Udara kotor dalam ruang parkir Basement

Januari 21, 2009 at 1:41 pm Tinggalkan komentar

Udara kotor dalam ruang parkir basement

parking-basement-area-2b

Gedung-gedung pusat perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan atau Mall biasaya mempunyai ruang parkir dibawah tanah atau basement, sering kali saat kita selesai memarkir kendaraan diruang parkir basement, udara terasa pengap, panas, gelap atau remang-remang, sering suasana ruangan berkabut.

Sehatkah ruangan seperti itu ? tentu tidak, kalau ventilasi udara ruang parkir basement tersebut baik, sudah pasti udara terasa segar, sejuk, tidak panas dan pengap, kita akan bernafas dengan lega. Kita sering kali menjumpai ruang-ruang parkir basement yang udaranya kotor, tercemar asap kendaraan bermotor, tercemar asap rokok, tercemar gas buang dari generator listrik dan pencemaran lain-lainnya, dalam satu lantai parkir saja berapa ratus kendaraan bermotor yang telah mengeluarkan gas buang melalui knalpotnya, baik itu kendaraan bermotor berbahan bakar bensin, maupun berbahan bakar solar, semuanya mempunyai andil / kontribusi mencemari udara, membuat kwalitas udara ruang parkir basement membahayakan kesehatan para penggunanya, terkesan banyak pihak pegelola gedung tidak / kurang peduli dengan kesehatan lingkungan ruang parkir itu, bagaimana nasib karyawanya yang bekerja diruangan yang tidak sehat tersebut, seperti petugas pengatur parkir, petugas satpam, petugas loket tiket parkir, dan sopir-sopir mobil pengunjung / tamu yang menuggu disitu. Keadaan ini sudah pasti membahayakan kesehatan bagi mereka yang berada dalam ruang parkir tersebut.

Gas buang kendaraan bermotor terdiri dari :

Senyawa yang tidak berbahaya bagi kesehatan seperti nitrogen, karbon dioksida dan uap air.

Senyawa yang berbahaya bagi kesehatan / bahan pecemar :

karbon monoksida (CO),

berbagai senyawa hindrokarbon,

berbagai senyawa oksida nitrogen (NOx)

berbagai seyawa oksida sulfur (SOx),

berbagai partikulat debu termasuk timbel (PB).

Baku mutu emisi gas buang kedaraan bermotor:

CO max 2.5% (1.5% max diberlakukan

untuk kendaraan injeksi)

HC < 300ppm

CO2 harus lebih besar dari 12%

dan maksimum teoritis adalah 15.5%

O2 < 2%

Bahan bakar bensin adalah campuran yang kompleks dari distilasi senyawa hidrokarbon pada suhu sekitar 30° C sampai 210° yang terdiri dari 200-300 seyawa hidrokarbon C4 sampai C11. Minyak Solar adalah petroleum middle distillate yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel untuk kendaraan. Minyak Solar terdiri dari C12 sampai C20 (atau lebih) dan mempunyai kisaran titik didih dari 250°C sampai 370°C.

Polusi di atmosfer yang disebabkan oleh bahan bakar bensin dapat terjadi dari dua kejadian :

1. Emisi karena penguapan (evaporative emissions), yaitu komponen organik yang mudah menguap (VOC-volatile organic compounds),

2. Emisi gas buang (exhaust emissions), yaitu emisi CO, HC dan N0x, S0x.

Kandungan Timbal (Lead = Pb) dalam alky-lead (Tetra-Ethyl- Lead) compound digunakan sebagai aditif untuk meningkatkan angka oktan bahan bakar bensin. Aditif Tetra-Ethyl-Lead, suatu senyawa timbal organik, adalah aditif peningkat angka oktan yang paling efektif dan murah, namun merupakan bahan beracun logam berat yang sifatnya akumulatif dan sangat berbahaya serta dapat merubah fungsi metabolisme, menurunkan IQ terutama bagi anak-anak.

Kandungan Sulfur dalam bensin akan berubah menjadi oksida sulfur pada gas buang kendaraan bermotor.

Bahan-Bahan Pencemar yang Terutama Mengganggu Saluran Pernafasan :

Organ pernafasan merupakan bagian yang diperkirakan paling banyak mendapatkan pengaruh karena yang pertama berhubungan dengan bahan pencemar udara. Sejumlah senyawa spesifik yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor seperti oksida-oksida sulfur dan nitrogen (S0x dan N0x), partikulat dapat menyebabkan iritasi dan radang pada saluran pernafasan. Walaupun kadar oksida sulfur (S0x) di dalam gas buang kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin relatif kecil, tetapi tetap berperan karena jumlah kendaraan bermotor dengan bahan bakar solar makin meningkat.

Bahan-bahan pencemar yang menimbulkan pengaruh racun sistemik :

Banyak senyawa kimia dalam gas buang kendaraan bermotor yang dapat menimbulkan pengaruh sistemik karena setelah diabsorbsi oleh paru-paru, bahan pencemar tersebut dibawa oleh aliran darah atau cairan getah bening ke bagian tubuh lainnya, sehingga dapat membahayakan setiap organ di dalam tubuh. Senyawa-senyawa yang masuk ke dalam hidung dan yag ada di-jaringan mukosa bronkial juga dapat terbawa oleh darah atau tertelan masuk tenggorokan dan diabsorbsi masuk ke saluran pencernaan makanan. Diantara senyawa-senyawa yang terkandung di dalam gas kendaraan bermotor yang dapat menimbulkan pengaruh sistemik, yang paling penting adalah karbon monoksida dan timbel.

Karbon Monoksida /Carbon Monoxide / CO /

The silent killer :

Karbon monoksida dapat mengikat haemoglobin darah lebih kuat dibandingkan degan oksigen membentuk karboksihaemoglobin (COHb), sehingga menyebabkan terhambatnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Paparan CO diketahui dapat mempengaruhi kerja jantung (sistem kardiovaskuler), sistem syaraf pusat, juga janin, dan semua organ tubuh yang peka terhadap kekurangan oksigen. Pengaruh CO terhadap sistem kardiovaskuler cukup nyata teramati walaupun dalam kadar rendah. Penderita penyakit jantung dan penyakit paru merupakan kelompok yang paling peka terhadap paparan CO.

Menurut evaluasi WHO, kelompok penduduk yang peka (penderita penyakit jantung atau paru-paru) tidak boleh terpapar oleh CO dengan kadar yang dapat membentuk COHb di atas 2,5%. Kondisi ini ekivalen dengan paparan oleh CO dengan kadar sebesar 35 mg/m3 selama 1 jam, dan 20 mg/mg selama 8 jam. Oleh karena itu, untuk menghindari tercapainya kadar COHb 2,5-3,0 % WHO menyarankan paparan CO tidak boleh melampaui 25 ppm (29 mg/m3) untuk waktu 1 jam dan 10 ppm (11,5 mg/mg3) untuk waktu 8 jam.

Lead / Plumbum / Pb / Timbal :

Seperti telah disebutkan diatas, Lead / Pb / timbal ditambahkan sebagai bahan aditif pada bensin dalam bentuk timbel organik (Tetra-Ethyl-Lead atau Tetra Methyl-Lead). Pada pembakaran bensin, timbal organik ini berubah bentuk menjadi timbal anorganik. Timbal yang dikeluarkan sebagai gas buang kendaraan bermotor merupakan partikel-partikel yang berukuran sekitar 0,01 μm. Partikel-partikel timbal ini akan bergabung satu sama lain membentuk ukuran yang lebih besar, dan keluar sebagai gas buang atau mengendap pada kenalpot.

Pengaruh Pb pada kesehatan terutama pada sintesa haemoglobin dan sistem pada syaraf pusat maupun syaraf perifer. Pengaruh pada sistem pembentukkan Hb darah dapat menyebabkan anemia. Pengaruh pada syaraf otak anak diamati pada kadar 60μg/100 ml, yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan mental anak, menurunkan IQ anak.

carbon-monoxide-indicator-2bMengingat bahaya dari pencemaran gas buang kendaraan bermotor dalam ruang parkir basement, terutama apabila pengaturan sirkulasi udaranya tidak memadai, maka sudah seharusnya pihak pegelola gedung memberikan perhatian yang khusus terhadap sirkulasi udara yang baik dalam ruang parkir basement, untuk memonitor sudah seberapa jauh kwalitas udara dalam ruang parkir tersebut seyogianya dapat dipasang alat-alat detector kadar Carbon monoxide yang dilengkapi dengan alarm yang berbunyi keras manakala kadar carbon monoxide melebihi ambang batas aman ! Semuanya ini demi peduli lingkungan pada kesehatan masyarakat umum pengguna / pengunjung gedung. Bagi para pengunjung gedung di-adviskan untuk tidak berlama-lama berada dalam ruang parkir yang tidak sehat, tidak mengobrol diruang tersebut, dan bagi sopir-sopir tamu / pegunjung hendakya pihak pengelola gedung membuatkan ruangan-ruangan tunggu khusus yang tertutup dengan sistem pengendalian udara yang sesuai dengan standar kesehatan lingkungan, dibuatkan ruangan tunggu itu satu atau lebih ruangan tunggu per lantai tergantung dari luasnya lantai parkir.

Entry filed under: Lingkungan hidup. Tags: .

Bahaya uap formalin disekeliling kita ! Bagaimana cara menghindari Sindrom Gedung Sakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: