Bagaimana cara menghindari Sindrom Gedung Sakit

Januari 31, 2009 at 6:47 am Tinggalkan komentar

sindrom-gedung-sakit-b5Dewasa ini dikota-kota besar terdapat bangunan gedung-gedung perkantoran yang menjulang tinggi, sampai lebih dari 50 lantai, gedung-gedung tersebut biasanya dibuat tertutup, memiliki system pengaturan udara sendiri. Gedung-gedung perkantoran semacam ini ternyata dapat menimbulkan masalah gangguan kesehatan, yang disebut Sindrom Gedung Sakit (Sick Building Syndrome).

Sindrom Gedung Sakit merupakan kumpulan gejala penyakit (sindrom) yang disebabkan oleh kondisi udara dalam gedung yang tidak sehat, terjadi gangguan sirkulasi udara, yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dalam gedung. Gejala penyakit ini biasanya berlangsung 2 minggu,  meskipun tidak parah, namun sangat mengganggu kenyamanan kerja penghuni kantor, mempengaruhi produktivitas kerja karyawan, Namun gejala penyakit ini baru boleh dikatakan Sindrom Gedung Sakit kalau menyerang lebih dari 20 % jumlah karyawan penghuni gedung tersebut, kalau hanya 1 atau 2 orang karyawan yang sakit, belum dapat dikatakan Sindrom Gedung Sakit.

Apa Penyebabnya ?

Sindrom Gedung Sakit disebabkan oleh pencemaran udara dalam gedung (indoor air pollutions), pencemaran udara dalam gedung ini dapat lebih buruk disbanding pencemaran udara luar (outdoor air pollutions).

Ada 7 penyebab utama pencemaran udara dalam gedung :

  1. Gangguan sirkulasi udara, seperti ventilasi udara tidak memadai, system Heating-Ventilating-Air-Conditioning (HVAC) tidak berjalan baik, jumlah udara segar yang dimasukkan (fresh air intake) tidak mencukupi untuk jumlah orang didalam gedung, juga dapat disebabkan karena pemeliharaan alat (maintenance) yang kurang memadai.
  2. Pencemaran dari peralatan kantor didalam gedung, seperti mesin fotocopy, mesin facimile, computer, proyektor.
  3. Pencemaran dari bahan bangunan dari gedung, seperti carpet, dinding atau plafon dari particle board, lem untuk pemasangan bahan-bahan bangunan tersebut, bahan cat tembok dan cat kayu, furniture kantor baik terbuat dari kayu yang di-vernis, karet busa, kulit pembungkus sofa dan sebaginya.
  4. Pencemaran dari luar gedung (outdoor air pollutions), seperti asap kendaraan bermotor yang lewat, cerobong asap, asap dapur kantor, asap rokok dari luar (environment tobacco smoke), yang diakibatkan oleh penempatan lubang udara masuk yang tidak tepat, misalnya dekat cerobong asap, dekat generator listrik berbahan minyak bumi.
  5. Pencemaran dari bahan-bahan pembersih kantor, restroom, gudang, pengharum ruangan dan lain-lainnya.
  6. Pencemaran dari mikroba atau virus udara, karena udara dalam gedung panas dan lembab.
  7. Pencemaran dari asap rokok kalau ada karyawan atau tamu yang merokok.

Gejala-gejala Sindrom Gedung Sakit :

  1. Mirip gejala flu, namun segera berkurang atau hilang apabila penderita keluar dari gedung, gejala akan timbul lagi apabila penderita kembali masuk kedalam gedung.
  2. Ganggua pernafasan, tenggorokan terasa kering, batuk terus menerus, hidung mampet, sinusitis.
  3. Gangguan pada kulit.
  4. Gangguan otot-otot dan sendi, terutama di pundak dan belakang badan.
  5. Gangguan saraf (neurological) seperti rasa lelah, sakit kepala, gangguan pencernaan, rasa stes / tertekan.

Bagaimana  pencegahannya ?

  1. Umumnya penderita Sindrom Gedung Sakit akan sembuh apabila keluar dari dalam gedung tersebut, gejala-gejala penyakitnya dapat disembuhkan dengan obat-obat simtomatis (obat-obat penghilang gejala penyakit).
  2. Untuk mencegah terjadinya Sindrom Gedung Sakit harus diupayakan agar udara dalam gedung tempat karyawan bekerja ventilasi dan sirkulasinya diatur sedemikian rupa agar semua orang yang bekerja merasa segar, nyaman dan sehat, jumlah supply udara segar sesuai dengan kebutuhan jumlah orang didalam ruangan, demikian pula harus diperhatikan jumlah supply udara segar yang cukup apabila ada penambahan-penambahan karyawan baru dalam jumlah yang signifikan. 
  3. Udara luar yang segar, tidak tercemar bisa masuk secara merata keseluruh bagian dalam gedung.
  4. Alat-alat kantor yang mengakibatkan pencemaran udara, seperti mesin fotocopy, diletakkan dalam ruangan terpisah.
  5. Kalau diadakan renovasi kantor dengan pemakaian bahan-bahan bangunan baru, cat baru, lem baru, agar dipasang exhaust fan yang memadai agar pencemaran dari volatile-organic-compounds (VOCs), terutama uap benzene dan formaldehyde yang berasal dari bahan-bahan bangunan baru dapat segera dibuang.
  6. Diusahakan pemakaian bahan-bahan pembersih kantor yang lebih ramah lingkungan (green washing, non toxic, natural, ecological friendly).

Dengan usaha-usaha seperti diatas, kita dapat menghindari terjadinya Sindrom Gedung Sakit !

Entry filed under: Lingkungan hidup. Tags: .

Udara kotor dalam ruang parkir Basement Hidup sehat dalam keseimbangan Ion Negatif dan Ion Positif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: