Hubungan Minyak Goreng dan Kolesterol

Maret 22, 2009 at 12:36 pm Tinggalkan komentar

Minyak Goreng – Asam Lemak – Cholesterol

Minyak Goreng adalah minyak yang dipakai untuk menggoreng, atau untuk memasak. Minyak ini diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber nabati maupun sumber hewani. Selain dipakai untuk menggoreng dan memasak, minyak goreng juga dipakai untuk pembuatan margarine, pembuatan sabun, kosmetik, dan obat-obatan, misalnya untuk pelarut obat suntik. Minyak tersebut sebelum dapat digunakan untuk menggoreng / memasak terlebih dahulu harus melalui proses seperti: pengepresan, ekstraksi, stom-destilasi, netralisasi, filtrasi, deodorasi dan fraksinasi atau winterisasi.
Tidak semua minyak yang diperoleh dari hewan maupun tumbuh-tumbuhan dapat dipakai sebagai minyak goreng (Frying Oil), minyak masak (Cooking Oil) atau minyak makan (Edible Oil). Sebagai contoh dapat dilihat ditabel dibawah ini :

[1]. Minyak hewani yang digunakan sebagai minyak goreng:
minyak sapi,
minyak ayam,
minyak kambing,
minyak babi.
[2]. Tumbuh-tumbuhan / nabati yang digunakan sebagai minyak goreng:
Nama minyak  – Nama dagang –  Asal tanaman
Minyak Kelapa – Coconut Oil – Cocos nucifera
Minyak Kelapa Sawit – Palm Oil – Eleis guineesis
Minyak Biji Sawit – Palm Kernel Oil – Eleis Guineesis
Minyak Kedelai – Soyabean Oil – Glycine soya
Minyak Jagung –  Corn Oil – Zea Mays.
Minyak Kacang – Arachis Oil – Arachis hypogea
Minyak Lobak – Rapeseed Oil – Brassica nigra
Minyak Biji kapas – Gossipium Oil – Gossypium barbadense.
Minyak Biji Bunga Matahari – Sunflower seed oil – Helianthus annuus
Minyak Zaitun – Olive Oil – Olea europaea
Minyak Wijen – Sesame Seed Oil –  Sesamum indicum.

[A]. Minyak hewani yang tidak dapat digunakan sebagai Minyak Goreng:
Lemak Bulu Domba (Adeps Lanae),
Minyak Hati Ikan (Cod Oil, Squalene)
[B]. Minyak nabati: yang tidak dapat digunakan sebagai Minyak Goreng:
Minyak Biji Lins (Oleum Linum) / untuk industri cat,
Minyak Jarak (Oleum Ricini) / untuk obat-obatan,
Minyak Kayuputih (Oleum Cajuputi) / untuk obat-obatan,
Minyak atsiri lainnya / untuk parfum

Istilah minyak (Oil) dan lemak (Fat) adalah untuk membedakan keadaan minyak / lemak itu pada suhu kamar (28-32 derajat Celcius). Disebut minyak kalau pada suhu kamar berbentuk cair, dan disebut lemak apabila pada suhu kamar berbentuk padat. Minyak Kelapa yang mempunyai titik beku 22° C, didaerah tropis seperti Indonesia disebut minyak, namun didaerah subtropis yang suhu udaranya dibawah 22°C minyak kelapa disebut lemak (bentuk padat).

Minyak atau lemak khususnya minyak nabati, mengandung asam-asam lemak esensial seperti asam linoleat, linolenat dan arakidonat yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan Cholesterol.
Minyak atau lemak juga berfungsi sebagai sumber pelarut vitamin-vitamin A, D, E, K.

Komposisi Minyak / Lemak
Minyak / Lemak yang berasal dari nabati ( tumbuh-tumbuhan ) selain mengandung minyak / lemak sebagai komponen utama, juga mengandung senyawa-senyawa lain bukan minyak seperti: gum, resin, lendir, asam-sasam lemak bebas (FFA), fosfatida, protein, dan senyawa-senyawa sterol yang disebut Fitosterol (suatu jenis senyawa sterol yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, namun berbeda dengan Cholesterol). Minyak Kelapa mengandung pula Vitamin E (tocopherol), sedang minyak kelapa sawit mengandung tocopherol dan ß-carotene yang berwarna merah. minyak Nabati tidak mengandung Cholesterol !!!!! melainkan mengandung Fitosterol yang didalam tubuh manusia tidak dapat dirubah menjadi Cholesterol)

Minyak adalah senyawa GLICERIDE, yaitu senyawa antara gliserin dengan satu (mono), dua (di), atau tiga (tri) macam asam lemak (disebut juga senyawa Ester), asam lemaknya dapat berupa asam lemak jenuh (ALJ) / Saturated Fatty Acid, atau asam lemak tidak jenuh (ALTJ) / un-saturated Fatty Acid, atau kombinasi dari keduanya, dengan demikian dikenal senyawa-senyawa mono-gliserida, di-gliserida, tri-gliserida, dari bermacam-macam jenis asam lemak, sebagai contoh minyak kelapa sawit merupakan campuran dari +/- 126 macam mono (satu), di (dua) dan tri (tiga) GLICERIDE.
Kadar asam lemak jenuh (ALJ) maupun asam lemak tidak jenuh (ALTJ) berbeda-beda tergantung dari jenis minyaknya. Tabel dibawah menggambarkan perbedaan tersebut :

Jenis minyak………….- Kadar ALJ (%)….- Kadar ALTJ (%)
Minyak Kelapa……….- 90 %……………… – 10 %
Minyak Kelapa Sawit.- 50 %……………….- 50 %
Minyak Kedelai………- 10  %………………- 90 %

Minyak Goreng yang mengandung kadar ALTJ tinggi lebih baik untuk kesehatan dibanding minyak goreng yang kadar ALTJ nya rendah, minyak-minyak goreng dengan kadar ALTJ tinggi tersebut dikatakan sebagai minyak kesehatan.

Asam Lemak Jenuh (ALJ) & Asam Lemak Tidak Jenuh (ALTJ):
Asam lemak adalah suatu senyawa hidrokarbon dengan jumlah atom C dari 2 sampai 24, karena merupakan suatu asam organik, maka dalam struktur molekul asam lemak terdapat gugus carboksilat : -CHO2. Asam lemak yang ikatan antara atom C nya tunggal disebut asam lemak Jenuh, sedang yang mempunyai 1 ikatan rangkap (double bond) antara 2 atom C nya disebut asam lemak tidak jenuh, asam lemak tidak jenuh dikenal ada yang ikatan rangkapnya 2, 3 sampai 6 (six double bonds).
Dalam minyak lemak hewani maupun nabati, asam-asam lemak jenuh nya biasanya : lauric, myristic, palmitic, stearic, arachidic, sedang diantara asam lemak tidak jenuhnya : oleic, erusic, linoleic, linolenic, arachidonic, elupanodonic, diantara asam-asam lemak tidak jenuh asam oleat (oleic acid) ) merupakan komponen terbesar dalam minyak-minyak lemak alami.
Contoh-contoh Asam lemak jenuh:
Asam Butirat (Butiric)………..: C3H7COOH
Asam Kaproat (Caproic)……..: C5H11COOH
Asam Kaprilat (Caprylic)…….: C7H15COOH
Asam Laurat (Lauric)…………: C11H23COOH
Asam Myristat (Myristic)…….: C13H27COOH
Asam Palmitat (Palmitic)…….: C15H31COOH
Asam Stearat (Stearic)………..: C17H35COOH
Asam Arachidat (Eicosanoic).: C19H39COOH
Contoh Asam lemak tidak jenuh:
Asam Oleat (Oleic)……………: C17H33COOH
Asam Erusik (Erusic)………..: C21H41COOH
Asam Linoleat (Linoleic)…..: C17H31COOH
Asam Linolenat (Linolenic).: C17H29COOH
Dalam hal Asam lemak tidak jenuh terdapat isomer yang disebut ” trans isomer ” dan cis isomer ” Asam lemak tidak jenuh yang terdapat dalam minyak / lemak alami umumnya dalam bentuk ” cis isomer ” dimana kedua atom C diantara ikatan rangkap terletak pada sisi yang sama. Disebut ” trans isomer ” apabila letak kedua atom C diantara ikatan rangkap terletak pada sisi yang berlawanan. Asam lemak dalam bentuk trans-isomer justru meningkatkan kadar Cholesterol darah, yang akhirnya dapat menimbulkan penyakit arteriosklerosis dan penyakit jantung koroner. Asam lemak bentuk trans ini dapat terbentuk bila minyak nabati atau minyak ikan yang kaya asam lemak tidak jenuhnya (PUFA – Poly Un Saturated Fatty Acid) diproses agar menjadi padat dengan di-hidrogenasi. Umumnya asam lemak trans itu adalah Asam Eleidat dan isomernya (mengandung 18 atom C dengan 1 ikatan rangkap) yang terbentuk dari Asam Oleat.
Hubungan Asam lemak dan Cholesterol:
Asam lemak jenuh meningkatkan kadar Cholesterol darah melalui mekanisme penurunan jumlah reseptor LDL di hati. Reseptor LDL adalah protein pada membran sel yang bertanggung jawab atas penyerapan partikel LDL, sedangkan partikel LDL berfungsi mengangkut molekul Cholesterol didalam sirkulasi darah, Akibat menurunnya jumlah reseptor LDL di hati maka laju penyerapan partikel LDL oleh hati pun menurun, selanjutnya akan terjadi penumpukan Cholesterol LDL didalam sirkulasi darah, terjadilah hypercholesterolaemia, yang sangat berbahaya karena terjadinya pengendapan partikel-partikel lemak didinding pembuluh darah, yang akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, pengapuran pembuluh darah, sehingga dinding pembuluh darah menjadi rigid tidak elastis lagi, hal ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension).

Entry filed under: Makanan-Minuman. Tags: .

Hati-hati pemakaian cat rambut yang terus menerus. Cholesterol baik, Cholesterol jahat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: