Cemaran Bahan berbahaya dari kemasan plastik

Januari 13, 2009 at 3:06 pm 2 komentar

plastic-resin-recycle-codes-1c
Dalam artikel yang lalu telah kita kenal jenis kemasan plastik yang aman untuk makanan dan minuman, yaitu jenis plastik No. 1 (PET), No. 2 (HDPE), No. 4 (LDPE), No. 5 (PP). dan jenis kemasan plastik yang tidak aman, yaitu jenis plastik No. 3 (PVC), No. 6 (Polystyrene), dan  No. 7 (Polycarbonate).

Pemberian kode nomor dari 1 sampai 7 serta lambang daur ulang pada kemasan plastik tujuan utama  sebenarnya adalah untuk memudahkan proses daur ulang  (recycle) plastik bekas kemasan tersebut,  karena dalam proses daur ulang,  plastik bekas kemasan harus di kelompokkan dahulu berdasarkan jenis dan warnanya, atau berdasarkan kode  nomornya, namun sayang sekali kenyataan yang ada dilapangan tidak semua plastik kemasan untuk makanan, minuman, obat-obat-an maupun kosmetika  mencantumkan kode nomornya,  hal ini banyak terjadi juga pada kemasan-kemasan plastik dari produk-produk yang terkenal dari produsen-produsen besar.

Proses daur ulang plastik (recycle) kemasan bekas makanan dan minuman tidak dipakai untuk kemasan makanan dan minuman lagi, melainkan digunakan untuk keperluan lain, plastik kemasan makanan dan minuman sayogianya dibuat dari biji plastik (polymer) yang murni bukan dari hasil daur ulang.

Apakah klasifikasi jenis plastik kedalam katagori aman dan tidak aman untuk kemasan makanan dan minuman itu benar, kalau benar dasar pertimbangannya apa ?  Untuk itu kita perlu mengetahui teknologi pembuatan macam-macam jenis plastik.

Plastik adalah suatu produk polymer sintetik, yaitu hasil polimerasi (polycondensation)  dari ber-macam-macam monomer tergantung dari jenis plastiknya. Sedangkan monomer sendiri adalah suatu senyawa hydrocarbon tidak jenuh (unsaturated chemical compound), mempunyai ikatan rangkap antar 2 atom carbonnya (double bond chain), umunnya disebut senyawa Alkene atau olefine. Contoh monomer misalnya : ethylene, propylene.

Senyawa Polymer dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Natural Polymer : contohnya : shellac, amber.

2. Biopolymer : contohnya : protein, DNA, cellulose.

3. Synthetic Polymer : contohnya : plastik, silicones, nylon, polyacrylonitril.

Disini kita hanya akan membahas lebih lanjut plastik yang merupakan synthetic Polymer.

Plastic Polymer dapat dibedakan menjadi 2 golongan :

1. Polyolefins : merupakan hasil polimerasi dari alkene atau olefine,

    contoh-contoh Polyolefins :

a. LDPE = Low Density Polyethylene

b. HDPE – High Density Polyethylene

c. PP = Polypropylene

d. PS = Polystyrene

e. PVC = Polyvinyl Chloride

f. PC = Polycarbonate.

g. PTFE = Polytetrafluoroethylene, dikenal sebagai Teflon.

2. Polyester : merupakan hasil polimerasi yang mengandung senyawa

                     ester didalam rantai utama molekulnya.

contoh-contoh Polyester :

a. PET = Polyethelene Terephthalate

b. PBT = Polybutylene Terephthalate

c. Polyester fabrics.

d. Polyester fibers.

Dalam proses polimerasi (polycondensation) kemungkinan terdapat monomer-monomer yang tidak terikat dalam molekul polymer (makromolekul), sehingga tetap merupakan senyawa-senyawa monomer bebas, yang akan mencemari produk plastik itu sendiri.

Didalam produk plastik terdapat 3 unsur utama , yaitu :

1. Senyawa Polymer ( Polyolefins, Polyester )

2. Bahan additives ( bahan kimia yang ditambahkan untuk

    memperbaiki sifat plastik itu sendiri)

3. Cemaran monomer-monomer.

Bahan additives yang dipakai untuk pembuatan plastik sangat beragam dan banyak yang merupakan bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Bahan additives untuk pembuatan plastik digolongkan berdasarkan fungsi dari Zat Additives tersebut, seperti fungsi-fungsi tersebut dibawah beserta contoh-contoh bahan kimianya :

1. Stabilizer :

a.  senyawa-senyawa Lead / Plumbum (timbal) seperti Lead-oxides,

     Lead-sulphates, Lead-phosphates, senyawa-senyawa Cadmium

    (Cd)

b. senyawa-senyawa Metal-soaps seperti Zn, Ca/Zn, Ba/Zn, Ba/Ca-

    stearates.

c. Organic tin compounds (Zn / timah)  seperti Dimethyl-tin-

    thioglycolate.

2. Palsticizers : Phathalates dan adipates, seperti :

    Diethylhexylphthalate (DEHP), Diethylhexyladipate (DEHA),

    Dioctylphthalate (DOP)

3. Lubricants : Lead-stearate, stearic-acid, waxes, mineral-oil.

4. Catalysts : Hydrogen-peroxide, Ethyl-chloroformate, Methylethyl-

    ketone-peroxide, Antimony-based catalyst yang dipakai dalam

    pembuatan PET.

5. Others : zat-zat tambahan lainnya seperti :

a. Pigments : seharusnya dari jenis food grade (FDC).

b. Fillers : Talc, Titanium-dioxide.

c. Bacteriostatics

d. UV radiation absorbers.

e. Antistatic agents.

f. Surfactants.

Setelah mengetahui bahan-bahan apa saja yang kemungkinan besar terkandung dalam bahan plastik kemasan makanan dan minuman yang kita pakai, mengingat beragamnya zat Additives dalam pembuatan bermacam jenis plastik kemasan, sudah selayaknya  kita tetap ber-hati-hati dan cermat dalam menggunakannya sebagai kemasan bahan makanan dan minuman, terutama dalam keadaan panas, karena banyak bahan-bahan additives tersebut selain mengandung logam berat, juga kemungkinan mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan manusia, dan bahan-bahan additives itu dapat migrasi (berpindah) kedalam makanan atau minuman yang dikemas, migrasi dipercepat dengan adanya suhu tinggi.

Sebagai contoh untuk kemasan air minum digunakan berbagai macam jenis plastik sesuai dengan tujuan penggunaan serta sifat jenis plastiknya sendiri,  ada yang tidak berwarna (putih transparan), ada pula yang berwarna hijau atau biru transparan,  contoh :

a. Plastik No. 1 (PET / PETE)  untuk air minum dalam kemasan botol.

b. Plastik No. 5 (PP)  untuk air minum dalam kemasan gelas plastik atau cup.

c. Plastik No.  7 (Other)  untuk air minum dalam kemasan galon 20 liter.

Untuk tutup gelas plastik / cup dipakai plastik No. 4 (LDPE), sedang untuk tutup botol dan galon dipakai plastik No. 2 (HDPE), umumnya opaque (tidak tembus pandang), ada yang putih opaque, banyak pula yang ditambah bermacam-macam bahan pewarna plastik, kuning, merah, hujau, biru, ungu dsb.

Entry filed under: Makanan-Minuman. Tags: .

Benarkah Air Minum dalam Botol Plastik dimobil berbahaya ? Bahaya uap formalin disekeliling kita !

2 Komentar Add your own

  • 1. Info-info  |  Februari 11, 2009 pukul 4:02 am

    Informasinya bermanfaat mas
    terima kasih

    Balas
  • 2. amink bpp  |  Maret 2, 2009 pukul 12:50 pm

    salam kenal mas
    dan sehat selalu

    saya mau nanya mas,apa ada zat atau cairan kimia yang bisa buat plastik kembali putih bening,seperti jerigen minyak goreng 5 ltr mas?

    sebelum dan sesudahnya,saya ucapkan terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: