Ancaman kesehatan, Infeksi Nosokomial !

Februari 14, 2009 at 1:13 am 1 komentar

Ancaman kesehatan, Infeksi Nosokomial

hospital-equipmant-m1

Waspadai ! Rumah Sakit-pun bisa bikin sakit !

RUMAH SAKIT sebagai tempat perawatan dan penyembuhan pasien ternyata rentan terjadinya infeksi penyakit. Infeksi di rumah sakit dinamakan Infeksi Nosokomial, disebut juga sebagai ”Health-care Associated Infections”atau ”Hospital-Acquired Infections (HAIs)”, infeksi nosokomial ini merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak lagsung kematian pasien, kalaupun tak berakibat kematian,  infeksi yang bisa terjadi melalui penularan antar pasien, bisa terjadi dari pasien ke pengunjung atau petugas rumah sakit dan dari petugas rumah sakit ke pasien, hal ini mengakibatkan pasien dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit lebih banyak.

Dari dulu sampai sekarang, rumah sakit selain sebagai tempat berobat untuk peyakit yang diklasifikasikan berat, rumah sakit juga menjadi tempat bersarangnya bibit penyakit, bibit penyakit di rumah sakit bukan jenis bibit penyakit biasa, melainkan bibit penyakit yang sudah resisten terhadap antiiotika, jenis kuman resisten seperti ini yang bercokol di pelosok ruangan rumah sakit, bisa saja melekat di alat-alat pemeriksaan medis, alat-alat bantu medis, alat-alat bedah, serta perlengkapan rumah sakit lainnya yang mungkin lolos dari prosedur sanitasi dan sterilisasi.

Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien.


HAI’s atau infeksi nosokomial adalah peyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. HAIs biasanya berkaitan dengan prosedur pemeriksaan atau prosedur diagnosa penyakit pasien yang dilakukan dirumah sakit. disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit, mikroorganisme ini sudah ada di tubuh pasien sebelum masuk rumah sakit atau dapat berasal dari lingkungan rumah sakit itu sendiri, misalnya dari peralatan rumah sakit, pekerja rumah sakit, pasien lain, rumah sakit dengan kualitas lingkungan udaranya buruk (bad indoor air quality), dapat menyebabkan infeksi misalnya pada luka bekas operasi pembedahan.

Penyebab utamanya HAI’s adalah :

  1. Rumah sakit dengan jumlah pasien yang banyak, yang kondisi umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  2. Peningkatan sistem pengobatan rawat jalan yang mengakibatkan kebanyakan orang yang berada di rumah sakit rata-ratadalam keadaan sakit.
  3. Staf medis / perawat pasien harus sering berpindah dari pasien satu ke pasien lainnya, memberikan peluang penyebaranmikroorganisme penyebab infeksi.
  4. Banyak prosedur medis yang membuat luka terbuka di tubuh yang merupakan basis pertahanan tubuh terhadap infeksi.
  5. Prosedur sanitasi pakaian seragam rumah sakit, pencucian alat-alat medis, prosedur sterilisasi, dan tindakan-tindakanpencegahan lainnya tidak dijalankan dengan sebenarnya oleh staf medis rumah sakit (tidak ketat mengikuti stadardoperasi kebersihan yang baik).
  6. Pasien yang sering diberi terapi antibiotika atau terapi anti-mikroba yang berlebihan menyebabkan mikroorganismepenyebab infeksi menjadi kebal terhadap obat.

Penyebab infeksi akibat suatu tindakan medis di rumah sakit :

hospital-equipment-2m

  • Tindakan medis operasi / pembedahan.
  • Kateter yang dimasukkan kedalam saluran kecing,
  • Kateter yang dimasukkan kedalam hidung,
  • Kateter yang dimasukkan kedalam pembuluh darah,
  • Kateter yag diasukan melalui mulut ke dalam perut,
  • Penanganan perawatan paska operasi yang buruk.

Jenis HAI’s yang paling umum adalah :


1.Infeksi saluran kencing.

2. Batuk pneumonia disebabkan oleh ventilasi tenggorokan.
3. Infeksi pada luka pasca pembedahan.
4. Transfusi darah.

5. Pemberian infus

6. Prosedur perawatan gastrointestinal.
7. Persalinan dan perawatannya
8. Kemoterapi, dialysis ginjal

Gejala-gejala HAI’s (Infeksi Nosokomial) :
• demam
• bernapas cepat,
• kebingungan mental,
• tekanan darah rendah,
• dikurangi urine output, Pasien dengan urinary tract infection Mei ada rasa sakit ketika kencing dan darah dalam air seni
• tinggi sel darah putih dihitung.
• radang paru-paru mungkin termasuk kesulitan bernapas dan ketidakmampuan untuk batuk.
• infeksi diterjemahkan: pembengkakan, kemerahan, dan kesakitan pada kulit atau luka di sekitar bedah atau luka,

Pencegahan Infeksi Nosokomial (HAI’s) :
• Memelihara kualitas udara dalam ruangan rumah sakit yang bagus dan bersih (good indoor air quality).
• Sanitasi permukaan lantai, dinding, dan lain-lain bagian rumah sakit menggunakan teknologi NAV-CO2 (Non flammable Alkohol Vapor in Carbon dioxide).
• Prosedur pembersihan tangan, dan penggunaan alkohol oleh semua petugas kesehatan rumah sakit, pemakaian sarung tangan karet.

• Hati-hati menggunakan obat anti-mikroba, seperti antibiotika, anti jamur, dan anti-virus, untuk menghindari terjadinya resistensi.

Pengobatan infeksi mikroba :
1. Infeksi bakteri (Legionella, Mycobacterium tuberculosis): antibiotika spektrum luas: penicillins, cephalosporins, tetracyclines, erythromycin, vancomycin, imipenem.
2. Infeksi jamur (Candida): amphotericin B, nystatin, ketoconazole, itraconazole, fluconazole,
3. Infeksi virus (rubiola, varicella): acyclovir, ganciclovir, foscarnet, amantadine.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program kampanye pengendalian infeksi di rumah sakit (No Infection Campaign and Education / NICE) di Jakarta, Program kampanye yang akan dilakukan bekerja sama dengan MRK Diagnostics, sebuah perusahaan penyedia peralatan diagnosis, dan The Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ) itu dirancang untuk mengubah perilaku petugas kesehatan di 100 rumah sakit selama Juni 2008-Oktober 2009.

Ingin mengetahui lebih luas masalah Infeksi Nosokomial atau Infeksi asal rumah sakit, silahkan baca artikel ini.


References:
1. Nosocomial infeksi Wikipedia
2. HAI’s emedicine

About these ads

Entry filed under: Lingkungan hidup. Tags: .

Sindroma tubuh berbau ikan (bau amis), Bagaimana mengatasinya ? Bagaimana cara mengetahui keamanan bahan pewarna makanan yang kita gunakan

1 Komentar Add your own

  • 1. mika  |  Mei 13, 2009 pukul 6:19 am

    memang benar, sebenarnya rumah sakit memang gudang penyakit. Nah ini tugas kita ni………. sebagai tenaga kesehatan untuk menekan angka timbulnya infeksi nosoomial. dengan rendahnya tingkat terjadinya infeksi nosokomial maka akan menaikkan nilai kepuasan pelanggan ( pasien ). Kepuasan pasien adalah hadiah yang berharga bagi kita.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: