Rhizopus oryzae. Campuran ini kemudian dibungkus dengan daun pisang atau dihamparkan diatas nyiru yang ditutup dengan daun pisang. Setelah dibiarkan 2 hari, ampas kelapa akan ditumbuhi kapang tempeh.

Tempeh Bongkrek mengandung racun yang mematikan ?

Tempeh bongkrek mematikan karena ter-kontaminasi oleh sejenis bakteri yang tumbuh lebih cepat daripada kapang bongkrek. Bakteri yang mengeluarkan racun itu adalah : Pseudomonas cocovenenans ( cocovenenans artinya racun dari kelapa ). Yang pertama kali mempelajari penyebab keracunan tempe bongkrek adalah: Mertens dan van Veen dari Institut Eijkman. Bakteri bongkrek hanya dapat tumbuh pada tempe bongkrek dan membentuk racun jika bahan dasar tempe adalah kelapa parut, ampas kelapa atau bungkil kelapa, sedangkan tempe dari kedele atau oncom dari bungkil kacang tanah tidak beracun walaupun ditulari bakteri itu. Namun bungkil kacang tanah yang belum diberi ragi oncom, bisa beracun jika ditulari bakteri itu. Tempe bongkrek yang dibuat dari bungkil kelapa pabrik jarang ditumbuhi bakteri mematikan itu karena kadar lemaknya rendah. Tempe bongkrek yang terbuat dari kelapa parut dan ampas kelapa sisa perasan penduduk sendiri sering ditumbuhi bakteri itu karena masih mengandung banyak lemak.

Bakteri Pseudomonas cocovenenans bila tumbuh pada ampas kelapa akan memproduksi racun toxoflavin dan asam bongkrek. Ke 2 racun itulah yang

mematikan pemakan tempe bongkrek. Asam bongkrek adalah racun yang tidak berwarna. Toksoflavin antibiotik yang berwarna kuning, tampak jelas jika tempe

bongkrek terkontaminasi racun itu. Asam bongkrek daya toksisitasnya lebih tinggi dibanding toksoflavin.

bongkrekic-acid-3b

Bongkrekic Acid

3-Carboxymethyl-1,7 methoxy-6,18,21-trimethyldocosa-

-2,4,8,12,14,18,20 heptaenedioic Acid.

toxoflavin-1b

Toxoflavin

1,6 Dimethylpyrimido(5,4-e)-as-triazine-5,7(1H,6H)-dione

Asam bongkrek bekerja secara akumulatif dan akan menyebabkan kematian mendadak setelah racunnya terkumpul didalam tubuh, racun itu tidak mudah diinaktifkan atau didetoksifikasi maupun diekskresi oleh tubuh. Didalam tubuh asam bongkrek menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah akibat

mobilisasi glikognen dari hati dan otot. Setelah glikogen dalam otot dan hati habis segera gula dalam darah dihabiskan juga sampai yang keracunan meninggal.

Usaha Pencegahan timbulnya racun :

Usaha-usaha untuk menghindari timbulnya racun pada pembuatan tempeh bongkrek:

1. Dengan penambahan kapang / jamur Monilla sitophila sebagai pengganti kapang bongkrek, bila terkontaminasi dengan bakteri bongkrek atau Pseudomonas cocovenenans tidak terbentuk racun, namun bukan tempe bongkrek yang dihasilkan melainkan oncom !

2. Dengan penambahan antibiotik Aureomycin dan Terramycin untuk mencegah pertumbuhan Bakteri bongkrek…… namun karena mahal tidak digunakan lagi !

3. Dengan penambahan daun calincing atau Oxalis sepium yang sering digunakan untuk membuat sayur asam, daun calincing ini selain dapat menghambat pertumbuhan bakteri bongkrek, juga merupakan antidotum (penawar racun) keracunan asam bongkrek ! ….. sayang penambahan daun segar pada pembuatan tempe bongkrek ini menyebabkan timbulnya warna hijau, dan rasanya agak asam, sehingga kurang disukai !

4. Dengan penambahan garam dapur ( NaCl ) 1,5 – 2 % pada ampas kelapa, juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri bongkrek, sehingga bisa mencegah pembentukan asam bongkrek.

Februari 28, 2009 at 12:51 am Tinggalkan komentar

Benarkah Jus Semangka punya efek seperti viagra ?

watermelon-semangka-3bb

”Semangka Viagra Alami”

Artikel dikutip dari Kompas.com, Kamis, 3 Juli 2008 | 19:58 WIB

Artikel yang sejenis di majalah Media Kawasan, Puri & sekitarnya,

edisi Februari 2009, halaman 18-19: ”Efek Viagra dalam semangka”

”Sepotong buah semangka dingin nan segar memang menggiurkan untuk dijadikan kudapan sehat. Tapi siapa sangka, buah bulat berkadar air tinggi ini ternyata memiliki khasiat luar biasa yang nyaris serupa dengan obat kejantanan Viagra.

Peneliti dari Texas Amerika Serikat seperti dilansir AP, Kamis (3/7),  melaporkan bahwa semangka mengandung sejenis zat bernama citrulline.  Zat ini mampu merangsang produksi senyawa kimia yang membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks seperti halnya yang terjadi saat pria meminum Viagra.

Ditemukan dalam daging dan kulit semangka, citrulline akan bereaksi dengan enzim tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak. Zat ini lalu berubah menjadi arginine, sejenis asam amino yang berkhasiat bagi jantung dan sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh.

“Arginine memicu produksi nitrat oksida, yang membuat pembuluh darah menjadi rileks,  efek dasar yang dimiliki Viagra, untuk mengatasi disfungsi ereksi atau mungkin mencegahnya,” ungkap Bhimu Patil, peneliti dan direktur Texas A&M’s Fruit and Vegetable Improvement Center.

“Semangka mungkin tidak untuk organ tertentu seperti halnya Viagra, tetapi ini cara yang bagus untuk membuat pembuluh darah rileks tanpa ada efek samping obat,” tegas Patil.

Menurut riset, citrulline lebih banyak ditemukan pada kulit semangka yakni sekitar 60 persen ketimbang dalam dagingnya. Tetapi, persentasenya juga bisa bervariasi. Citrulline juga dapat ditemukan pada semua warna semangka dan yang paling tinggi kandungannya adalah jenis semangka kuning.

Walaupun temuan ini cukup fenomenal,  Todd Wehner, peneliti semangka di North Carolina State University, berpendapat bahwa siapapun yang biasa mengomsumsi Viagra sebaiknya tidak berharap akan mendapat faedah sama dari semangka.

“Sepertinya semangka dapat memberikan efek yang menarik, tetapi ini bukan sebagai pengganti terapi obat ” tegas Wehner.

Sedangkan Penelope Perkins-Veazie, peneliti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Lane, Oklahoma, berpendapat, riset yang dilakukan Patil memang valid tetapi dengan satu catatan penting. Menurutnya, untuk mendapatkan citrulline yang mampu merangsang kadar arginine dalam tubuh, seseorang harus memakan setidaknya enam gelas (sekitar 1,4 liter) semangka.

“Masalahnyam ketika makan terlalu banyak semangka, Anda cenderung ingin sering ke kamar kecil,” tambah Perkins-Veazie.

watermelon-sliced-1ccccSemangka memang bersifat diuretik atau menambah kecepatan pembentukan urin.  Problem lainnya, kata Perkins-Veazie, adalah kandungan gula yang begitu besar yang bakal meluber ke dalam pembuluh darah sehingga dikhawatirkan  menyebabkan keram.

Menurut Patil, yang penelitiannya dibiayai USDA,  nitrat oksida juga dapat membantu pasien penderita angina, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Patil dan timnya berencara melanjutkan penelitian untuk mencari mekanisme mengurangi kandungan gula dalam semangka”.

Dikatakan Semangka mengadug 2 zat yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu Lycopen dan Citrulline. Senyawa apakah Lycopene & Citrulline itu ?, dan bagaimana efeknya didalam tubuh kalau dikonsumsi ?

Lycopene

lycopene-1bb

Lycopene merupakan zat warna golongan carotenoids, merupakan acyclic-isomer dari β-Carotene, yaitu zat warna merah alami pada wortel (Daucus carota), buah sawit (Elaeis guineensis), namun tidak mepunyai khasiat Vitain A, sangat aktif dan sangat efektif sebagai anti-oksidan, dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Lycopene larut dalam minyak, disintesa oleh tumbuh-tumbuhan, dan mikro-organisme, tidak disitesa oleh tubuh manusia dan tubuh binatang, umumnya terdapat didalam plasma darah dan jaringan tubuh dalam konsentrasi yang lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa golongan Carotenoid lainnya, karena sifatnya yang larut dalam minyak terkonsentrasi di fraksi ”low-density” dan ”very-low-desity” lipoprotein didalam serum, juga terkonsetrasi di organ ginjal, hati, testes, dan prostat.

Lycopene adalah senyawa Anti-Oksidan yang asli terdapat didalam alam, yaitu didalam sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna jingga hingga merah, Lycopene yang membuat warna merah pada Semangka (Citrullus lanatus) dan Tomat (Solanum lycopersicum), merupakan senyawa anti-oksidan yang kuat yang menetralkan radikal-radikal bebas didalam sel-sel tubuh yang dapat meyebabkan sakit dan menyebabkan terjadinya proses penuaan, disamping itu Lycopene bisa mengurangi aktivitas sel kista hingga 90 persen, bisa mengurangi bekas luka setelah operasi, mengurangi aktivitas tumor jinak di dalam tubuh, dan mengurangi keriput kulit.

Dari fungsi Lycopene didalam tubuh manusia yang terutama sebagai anti-oksidan, maka adaya kandungan Lycopene dalam buah semangka tidak ada hubungan dengan adanya efek viagra.


citrulline-2bbb

Citrulline

Buah semangka kaya akan kandungan Citrulline, suatu jenis asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,  didalam tubuh Citrulline dirubah menjadi asam amino lain yaitu arginine, yang berfungsi penting dalam pembelahan sel-sel tubuh (peremajaan sel-sel-tubuh), berfungsi untuk peyembuhan luka-luka, berfungsi mengeliminir / mengeluarkan ammonia dari dalam tubuh.

Asam Amino Arginine merupakan bagian dari struktur protein tubuh, berperanan sebagai precursor sintesa Nitric Oxide (NO), Nitric Oxide sendiri adalah Neuro-transmitter yang mengaktifkan Enzym Guanylate-cyclase untuk menstimulir / merangsang perubahan Guanyl-Tri- Phosphate menjadi Cyclic-Guanosie-Mono-Phosphate (cGMP) yang efek akhirnya berupa relaksasi sel-sel-otot dinding pembuluh darah, terjadi vasodilatasi / pelebaran pebuluh darah, sehingga darah banyak mengalir ke Corpus Carvernosum, dan terjadilah ereksi (lihat gambar dibawah).

citrulline-sildenafil-action-1bb

Bagaimana dengan Sildenafil (Viagra) sendiri ?

Cyclic-Guanosine-Mono-Phosphate yang menyebabkan vasodilatasi akan dirubah oleh Enzym Phospho-Di-Esterase (PDE) menjadi 5-Guanyl-Mono-Phosphate (5-GPM), sehingga efek vasodilatasi berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali.

Kerja Sildenafil adalah menghabat kerja Enzim Phospho-Di-Esterase (PDE), sehigga menghambat perubahan Cyclic-Guanosine-Mono-Phosphate (vasodilator) menjadi 5-Guanyl-Mono-Phosphate (non vasodilator), akibatnya vasodilatasi dipertahakan lebih lama.

viagra-1b2

Sildenafil / Viagra

Pengaruh Citrulline dan Viagra sama-sama mengakibatkan vasodilatasi pebuluh darah namun degan cara yang berbeda, sehingga tidak mudah untuk mencari equivalensinya. Pemakaian Viagra ada dosisnya yang jelas, waktu pemakaian ada persyaratanya, untuk bisa meperoleh khasiat yang diharapkan, sedangkan berapa dosis Citrulline yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan efek yang equivalen dengan Viagra ….. mg, berapa banyak (cc / liter)  Jus Semangka yang equivalent dibutuhkan, mengingat sangat bervariasinya kadar Citrulline dalam daging buah dan kulit Semangka dari berbagai jenis buah Semangka, jelas hal ini tidak akan mudah untuk menghitungnya.

Kadar Citrulline dalam daging buah & kulit Semangka:

Kadar Citrulline dalam buah Semangka berkisar antara 3,9 mg – 28,5 mg per gram berat kering buah Semangka (dwt).

Perinciannya:

Semangka berbiji :16,6 mg / g dwt.

Semangka tanpa biji : 20,3 mg / g dwt.

Semangka merah : 7,4 mg / g dwt.

Semangka kuning : 28,5 mg / g dwt.

Semangka orange : 14,2 mg / g dwt.

Kulit Semangka : 24,7 mg / g dwt  dibanding daging Semangka : 16,7 mg / g dwt.

Kulit Semangka : 1,3 mg / g fwt.  dibanding daging Semangka : 1,9 mg / g fwt. (fwt= fresh weight)

Februari 27, 2009 at 8:20 am Tinggalkan komentar

Bagaimana cara mengetahui keamanan bahan pewarna makanan yang kita gunakan

Bahan Pewarna Makanan, Obat,

Kosmetika, dan Alat Kesehatan

color-list-1b1

Bahan pewarna makanan, obat-obat-an, kosmetika, dan alat-alat kesehatan dapat berupa dyes, atau pigmen, atau bentuk senyawa lain yang dapat memberi warna ketika ditambahkan pada produk makanan, obat, kosmetika, dan alat kesehatan.
FDA membedakan bahan pewarna kedalam 2 golongan :

  1. Golongan bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi
  2. Golongan bahan pewarna yang dikecualikan dari sertifikasi (tidak memerlukan sertifikasi / dibebaskan dari sertifikasi).


(
1). Bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi :
Pewarna sintetik : Bahan pewarna ini tidak terdapat di alam melainkan diproduksi secara sintetik, melalui reaksi kimia,. di Amerika Serikat, bahan pewarna golongan ini harus diuji untuk kemurniannya dan diberi sertifikat setiap batchnya, sebelum diijinkan dijual ke pasar. FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat) menganalisa setiap batch, karena setiap batch meskipun dari pabrik yang sama akan dijumpai sedikit perbedaan dengan batch yang sebelumnya, hal ini disebabkan oleh reaksi kompleks dari senyawa kimia organik yang terjadi selama proses produksinya yang dapat menghasilkan produk-produk dengan komposisi yang sedikit berbeda-beda.

Produsen bahan pewarna mengirimkan contoh dari batch yang akan dimintakan sertifikasi, FDA menganalisa contoh tersebut untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan dari segi komposisi dan kemurniannya. Jika memenuhi persyaratan, maka FDA akan megeluarkan sertifikat dengan kode nomornya, dan diberikan nama baru sesuai dengan penggunaan bahan tambahan pewarna tersebut seperti : FD&C, DC, DC untuk pemakaian luar, penggunaan pewarna bersertikat FDA harus sesuai dengan ijin penggunaan yang tertulis dalam sertifikatnya.
Bahan pewarna yang tidak bersertifikat dapat diartikan

i. belum mengajukan sertifikasi, atau

ii. pengajuan sertifikasinya belum disetujui, atau

iii. permohonan sertifikasinya ditolak oleh FDA.

Contoh :

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Tartrazine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Yellow 5, Lot No

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Allura Red AC

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Red 40, Lot No
Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Indigotine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Blue No.2, Lot No

  • Bahan pewarna yang bersertifikat FD & C yang boleh digunakan untuk produk makanan : FD & C Yellow No.5, FD & C Red 40, FD & C Blue No.2
  • Bahan pewarna yang tidak bersertifat FD & C tidak boleh digunakan dalam produk makanan : Tartrazine, Allura Red AC, Indigotine.


Federal Food, Drug & Cosmetic (FD & C) Act of 1938 mengatur bahwa sertifikasi bahan pewarna menjadi wajib bagi produsennya, dan wewenang pengujiannya dialihkan dari USDA ke FDA. Untuk menghindari kebingungan dalam pemakaian bahan pewarna untuk makanan dengan bahan pewarna untuk penggunaan lain, FDA menetapkan tiga kategori sertifikasi bahan pewarna.

1. FD & C : Untuk Makanan, Obat dan Kosmetika

2. D & C : Obat-obatan dan Kosmetika

3. External D & C : Obat-obatan dan Kosmetika untuk pemakaian luar.


Pada setiap Sertifikat bahan pewarna diberikan nama khusus yang terdiri dari awalan, seperti FD & C, D & C, atau Ext.
D & C, nama warna, dan angka atau nomor. Kadang-kadang nama dari bahan pewarna disingkat dengan hanya terdiri dari nama warna dan angka atau nomor, seperti Yellow 6 sebagai ganti FD & C Yellow No.6


Pada tahun 1960, dikeluarkan amandemen peraturan FD & C, menetapkan bahan pewarna dalam daftar “provisional” yang memerlukan pengujian lebih lanjut menggunakan prosedur yang mutakhit. Salah satu bagian amandemen dikenal sebagai ”Delaney Clause” yang melarang menambahkan pada makanan bahan pewarna yang menunjukkan indikasi dapat menimbulkan kanker pada hewan atau manusia tanpa memperdulikan berapa besar dosis pemakaiannya. Dalam amandemen itu, golongan bahan pewarna yang ”dikecualikan dari sertifikasi” (exempt from certification) – lihat No.2, juga harus memenuhi standar keselamatan yang ketat sebelum bahan pewarna golongan itu diizinkan untuk digunakan dalam makanan.
Menurut Nutrition Labeling & Education Act tahun 1990, bahan pewarna bersertifikat yang digunakan dalam makanan harus dicantumkan dalam penandaan (label) dengan menggunakan nama yang umum digunakan, ketentuan ini berlaku sejak 1 Juli 1991.


(
2). Bahan tambahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi:
Bahan pewarna yang masuk golongan ini sebagian besar diperoleh dari tanaman, hewan, atau sumber-sumber mineral. Tidak diwajibkan sertifikasi, namun tetap harus mematuhi persyaratan-persyaratan yang berlaku.

Ada dua jenis bahan pewarna golongan ini :

  1. Bahan pewarna alami (Natural color), istilah bahan pewarna alami tidak dikenal oleh FDA. Diserahkan pada produsen bahan pewarna itu sendiri untuk menentukan bahwa bahan pewarna produksinya adalah bahan pewarna alami.
  2. Bahan pewarna identik alami (Natural identical color) : bahan pewarna ini juga diproduksi melalui sintesis kimia, tetapi tidak diwajibkan sertifikasi oleh FDA, dianggap bahan pewarna golongan ini tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna asli yang diperoleh dari alam, baik perbedaan secara kimia maupun perbedaan fungsi pemakaiannya. Sebagai contoh: bahan pewarna Beta-carotene yang dibuat secara sintetik dari acetone tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna Beta-carotene yang diperoleh dari alam, misalnya dari wortel.

Contoh-contoh bahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi :
Annatto ekstrak, B-APO-8′-carotenal *, Beta-carotene, bit bedak, Canthaxanthin, Carmel warna, Carrot oil, Cochineal extract (merah); Cottonseed tepung, toasted sebagian dihilangkan lemak, dimasak; Ferrous gluconate *, juice buah-buahan, warna grape extract *,
Grape ekstrak kulit * (enocianina), Paprika, Paprika oleoresin, Riboflavin, Saffron, Titanium dioksida *, Turmeric, Turmeric oleoresin, jus sayur
* Bahan pewarna makanan dengan tanda ” * ” tersebut diatas dibatasi hanya untuk penggunaan yang spesifik.


Sejauh mana keaman penggunaan bahan pewarna makanan tersebut ?
Tidak ada satupun penggunaan bahan pewarna makanan yang mutlak aman ! bahan pewarna makanan aman penggunaannya jika digunakan secara benar. FDA mengatur pemakaian bahan pewarna yang digunakan di Amerika Serikat. Mencakup penggunaannya dalam makanan (dan suplemen makanan), obat-obatan, kosmetik, dan alat-alat medis. Bahan pewarna ini (kecuali bahan pewarna rambut dari minyak bumi) hanya boleh digunakan sesuai dengan jenis penggunaan yang telah disetujui, termasuk spesifikasinya serta batasan-batasan penggunaannya. Informasi cara penggunaan pada bahan pewarna yang bersertifat ialah untuk menjamin bahwa bahan pewarna dari batch yang telah mendapatkan sertifikat tersebut benar telah digunakan sesuai dengan syarat-syarat penggunaannya yang tertulis dalam batch sertifikat yang dikeluarkan.


Dalam proses sertifikasi, FDA mengevaluasi data keamanan pemakaiannya untuk memastikan bahwa bahan pewarna yang dimaksud benar aman pemakaiannya sesuai dengan persetujuan yang dikeluarkan. Warna tambahan yang ditemukan menyebabkan kanker pada hewan atau manusia oleh FDA tidak boleh digunakan dalam produk-produk yang dipasarkan di Amerika Serikat.
Persetujuan bahan pewarna untuk pemakaian tertentu tidak berarti diperbolehkan untuk tujuan pemakaian yang lain-lain-nya, misalnya, bahan pewarna yang telah

disetujui untuk injeksi tidak diperbolehkan untuk penggunaan pada tatoo, bahan pewarna yang disetujui untuk digunakan pada rambut tidak diperbolehkan digunakan pada kulit, dan sebagainya.

FDA menjamin keamanan bahan pewarna yang digunakan dalam makanan, obat, kosmetik, alat-alat medis, yang dijual di Amerika Serikat.

FDA mewajibkan batch sertifikasi untuk semua bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 74

21 CFR bagian 82.

FDA mengecualikan kewajiban batch sertifikasi untuk bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 73


Reaksi terhadap penggunaan bahan pewarna meskipun jarang, namun mungkin terjadi, seperti peristiwa yang terjadi pada bahan pewarna FD & C Yellow No 5 yang menyebabkan gatal-gatal pada beberapa pemakai. FD & C Yellow No.5 banyak ditemukan dalam minuman, obat-obat-an, kosmetika, FDA mensyaratkan semua produk yang memakai FD & C Yellow No 5 harus ditulis pada labelnya sehingga konsumen yang sensitif terhadap FD & C Yellow No.5 dapat menghindarinya. Pada label obat, bahan pewarna ini juga ditulis dengan nama, “Tartrazine”. FDA setiap tahunnya men-sertifikasi lebih dari 2 juta pound Tartrazine (FD & C Yellow No.5). FDA dapat mengambil tindakan terhadap perusahaan jika ada pelanggaran, seperti penarikan kembali produk, FDA akan mengeluarkan surat peringatan, surat penahanan.


Hanya ada 9 bahan pewarna bersertifikat yang disetujui untuk digunakan dalam produk makanan di AS
, yaitu:
1 FD & C Blue No.1. … … …. (Brilliant Blue FCF) … … … … digunakan pada: minuman, produk susu bubuk, jellies, confections, icings, syrups, ekstrak
2 FD & C Blue No.2. … … …. (Indigo Carmine / Indigotine) .. gunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, confections, cherries
3 FD & C Green No.3. … … …( Fast Green FCF) … … … …. digunakan pada: minuman, puddings, es krim, cherries, confections, produk susu.
4 FD & C Red No.3. … … … ..(Erythrosine) … … … … … ….. digunakan pada: cherries cooktail dan buah-buahan, untuk salads, confections.
5 FD & C Red No.40. … … … (Red Allura AC) … … … … ….digunakan pada: gelatins, puddings, produk susu, confections, minuman.
6 FD & C Yellow No.5 … … .. (Tartrazine) … … … … … … …digunakan pada: minuman, es krim, confections, preserves, sereal
7 FD & C Yellow No.6 … … .. (Senja Kuning FCF) … … … ..digunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, minuman, dessert powders, confections
8 Orange B … … … … … … … … … … … … … … … … … … ….warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.
9 Citrus Red No.2 … … … … … … … … … … … … … … … … ..warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.


Apa bahan pewarna makanan menyebabkan hyperactivity pada anak-anak ?

Pemikiran dan dugaan ini mulai populer di tahun 1970-an, namun belum ada bukti yang menyatakan bahwa bahan pewarna dapat menyebabkan hiper-sensifitas (hypersensitivity) atau ketidak-mampuan belajar pada anak-anak. Pada tahun 1982, ”Concensud Development Panel of the National Institute of Health” memberikan kesimpulan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bahan pewarna makanan atau bahan tambahan makanan lainnya dapat menyebabkan hyperactivity.

Dua macam bentuk senyawa bahan pewarna :

  1. Dyes : Bahan pewarna bersifat larut dalam air, bahan pelarutnya selain air adalah gliserin, propylene-glycol dan alkohol. Dyes tidak larut dalam pelarut organik. Dyes terdapat dalam bentuk cairan, serbuk, granula, pasta dan dispersi, penggunaannya rata-rata 300 ppm – 600 ppm.
  2. Lakes : Bahan pewarna ini dibuat melalui proses pengendapan dan absorbsi dyes (lihat No.1) pada radikal Aluminium atau Kalsium yang dilapisi dengan alumina atau aluminium hidrat. Lapisan alumina ini tidak larut dalam air, sehingga Lakes tidak larut pada hampir semua pelarut.

Bahaya pemakaian bahan pewarna sintetik bukan makanan untuk produk makanan :

Pada proses pembuatan bahan pewarna sintetik, umumnya melalui reaksi kimia yang menggunakan asam sulfat atau asam nitrat. Asam sulfat dan Asam nitrat sering tercemar logam-logam berat, seperti Plumbum (Pb) dan Arsenikum (As) yang bersifat racun. Untuk bahan pewarna yang dianggap aman dipakai kandungan logam Arsenikumnya tidak boleh lebih besar dari 0,0004 %, sedang kandungan logam Plumbumnya tidak boleh lebih dari 0,0001%.

Pada pembuata bahan pewarna organik, umumnya melalui produk-produk antara, atau bisa terbentuk senyawa baru lain yang berbahaya, senyawa-senyawa baru dan produk-produk antara itu dapat tertinggal dalam produk akhir pembuatan bahan pewarna tersebut.

Cemaran bahan-bahan ini yang menyebabkan bahan pewarna sintetik tidak bersertifikat atau bahan pewarna sintetik bukan makanan dipakai untuk produk-produk makanan.

Contoh : antara lain.

  1. pemakaian bahan pewarna tekstil Methanil Yellow dalam pembuatan tahu, atau pembuatan manisan mangga.
  2. pemakaian bahan pewarna dilarang Rhodamin B dalam jajanan es campur.
  3. Pemakaian bahan pewarna tak bersertifikat Tartrazine untuk porduk sirup, limun.


Referensi : FDA

Februari 14, 2009 at 8:04 am Tinggalkan komentar

Cemaran Bahan berbahaya dari kemasan plastik

plastic-resin-recycle-codes-1c
Dalam artikel yang lalu telah kita kenal jenis kemasan plastik yang aman untuk makanan dan minuman, yaitu jenis plastik No. 1 (PET), No. 2 (HDPE), No. 4 (LDPE), No. 5 (PP). dan jenis kemasan plastik yang tidak aman, yaitu jenis plastik No. 3 (PVC), No. 6 (Polystyrene), dan  No. 7 (Polycarbonate).

Pemberian kode nomor dari 1 sampai 7 serta lambang daur ulang pada kemasan plastik tujuan utama  sebenarnya adalah untuk memudahkan proses daur ulang  (recycle) plastik bekas kemasan tersebut,  karena dalam proses daur ulang,  plastik bekas kemasan harus di kelompokkan dahulu berdasarkan jenis dan warnanya, atau berdasarkan kode  nomornya, namun sayang sekali kenyataan yang ada dilapangan tidak semua plastik kemasan untuk makanan, minuman, obat-obat-an maupun kosmetika  mencantumkan kode nomornya,  hal ini banyak terjadi juga pada kemasan-kemasan plastik dari produk-produk yang terkenal dari produsen-produsen besar.

Proses daur ulang plastik (recycle) kemasan bekas makanan dan minuman tidak dipakai untuk kemasan makanan dan minuman lagi, melainkan digunakan untuk keperluan lain, plastik kemasan makanan dan minuman sayogianya dibuat dari biji plastik (polymer) yang murni bukan dari hasil daur ulang.

Apakah klasifikasi jenis plastik kedalam katagori aman dan tidak aman untuk kemasan makanan dan minuman itu benar, kalau benar dasar pertimbangannya apa ?  Untuk itu kita perlu mengetahui teknologi pembuatan macam-macam jenis plastik.

Plastik adalah suatu produk polymer sintetik, yaitu hasil polimerasi (polycondensation)  dari ber-macam-macam monomer tergantung dari jenis plastiknya. Sedangkan monomer sendiri adalah suatu senyawa hydrocarbon tidak jenuh (unsaturated chemical compound), mempunyai ikatan rangkap antar 2 atom carbonnya (double bond chain), umunnya disebut senyawa Alkene atau olefine. Contoh monomer misalnya : ethylene, propylene.

Senyawa Polymer dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Natural Polymer : contohnya : shellac, amber.

2. Biopolymer : contohnya : protein, DNA, cellulose.

3. Synthetic Polymer : contohnya : plastik, silicones, nylon, polyacrylonitril.

Disini kita hanya akan membahas lebih lanjut plastik yang merupakan synthetic Polymer.

Plastic Polymer dapat dibedakan menjadi 2 golongan :

1. Polyolefins : merupakan hasil polimerasi dari alkene atau olefine,

    contoh-contoh Polyolefins :

a. LDPE = Low Density Polyethylene

b. HDPE – High Density Polyethylene

c. PP = Polypropylene

d. PS = Polystyrene

e. PVC = Polyvinyl Chloride

f. PC = Polycarbonate.

g. PTFE = Polytetrafluoroethylene, dikenal sebagai Teflon.

2. Polyester : merupakan hasil polimerasi yang mengandung senyawa

                     ester didalam rantai utama molekulnya.

contoh-contoh Polyester :

a. PET = Polyethelene Terephthalate

b. PBT = Polybutylene Terephthalate

c. Polyester fabrics.

d. Polyester fibers.

Dalam proses polimerasi (polycondensation) kemungkinan terdapat monomer-monomer yang tidak terikat dalam molekul polymer (makromolekul), sehingga tetap merupakan senyawa-senyawa monomer bebas, yang akan mencemari produk plastik itu sendiri.

Didalam produk plastik terdapat 3 unsur utama , yaitu :

1. Senyawa Polymer ( Polyolefins, Polyester )

2. Bahan additives ( bahan kimia yang ditambahkan untuk

    memperbaiki sifat plastik itu sendiri)

3. Cemaran monomer-monomer.

Bahan additives yang dipakai untuk pembuatan plastik sangat beragam dan banyak yang merupakan bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Bahan additives untuk pembuatan plastik digolongkan berdasarkan fungsi dari Zat Additives tersebut, seperti fungsi-fungsi tersebut dibawah beserta contoh-contoh bahan kimianya :

1. Stabilizer :

a.  senyawa-senyawa Lead / Plumbum (timbal) seperti Lead-oxides,

     Lead-sulphates, Lead-phosphates, senyawa-senyawa Cadmium

    (Cd)

b. senyawa-senyawa Metal-soaps seperti Zn, Ca/Zn, Ba/Zn, Ba/Ca-

    stearates.

c. Organic tin compounds (Zn / timah)  seperti Dimethyl-tin-

    thioglycolate.

2. Palsticizers : Phathalates dan adipates, seperti :

    Diethylhexylphthalate (DEHP), Diethylhexyladipate (DEHA),

    Dioctylphthalate (DOP)

3. Lubricants : Lead-stearate, stearic-acid, waxes, mineral-oil.

4. Catalysts : Hydrogen-peroxide, Ethyl-chloroformate, Methylethyl-

    ketone-peroxide, Antimony-based catalyst yang dipakai dalam

    pembuatan PET.

5. Others : zat-zat tambahan lainnya seperti :

a. Pigments : seharusnya dari jenis food grade (FDC).

b. Fillers : Talc, Titanium-dioxide.

c. Bacteriostatics

d. UV radiation absorbers.

e. Antistatic agents.

f. Surfactants.

Setelah mengetahui bahan-bahan apa saja yang kemungkinan besar terkandung dalam bahan plastik kemasan makanan dan minuman yang kita pakai, mengingat beragamnya zat Additives dalam pembuatan bermacam jenis plastik kemasan, sudah selayaknya  kita tetap ber-hati-hati dan cermat dalam menggunakannya sebagai kemasan bahan makanan dan minuman, terutama dalam keadaan panas, karena banyak bahan-bahan additives tersebut selain mengandung logam berat, juga kemungkinan mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan manusia, dan bahan-bahan additives itu dapat migrasi (berpindah) kedalam makanan atau minuman yang dikemas, migrasi dipercepat dengan adanya suhu tinggi.

Sebagai contoh untuk kemasan air minum digunakan berbagai macam jenis plastik sesuai dengan tujuan penggunaan serta sifat jenis plastiknya sendiri,  ada yang tidak berwarna (putih transparan), ada pula yang berwarna hijau atau biru transparan,  contoh :

a. Plastik No. 1 (PET / PETE)  untuk air minum dalam kemasan botol.

b. Plastik No. 5 (PP)  untuk air minum dalam kemasan gelas plastik atau cup.

c. Plastik No.  7 (Other)  untuk air minum dalam kemasan galon 20 liter.

Untuk tutup gelas plastik / cup dipakai plastik No. 4 (LDPE), sedang untuk tutup botol dan galon dipakai plastik No. 2 (HDPE), umumnya opaque (tidak tembus pandang), ada yang putih opaque, banyak pula yang ditambah bermacam-macam bahan pewarna plastik, kuning, merah, hujau, biru, ungu dsb.

Januari 13, 2009 at 3:06 pm 2 komentar

Benarkah Air Minum dalam Botol Plastik dimobil berbahaya ?

Continue Reading Januari 10, 2009 at 5:44 am 2 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Oktober 2017
S S R K J S M
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Posts by Month

Posts by Category