Benarkah Air Minum dalam Botol Plastik dimobil berbahaya ?

Januari 10, 2009 at 5:44 am 2 komentar

          Untuk mengetahui lebih jelas masalah keamanan air minum dalam botol plastik yang disimpan dalam mobil, sebaiknya kita tinjau secara singkat jenis-jenis plastik yang dipakai untuk kemasan makanan dan minuman.
        Pemakaian plastik untuk kemasan makanan dan minuman sudah merupakan bagian dari pola hidup masa sekarang,  pemakaian botol minuman yang terbuat dari plastik secara berulang-ulang sangat membahayakan kesehatan pemakainya.  Botol plastik untuk kemasan minuman sebenarnya di-desain hanya untuk sekali pemakaian, hanya aman dipakai 1 – 2 kali saja, namun kenyataannya banyak yang memakainya ber-ulang-ulang, bahkan tidak jarang yang disimpan di-dalam mobil yang rawan terkena panas matahari sampai ber-hari-hari.  Amankah cara seperti ini dilakukan ?

          botol-minum-pet-2Dalam artikel ini kita bicarakan khusus botol minuman dari jenis plastik PET (Polyethylene terephthalate), untuk air minum dalam kemasan plastik dari jenis plastik yang lain, seperti air minum dalam gelas plastik / cup, air minum dalam galon, dan air minum dalam botol susu bayi akan kita bicarakan dalam artikel lain. 

          Pernah diberitakan bahaya penggunaan botol PET untuk air minum secara berulang-ulang, disebabkan adanya zat aditif Diethylhexyl-Adipate yang membahayakan kesehatan, namun berita tersebut ternyata tidak benar karena pertama dalam pembuatan botol PET tidak digunakan zat aditif  Diethylhexyl-Adipate,  yang kedua baik FDA maupun EPA menyatakan bahwa Diethylhexyl-Adipate tidak terbukti menimbulkan risiko kesehatan pada manusia, memang diakui penyelidikan yang membuktikan dugaan tersebut hanya dilakukan pada binatang percobaan dengan cara menginjeksikan Diethylhexyl-Adipate langsung pada binatang percobaan, hasil penelitian ini sulit dikorelasikan dengan efek paparan Diethylhexyl-Adipate pada manusia yang umumnya tidak melalui jalan suntikan. Dalam pembuatan plastik pada umumnya, memang ditambahkan zat aditif guna memperbaiki sifat plastik itu sendiri, disamping itu plastik sendiri yang merupakan senyawa polimer, juga mengandung komponen monomer, zat aditif dan cemaran komponen monomer ini ada yang dapat membahayakan kesehatan manusia, karena dapat migrasi (berpindah) kedalam makanan dan minuman yang dikemas dalam wadah plastik tersebut.

          Menurut US CFR 21 part 177.1630 :  Polyethylene-Terephathalate polymer aman dipakai kontak dengan makanan.  Pemakaian botol PET untuk minuman dan makanan baik diisi dalam keadaan dingin maupun diisi dalam keadaan panas telah disetujui oleh FDA dan EFSA (1). Pemakaian berulang botol PET diperbolehkan sepanjang botol PET tersebut belum pernah dipakai untuk wadah bahan berbahaya lain, serta prosedur sanitasi yang baik telah dilakukan sebelum pemakaian ulang botol PET tersebut dilakukan, karena botol PET yang pernah dipakai kemungkinan besar akan tercemar dengan mikroba.

Untuk botol air minum yang perlu juga diperhatikan adalah tutup botolnya, karena tutup botol air minum yang dibuat dari HDPE itu umumnya diberi bermacam-macam warna dan umumnya opaque (tidak tembus pandang), kita tidak tahu persis bahan pewarna dan bahan aditif  lain yang dipergunakan, sayogianya semuanya dari jenis ” food-grade “, dengan adanya panas, atau paparan panas didalam mobil, bahan aditf tersebut kemungkinan dapat ber-migrasi kedalam minuman yang dikemas, maka dianjurkan tidak meletakkan botol isi air minum dalam keadaan tidur untuk menghindari kontak air minum dengan tutup botolnya dalam keadaan panas.

          Tidak semua jenis plastik kemasan untuk makanan dan minuman berbahaya,  ada jenis kemasan plastik yang aman, yaitu :

plastic-resin-recycle-code-2bKode No. 1 : Polyethylene terephthalate (PET atau PETE)

Kode No. 2 : High density polyethylene (HDPE)

Kode No. 4 : Low density polyethylene (LDPE)

Kode No. 5 : Polypropylene (PP)

Sedang jenis kemasan plastik yang tidak aman adalah :

Kode No. 3 : Polyvinyl chloride (PVC atau V)

Kode No. 6 : Polystyrene (PS)

Kode No. 7 : Polycarbonate, yang mengandung  zat aditif  Bisphenol-A  yang dapat ber-migrasi ke makanan dan minuman, sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia penggunanya.

Entry filed under: Makanan-Minuman. Tags: .

Hati-Hati Air minum dalam botol plastik di mobil Anda Cemaran Bahan berbahaya dari kemasan plastik

2 Komentar Add your own

  • 1. Tondo  |  Maret 27, 2009 pukul 7:14 am

    Good info!!!!

    Balas
    • 2. aptejasukmana  |  Maret 28, 2009 pukul 3:56 am

      Terima kasih atas komentarnya, semoga bermanfaat bagi semua yang membutuhkan.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: