Archive for Februari, 2009

Hati-hati pemakaian cat rambut yang terus menerus.

Bahaya pemakaian cat rambut

Cat rambut dari ter arang atau coal-tar bahan dasarnya petrokimia, untuk yang berwarna coklat dan hitam cenderung rawan terhadap berbagai macam kanker.

Orang-orang yang memakai cat rambut kian lama kian besar resikonya kena kanker, pemakaian cat rambut dengan warna hitam, coklat, dan merah lebih tinggi resikonya daripada pemakai cat rambut dengan warna yang lebih muda.

Coal-tar adalah cairan yang sangat kental atau setangah padat, berwarna hitam, berasal dari hasil destilasi coal atau arang batubara, berisi campuran senyawa-senyawa benzene, toluene, naphthalene, anthracene, xylene, dan senyawa-senyawa hidrokarbon aromatik lainnya seperti phenol, cresol, pyridine, thiophene

Cat Rambut Bisa Sebabkan Kanker

Tren mewarnai rambut sudah lama melanda dunia mode. Tampil dengan rambut warna-warni bukan lagi suatu hal aneh di masa kini. Jangan salah, tren satu ini bukan berarti tanpa risiko. Sebuah riset terbaru yang diadakan American Association of Cancer Research (AACR) menyatakan bahwa perempuan yang sering memakai pewarna rambut permanen terancam penyakit kanker kandung kemih.

Mengapa perempuan ? Bagaimana dengan laki-laki ? Menurut penelitian tersebut, kaum perempuan sejak lama disinyalir memiliki lebih banyak variasi genetika daripada laki-laki. Sudah sejak lama dicurigai adanya hubungan antara penggunaan cat rambut dengan risiko kanker kandung kemih. Tapi baru pada riset terakhir ini diketemukan adanya hubungan faktor genetika, tubuh perempuan mengandung lebih banyak karsinogen, yaitu segala kondisi yang memicu tumbuhnya kanker, daripada lelaki,” demikian menurut Dr.Manuela Gago Dominiguez..

Keadaan karsinogen ini berbeda pada setiap perempuan. Ada golongan perempuan yang karsinogennya bekerja lambat, ada pula yang cepat, pada perempuan yang karsinogennya bekerja lambat, risiko terkena kanker lebih rendah.

Dominiguez yang banyak melakukan riset seputar obat pencegahan kanker di Keck School of Medicine and Norris Comprehensive Cancer Center di University of Southern California telah berhasil mengidentifikasi sejumlah gen yang bisa berpengaruh terhadap arylamines, yaitu zat yang terkandung dalam cat rambut permanen.

Penelitian terdahulu menunjukkan orang yang memiliki enzim n-acetyltransferase-2 (NAT-2) yang berproses cepat dalam tubuhnya lebih lama memproses arylamines. Beberapa variasi enzim lain telah dikenali sebagai NAT2, GSTM1/T1/P1 dan CYP1A2.

Dominiguez beserta rekannya membandingkan 228 orang perempuan penderita kanker kandung kemih dengan 131 orang perempuan sehat dalam usia yang sama. Pada kedua kelompok tersebut dilakukan pencarian kandungan variasi enzim, para peneliti tidak menemukan variasi enzim yang berhubungan dengan cat rambut permanen maupun kanker kandung kemih. Baru pada golongan perempuan bukan perokok ditemukan proses akselerasi lambat dari enzim NAT1, salah satu enzim yang memicu kanker kandung kemih pada pemakai cat rambut permanen.

“Di antara perempuan bukan perokok, NAT1 terlihat lambat bekerja dalam tubuhnya. Ini berarti mereka berisiko lebih tinggi menderita kanker kandung kemih akibat memakai pewarna rambut permanen,” demikian menurut Dominiguez.

Namun Irene Malbin, presiden utama hubungan masyarakat The Cosmetic Toiletry and Fragrance Association (TCTFA), sebuah kelompok yang mewakili perusahaan pewarna rambut mengatakan bahwa keamanan produk cat rambut sudah diuji coba lebih dulu.

“Cat rambut sudah melalui proses uji coba produk yang berlaku saat ini. Penelitian membuktikan bahwa produk ini aman dan banyak konsumen yang percaya pada produk kami,” ujar Malbin.

Konsumen sebaiknya berhati-hati dalam memakai produk. Pilih mana, trendi tapi berisiko kanker, atau tidak trendi tapi sehat.

Februari 28, 2009 at 6:08 am Tinggalkan komentar

Mencermati produk suplemen makanan yang irasional.

Mencermati produk

Suplemen Makanan yang Irasional

Banyak sekali produk-produk Suplemen Makanan ( Food Supplement ) yang irasional, dijual di apotik, toko obat, pasar swalayan, maupun yang dijual langsung melalui sistem pemasaran Multi Level Marketing (MLM), yang di-iklankan di mass media, baik media cetak maupun media elektronik.. Semua produk-produk Suplemen Makanan tersebut menawarkan janji-janji yang pada prinsipnya dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kwalitas hidup konsumennya.

Bila dicermati ternyata banyak suplemen makanan yang sebenarnya relatif tidak diperlukan tubuh, misalnya yang mengandung enzim, protein, asam amino, klorofil, serat, kolin, carnitine, bioflavanoid, PABA ( Para amino benzoic acid ), inositol.

Enzim : merupakan protein yang sangat penting peranannya dalam berbagai reaksi kimia dalam tubuh, konsumsi enzim dari luar akan mengakibatkan enzim tersebut dipecah dalam saluran pencernaan sehingga tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana mestinya, oleh karena itu konsumsi suplemen enzim sesungguhnya irasional

Protein & Asam Amino : Suplemen Makanan yang mengandung protein & Asam Amino dikatakan sangat baik bagi pertumbuhan anak, ibu hamil, dan olah-ragawan, hal ini jelas kurang tepat, karena dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, pasti ada yang mengandung protein dan asam amino dengan kadar tertentu, oleh karena itu dalam keadaan normal kebutuhan protein dan asam amino sudah cukup diperoleh dari makanan sehari-hari.

Cholophyll : adalah suatu pigmen warna hijau dari tumbuh-tumbuhan dan sering dikatakan dapat membantu mencegah anemia,alasannya struktur kimia chlorophyll mirip ” haem ” yang merupakan komponen penting pada haemoglobin ( Hb), bedanya dalam ” haem ” terdapat ikatan Fe ( zat besi ) sedang dalam chlorophyll terdapat ikatan Mg ( Magnesium ). Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah Hb tubuh kurang memadai yang ditandai dengan keluhan sering pusing, tampak pucat, dan sebagainya, penyebab anemia tersering adalah kekurangan konsumsi zat besi, oleh karena itu mengkonsumsi chlorophyll dengan tujuan mencegah anemia sebenarnya irasional.

Serat : Mengkonsumsi serat atau dietary fiber memang berguna untuk membantu menurunkan kadar cholesterol darah, memudahkan buang air besar, dan mengurangi resiko terkena kanker usus, namun jumlah serat yang diperlukan untuk mencapai efek tersebut cukup banyak yaitu sekitar 20 – 25 gram per hari. Oleh karena itu tidaklah logis jika mengkonsumsi tablet / kapsul suplemen makanan yang dikatakan mengandung serat, sebab biasanya jumlah serat per tablet / kapsul hanya sekitar 300 mg saja ! Sebaliknya konsumsi serat lebih dari 20 – 25 gram per hari malah beresiko menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare, kembung, perut mules, dan menurunkan penyerapan berbagai mineral yang diperlukan tubuh seperti kalsium, fosfor, besi, tembaga, zinc, dan magnesium. Konsumsi serat sebaiknya langsung dari bahan makanan sehari-hari seperti sayur-sayuran, dan buah-buahan dimana terkandung pula banyak vitamin.

Cholin : merupakan komponen aktif lecithin (fosfatidil kolin) yang memang sangat penting bagi ayam / unggas untuk pertumbuhan normalnya, dan terbukti dapat memobilisasi lemak hati pada hewan percobaan ( anjing ). Cholin banyak terdapat dalam bahan makanan sehari-hari seperti kuning telur, jeroan, otak, produk kacang kedelai, gandum, dan kacang tanah. Cholin pada manusia berperan penting dalam membrane sel, sistem urat saraf, dan transport lemak. Oleh karena itu suplemen makanan yang mengandung cholin dikatakan dapat membantu mencegah pikun, menambah kecerdasan, anti-stres, menurunkan kadar lemak tubuh dan mengurangi resiko penyakit jantung, namun sesungguhnya belum pernah dilaporkan adanya penyakit tertentu pada manusia yang berhubungan dengan defisiensi cholin.

Carnitine : dikatakan dapat menambah kekuatan dengan membakar lemak tubuh sekaligus menurunkan kadar lemak dan berat badan. Menurut seorang ahli entomologi Gottfried Fraenkel: Carnitine sangat penting untuk pertumbuhan normal beberapa hewan tertentu seperti cacing ( Tenebrio molitor ), lalat ( Drosophilia ) dan lebah ( Tenebrionidal, Oryzaephilus ). Carnitine banyak terdapat dalam daging, jeroan, kacang-kacangan, susu dan gandum, pada keadaan normal tubuh manusia dapat membentuk cukup banyak carnitine, sehingga sesungguhnya tidak perlu mengkonsumsinya lagi melalui suplemen makanan.

Bioflavanoid : terdiri atas 800 senyawa-senyawa kimia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan sangat penting bagi pertumbuhan normal serangga tertentu ( jangkrik ). Bioflavanoid pada manusia dikatakan dapat membantu kerja vitamin C sehingga kadang-kadang disebut sebagai Vitamin P. Namun hal itu masih kontroversial dan tidak pernah ditemukan adanya penyakit tertentu sehubungan dengan defisiensi bioflavanoid. Oleh karena itu bioflavanoid bukan termasuk vitamin, dan sebanarnya tidak diperlukan tubuh manusia.

PABA – ( Para Amino Benzoic Acid ) : merupakan cikal bakal pembentukan asam folat bagi bakteri dan penting untuk pertumbuhan normalnya. Asam folat merupakan suatu jenis vitamin yang banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan, serta sangat diperlukan manusia agar sel-sel tubuh dapat berfungsi normal, namun berbeda dengan bakteri, manusia tidak memiliki kemampuan membentuk asam folat dari PABA. Konsumsi PABA dalam dosis tinggi dikatakan dapat mencegah timbulnya uban atau menghitamkan kembali rambut yang telah putih, bahkan membantu memperbaiki kelainan seksual seperti kemandulan dan impotensi, padahal semuanya ini masih kontroversial, bahkan konsumsi PABA dosis tinggi beresiko menimbulkan gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, dan meningkatkan keasaman darah yang dalam kadar ekstrim dapat berakibat fatal. Oleh karena itu konsumsi PABA sesungguhnya tidak jelas manfaatnya.

Inositol : sering dipercaya sebagai suatu zat yang dapat mencegah kerontokan rambut dan penting untuk pertumbuhan, bahan makanan yang banyak mengandung inositol misalnya sayur, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, dan susu. Manfaat inositol sebenarnya baru terbukti pada beberapa hewan seperti tikus, mencit dan ayam. Konsumsi inositol pada manusia dianggap tidak ada gunanya.

Februari 28, 2009 at 6:06 am Tinggalkan komentar

Pencemaran Bakteri Pseudomonas cocovenenans dalam Tempeh Bongkrek, toxin sangat berbahaya !

Apa sebabnya Tempeh Bongkrek sangat beracun ?

Sudah banyak korban meninggal karena makan tempeh bongkrek ! Tempeh bongkrek dibuat dari ampas kelapa, yang diperoleh dari sisa pembuatan minyak kelapa, sisa pembuatan dodol, atau bungkil kelapa dari pabrik.

Dari kandungan nutrisi, tiap 100 gram tempeh bongkrek bernilai 119 kalori, kandungan proteinnya 4,4 gram, lemak 3,5 gram, karbohidrat 18,3 gram, kalsium 27 milligram, fosfor 100 milligram, zat besi 2,6 milligram, g itu juga mengandung vitamin B1 0,08 milligram.

Cara pembuatan tempeh bongkrek sederhana, yaitu ampas kelapa atau bungkil kelapa direndam semalam, setelah itu dicuci, diperas airnya, dan dikukus selama kurang lebih 1 jam. Selesai dikukus ampas kelapa dicampur dengan tempe yang mengandung kapang tempe atau kapang bongkrek : Rhizopus oligosporus ) atau Rhizopus oryzae. Campuran ini kemudian dibungkus dengan daun pisang atau dihamparkan diatas nyiru yang ditutup dengan daun pisang. Setelah dibiarkan 2 hari, ampas kelapa akan ditumbuhi kapang tempeh.

Tempeh Bongkrek mengandung racun yang mematikan ?

Tempeh bongkrek mematikan karena ter-kontaminasi oleh sejenis bakteri yang tumbuh lebih cepat daripada kapang bongkrek. Bakteri yang mengeluarkan racun itu adalah : Pseudomonas cocovenenans ( cocovenenans artinya racun dari kelapa ). Yang pertama kali mempelajari penyebab keracunan tempe bongkrek adalah: Mertens dan van Veen dari Institut Eijkman. Bakteri bongkrek hanya dapat tumbuh pada tempe bongkrek dan membentuk racun jika bahan dasar tempe adalah kelapa parut, ampas kelapa atau bungkil kelapa, sedangkan tempe dari kedele atau oncom dari bungkil kacang tanah tidak beracun walaupun ditulari bakteri itu. Namun bungkil kacang tanah yang belum diberi ragi oncom, bisa beracun jika ditulari bakteri itu. Tempe bongkrek yang dibuat dari bungkil kelapa pabrik jarang ditumbuhi bakteri mematikan itu karena kadar lemaknya rendah. Tempe bongkrek yang terbuat dari kelapa parut dan ampas kelapa sisa perasan penduduk sendiri sering ditumbuhi bakteri itu karena masih mengandung banyak lemak.

Bakteri Pseudomonas cocovenenans bila tumbuh pada ampas kelapa akan memproduksi racun toxoflavin dan asam bongkrek. Ke 2 racun itulah yang

mematikan pemakan tempe bongkrek. Asam bongkrek adalah racun yang tidak berwarna. Toksoflavin antibiotik yang berwarna kuning, tampak jelas jika tempe

bongkrek terkontaminasi racun itu. Asam bongkrek daya toksisitasnya lebih tinggi dibanding toksoflavin.

bongkrekic-acid-3b

Bongkrekic Acid

3-Carboxymethyl-1,7 methoxy-6,18,21-trimethyldocosa-

-2,4,8,12,14,18,20 heptaenedioic Acid.

toxoflavin-1b

Toxoflavin

1,6 Dimethylpyrimido(5,4-e)-as-triazine-5,7(1H,6H)-dione

Asam bongkrek bekerja secara akumulatif dan akan menyebabkan kematian mendadak setelah racunnya terkumpul didalam tubuh, racun itu tidak mudah diinaktifkan atau didetoksifikasi maupun diekskresi oleh tubuh. Didalam tubuh asam bongkrek menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah akibat

mobilisasi glikognen dari hati dan otot. Setelah glikogen dalam otot dan hati habis segera gula dalam darah dihabiskan juga sampai yang keracunan meninggal.

Usaha Pencegahan timbulnya racun :

Usaha-usaha untuk menghindari timbulnya racun pada pembuatan tempeh bongkrek:

1. Dengan penambahan kapang / jamur Monilla sitophila sebagai pengganti kapang bongkrek, bila terkontaminasi dengan bakteri bongkrek atau Pseudomonas cocovenenans tidak terbentuk racun, namun bukan tempe bongkrek yang dihasilkan melainkan oncom !

2. Dengan penambahan antibiotik Aureomycin dan Terramycin untuk mencegah pertumbuhan Bakteri bongkrek…… namun karena mahal tidak digunakan lagi !

3. Dengan penambahan daun calincing atau Oxalis sepium yang sering digunakan untuk membuat sayur asam, daun calincing ini selain dapat menghambat pertumbuhan bakteri bongkrek, juga merupakan antidotum (penawar racun) keracunan asam bongkrek ! ….. sayang penambahan daun segar pada pembuatan tempe bongkrek ini menyebabkan timbulnya warna hijau, dan rasanya agak asam, sehingga kurang disukai !

4. Dengan penambahan garam dapur ( NaCl ) 1,5 – 2 % pada ampas kelapa, juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri bongkrek, sehingga bisa mencegah pembentukan asam bongkrek.

Februari 28, 2009 at 12:51 am Tinggalkan komentar

Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik,

Ancaman kesehatan disekeliling kita !

electromagnetic-wave-1bb

Image from Merriam-Webster, Inc 2006.

Medan Elektromagnetik dihasilkan oleh barang-barang yang biasa ditemui dan tumbuh sangat cepat dalam lingkungan yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan oleh Medan Elektromagnetik baik statis maupun yang berubah-rubah dengan waktu. Medan yang berubah-rubah mulai dari frekwensi nol ( listrik searah ) sampai 300 Giga Hz. mendekati batas terats gelombang radio.

Gelombang Elektromagnetik ada disekitar kita, kemanapun kita pergi, tinggal dan tidur, tidak dapat kita hindari. Gelombang Elektromagnetik itu termasuk yang dipancarkan oleh Telepon seluler, oven microwave, hair dryer, shaver, pemotong rumput dan oleh saluran listrik tegangan tinggi.

Menurut WHO, gangguan kesehatan seperti kanker, perubahan perilaku, hilang ingatan, penyakit Parkinson, Alzheimer, AIDS, sindroma kematian bayi yang mendadak, dan masih banyak yang lainnya lagi, termasuk meningkatnya angka bunuh diri diduga merupakan akibat dari pancaran gelombang elektromagnetik.

Pada dasarnya kita hidup diatas bumi telah mendapatkan medan listrik dan medan magnit natural yang disebabkan adanya lapisan ionosfer dan awan-awan yang bermuatan listrik Medan listrik dibawah saluran udara, pada ketinggian 1 m diatas tanah, jauh lebih kecil, sebagai contoh dibawah saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV, kuat medan pada 1 m dari permukaan tanah lebih kecil dari 10 kV/m. Untuk bagian otak, medan ekuivalen untuk mencapai nilai kerapatan arus yang bisa menyebabkan efek rangsangan adalah 40 kV/m. Sedangkan medan ekuivalen sebesar 4000 kV/m dapat menyebabkan bahaya fibrilasi jantung.

Disamping menyebabkan timbulnya arus induksi, medan listrik pada permukaan tubuh akan menyebabkan gaya pada bulu tubuh atau rambut, sehingga terjadi vibrasi pada bagian-bagian tersebut. Nilai kuat medan dimana stimulasi rambut mulai terasakan sangat bervariasi untuk setiap orang. Nilai medan listrik yang mulai terasa pada bulu tangan 7 kV/m, rambut 23 kV/m, stimulasi ini tidak menyebabkan efek gangguan kesehatan tubuh.

Riset laboratorium tentang pengaruh medan listrik dilakukan oleh Hauf dan kawan-kawan. Pada penelitian tersebut disimpulkan exposure medan listrik yang berkekuatan sampai 20 kV/m tidak menimbulkan efek patologis pada organ-organ tubuh, demikian juga tidak diketemukan adanya stress symptom electrolyte effects, maupun kelainan-kelainan pada keseimbangan enzim tubuh.

Apakah tegangan imbas dari Saluran tegangan Tinggi 500 kV berbahaya ?

high-voltage-electric-tower-3bbb

Image from FreeFoto.com

Diberitakan bahwa akibat imbas tegangan tinggi, orang merasa mual, sakit kepala, sakit telinga, vibrasi. Selain itu Test-pen dan tube-lamp ( TL ) bisa menyala kalau dipegang dan salah satu ujungnya ditempelkan ketembok rumah.

WHO menetapkan batas toleransi medan magnit listrik adalah 10 kV/m, ini berarti tegangan antara 2 titik bebas berjarak 1 meter pada region imbas adalah 10 kV = 10.000 Volt. Menurut data ilmu kedokteran forensik, kulit telapak tangan yang kering mempunyai resistensi +/- 1.000.000 ohm. Maka arus imbas yang bisa mengalir melalui telapak tangan yaitu 10.000/1.000.000 A = 0,01 A = 10 mA ( sepuluh milliampere ). Arus 10 mA ( sepuluh milliampere ) hanya mengakibatkan kontraksi otot atau kram sehingga aman bagi jiwa manusia.

Data ukur medan listrik di bawah Saluran Tegangan Tinggi 500 kV menunjukkan 0,25 kV/m. Bahaya akan timbul kalau tubuh manusia dalam keadaan basah atau ” grounded ” yang dapat mempunyai tahanan badan hanya 300 ohm. Arus imbas yang mengalir yaitu 250/350 A = 0,833 A = 833 mA.

Akibat listrik / arus lewat rongga dada, 50 sampai beberapa ratus milliampere pada lama kontak diatas satu siklus jantung berakibat denyut nadi tidak ada, pingsan, ancaman kematian dll. Dengan demikian tegangan imbas 0,25 kV/m atau 250 V/m bagi badan manusia dalam keadaan basah atau ‘ grounded ‘ ada bahayanya !

tegangan imbas dalam rumah dapat dihilangkan dengan sistem arde. Walaupun arde dipasang pada rumah-rumah, namun medan magnit listrik masih akan terdapat diluar rumah, yaitu di halaman, dibawah pohon, di jalan, di lapangan bola, di pasar, di kolam, di sawah, dan lain-lain.

Risiko Kesehatan Penggunaan Ponsel

hp-gsm-cdma-1bc2Riset baru tentang risiko kesehtan penggunaan Ponsel (Telepon Seluler) cukup membuat lega pemakai dan calon pemakai Ponsel. Pada waktu lalu ilmuwan dari Inggris dan AS masih meragukan keamanan pemakaian Ponsel dari Risiko bahaya panas gelombang elektromagnetik ke jaringan otak manusia. Kini riset dan studi ilmiah dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura memberikan bukti baru tentang pemakian Mobile Phone (Telepon bergerak) yang hanya menaikkan temperatur panas sangat sedikit ke-kepala manusia, atau sangat sedikit bila dibandingkan jumlah panas yang didapatkan saat kita ber-jalan2 dalam cuaca panas atau terik.

Dua periset itu Lu Yilong & Low Joo Keon mengatakan tiap kepala pemakai HP (Hand Phone) menerima temperatur panas kurang dari 0,15 derajat Celcius, dan menganggap peralatan HP umumnya aman digunakan, karena standard risiko kesehatan akibat gelombang elektromagnetik adalah diatas temperatur 0,25 derajat Celcius. Penelitian efek HP bagi otak manusia menemukan bukti lain, yaitu sebagian besar gelombang elektromagnetik dari telepon bergerak hanya didapatkan pada Antena. Demi perlindungan kesehatan dan keamanan, hasil riset sekaligus menganjurkan supaya Pemakai HP menghindari sentuhan antena ke telinga atau sekujur kepala pada saat melakukan dan menerima hubungan telepon.

Tambahan :

Untuk Ponsel AMPS:

Keunggulan sistem AMPS : Dengan daya yang rendah hanya 0,6 watt, maka aman untuk kesehatan. Daya yang rendah 0,6 watt ini tidak mengurangi performance dari kemampuan handset ataupun kemampuan sistem itu sendiri (Reference : Brochure Komselindo).

Pengoperasian telepon seluler yang menggunakan teknologi AMPS tidak mengganggu peralatan elektronik, seperti TV, Radio, Alarm dll. (Reference: Brochure Komselindo).

Untuk Ponsel GSM:

Posel Digital GSM dapat mengganggu fungsi beberapa jenis peralatan elektronik (TV, Radio,PC), karen akan terjadi interferensi. Selama menggunakan Ponsel GSM jangan sekali2 menyentuh antena-nya. Matikan Ponsel GSM bila berada didalam Pesawat Terbang & berada ditempat pengisian bahan bakar. (Reference : Brochure Kartu Halo GSM)

Sangat berbahaya pemakaian Ponsel GSM didekat orang2 yang menggunakan alat bantu elektronik seperti: Hearing Aids, Pacemaker. Ponsel GSM mengandung

magnit, jangan diletakkan didekat alat2 penyimpan data elektronik seperti Diskette Computer, Credit Card. (Reference : Brochure Kartu Halo GSM).

Februari 28, 2009 at 12:44 am Tinggalkan komentar

Benarkah Jus Semangka punya efek seperti viagra ?

watermelon-semangka-3bb

”Semangka Viagra Alami”

Artikel dikutip dari Kompas.com, Kamis, 3 Juli 2008 | 19:58 WIB

Artikel yang sejenis di majalah Media Kawasan, Puri & sekitarnya,

edisi Februari 2009, halaman 18-19: ”Efek Viagra dalam semangka”

”Sepotong buah semangka dingin nan segar memang menggiurkan untuk dijadikan kudapan sehat. Tapi siapa sangka, buah bulat berkadar air tinggi ini ternyata memiliki khasiat luar biasa yang nyaris serupa dengan obat kejantanan Viagra.

Peneliti dari Texas Amerika Serikat seperti dilansir AP, Kamis (3/7),  melaporkan bahwa semangka mengandung sejenis zat bernama citrulline.  Zat ini mampu merangsang produksi senyawa kimia yang membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks seperti halnya yang terjadi saat pria meminum Viagra.

Ditemukan dalam daging dan kulit semangka, citrulline akan bereaksi dengan enzim tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak. Zat ini lalu berubah menjadi arginine, sejenis asam amino yang berkhasiat bagi jantung dan sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh.

“Arginine memicu produksi nitrat oksida, yang membuat pembuluh darah menjadi rileks,  efek dasar yang dimiliki Viagra, untuk mengatasi disfungsi ereksi atau mungkin mencegahnya,” ungkap Bhimu Patil, peneliti dan direktur Texas A&M’s Fruit and Vegetable Improvement Center.

“Semangka mungkin tidak untuk organ tertentu seperti halnya Viagra, tetapi ini cara yang bagus untuk membuat pembuluh darah rileks tanpa ada efek samping obat,” tegas Patil.

Menurut riset, citrulline lebih banyak ditemukan pada kulit semangka yakni sekitar 60 persen ketimbang dalam dagingnya. Tetapi, persentasenya juga bisa bervariasi. Citrulline juga dapat ditemukan pada semua warna semangka dan yang paling tinggi kandungannya adalah jenis semangka kuning.

Walaupun temuan ini cukup fenomenal,  Todd Wehner, peneliti semangka di North Carolina State University, berpendapat bahwa siapapun yang biasa mengomsumsi Viagra sebaiknya tidak berharap akan mendapat faedah sama dari semangka.

“Sepertinya semangka dapat memberikan efek yang menarik, tetapi ini bukan sebagai pengganti terapi obat ” tegas Wehner.

Sedangkan Penelope Perkins-Veazie, peneliti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Lane, Oklahoma, berpendapat, riset yang dilakukan Patil memang valid tetapi dengan satu catatan penting. Menurutnya, untuk mendapatkan citrulline yang mampu merangsang kadar arginine dalam tubuh, seseorang harus memakan setidaknya enam gelas (sekitar 1,4 liter) semangka.

“Masalahnyam ketika makan terlalu banyak semangka, Anda cenderung ingin sering ke kamar kecil,” tambah Perkins-Veazie.

watermelon-sliced-1ccccSemangka memang bersifat diuretik atau menambah kecepatan pembentukan urin.  Problem lainnya, kata Perkins-Veazie, adalah kandungan gula yang begitu besar yang bakal meluber ke dalam pembuluh darah sehingga dikhawatirkan  menyebabkan keram.

Menurut Patil, yang penelitiannya dibiayai USDA,  nitrat oksida juga dapat membantu pasien penderita angina, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Patil dan timnya berencara melanjutkan penelitian untuk mencari mekanisme mengurangi kandungan gula dalam semangka”.

Dikatakan Semangka mengadug 2 zat yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu Lycopen dan Citrulline. Senyawa apakah Lycopene & Citrulline itu ?, dan bagaimana efeknya didalam tubuh kalau dikonsumsi ?

Lycopene

lycopene-1bb

Lycopene merupakan zat warna golongan carotenoids, merupakan acyclic-isomer dari β-Carotene, yaitu zat warna merah alami pada wortel (Daucus carota), buah sawit (Elaeis guineensis), namun tidak mepunyai khasiat Vitain A, sangat aktif dan sangat efektif sebagai anti-oksidan, dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Lycopene larut dalam minyak, disintesa oleh tumbuh-tumbuhan, dan mikro-organisme, tidak disitesa oleh tubuh manusia dan tubuh binatang, umumnya terdapat didalam plasma darah dan jaringan tubuh dalam konsentrasi yang lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa golongan Carotenoid lainnya, karena sifatnya yang larut dalam minyak terkonsentrasi di fraksi ”low-density” dan ”very-low-desity” lipoprotein didalam serum, juga terkonsetrasi di organ ginjal, hati, testes, dan prostat.

Lycopene adalah senyawa Anti-Oksidan yang asli terdapat didalam alam, yaitu didalam sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna jingga hingga merah, Lycopene yang membuat warna merah pada Semangka (Citrullus lanatus) dan Tomat (Solanum lycopersicum), merupakan senyawa anti-oksidan yang kuat yang menetralkan radikal-radikal bebas didalam sel-sel tubuh yang dapat meyebabkan sakit dan menyebabkan terjadinya proses penuaan, disamping itu Lycopene bisa mengurangi aktivitas sel kista hingga 90 persen, bisa mengurangi bekas luka setelah operasi, mengurangi aktivitas tumor jinak di dalam tubuh, dan mengurangi keriput kulit.

Dari fungsi Lycopene didalam tubuh manusia yang terutama sebagai anti-oksidan, maka adaya kandungan Lycopene dalam buah semangka tidak ada hubungan dengan adanya efek viagra.


citrulline-2bbb

Citrulline

Buah semangka kaya akan kandungan Citrulline, suatu jenis asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,  didalam tubuh Citrulline dirubah menjadi asam amino lain yaitu arginine, yang berfungsi penting dalam pembelahan sel-sel tubuh (peremajaan sel-sel-tubuh), berfungsi untuk peyembuhan luka-luka, berfungsi mengeliminir / mengeluarkan ammonia dari dalam tubuh.

Asam Amino Arginine merupakan bagian dari struktur protein tubuh, berperanan sebagai precursor sintesa Nitric Oxide (NO), Nitric Oxide sendiri adalah Neuro-transmitter yang mengaktifkan Enzym Guanylate-cyclase untuk menstimulir / merangsang perubahan Guanyl-Tri- Phosphate menjadi Cyclic-Guanosie-Mono-Phosphate (cGMP) yang efek akhirnya berupa relaksasi sel-sel-otot dinding pembuluh darah, terjadi vasodilatasi / pelebaran pebuluh darah, sehingga darah banyak mengalir ke Corpus Carvernosum, dan terjadilah ereksi (lihat gambar dibawah).

citrulline-sildenafil-action-1bb

Bagaimana dengan Sildenafil (Viagra) sendiri ?

Cyclic-Guanosine-Mono-Phosphate yang menyebabkan vasodilatasi akan dirubah oleh Enzym Phospho-Di-Esterase (PDE) menjadi 5-Guanyl-Mono-Phosphate (5-GPM), sehingga efek vasodilatasi berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali.

Kerja Sildenafil adalah menghabat kerja Enzim Phospho-Di-Esterase (PDE), sehigga menghambat perubahan Cyclic-Guanosine-Mono-Phosphate (vasodilator) menjadi 5-Guanyl-Mono-Phosphate (non vasodilator), akibatnya vasodilatasi dipertahakan lebih lama.

viagra-1b2

Sildenafil / Viagra

Pengaruh Citrulline dan Viagra sama-sama mengakibatkan vasodilatasi pebuluh darah namun degan cara yang berbeda, sehingga tidak mudah untuk mencari equivalensinya. Pemakaian Viagra ada dosisnya yang jelas, waktu pemakaian ada persyaratanya, untuk bisa meperoleh khasiat yang diharapkan, sedangkan berapa dosis Citrulline yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan efek yang equivalen dengan Viagra ….. mg, berapa banyak (cc / liter)  Jus Semangka yang equivalent dibutuhkan, mengingat sangat bervariasinya kadar Citrulline dalam daging buah dan kulit Semangka dari berbagai jenis buah Semangka, jelas hal ini tidak akan mudah untuk menghitungnya.

Kadar Citrulline dalam daging buah & kulit Semangka:

Kadar Citrulline dalam buah Semangka berkisar antara 3,9 mg – 28,5 mg per gram berat kering buah Semangka (dwt).

Perinciannya:

Semangka berbiji :16,6 mg / g dwt.

Semangka tanpa biji : 20,3 mg / g dwt.

Semangka merah : 7,4 mg / g dwt.

Semangka kuning : 28,5 mg / g dwt.

Semangka orange : 14,2 mg / g dwt.

Kulit Semangka : 24,7 mg / g dwt  dibanding daging Semangka : 16,7 mg / g dwt.

Kulit Semangka : 1,3 mg / g fwt.  dibanding daging Semangka : 1,9 mg / g fwt. (fwt= fresh weight)

Februari 27, 2009 at 8:20 am Tinggalkan komentar

Bagaimana cara mengetahui keamanan bahan pewarna makanan yang kita gunakan

Bahan Pewarna Makanan, Obat,

Kosmetika, dan Alat Kesehatan

color-list-1b1

Bahan pewarna makanan, obat-obat-an, kosmetika, dan alat-alat kesehatan dapat berupa dyes, atau pigmen, atau bentuk senyawa lain yang dapat memberi warna ketika ditambahkan pada produk makanan, obat, kosmetika, dan alat kesehatan.
FDA membedakan bahan pewarna kedalam 2 golongan :

  1. Golongan bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi
  2. Golongan bahan pewarna yang dikecualikan dari sertifikasi (tidak memerlukan sertifikasi / dibebaskan dari sertifikasi).


(
1). Bahan pewarna yang memerlukan sertifikasi :
Pewarna sintetik : Bahan pewarna ini tidak terdapat di alam melainkan diproduksi secara sintetik, melalui reaksi kimia,. di Amerika Serikat, bahan pewarna golongan ini harus diuji untuk kemurniannya dan diberi sertifikat setiap batchnya, sebelum diijinkan dijual ke pasar. FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat) menganalisa setiap batch, karena setiap batch meskipun dari pabrik yang sama akan dijumpai sedikit perbedaan dengan batch yang sebelumnya, hal ini disebabkan oleh reaksi kompleks dari senyawa kimia organik yang terjadi selama proses produksinya yang dapat menghasilkan produk-produk dengan komposisi yang sedikit berbeda-beda.

Produsen bahan pewarna mengirimkan contoh dari batch yang akan dimintakan sertifikasi, FDA menganalisa contoh tersebut untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan dari segi komposisi dan kemurniannya. Jika memenuhi persyaratan, maka FDA akan megeluarkan sertifikat dengan kode nomornya, dan diberikan nama baru sesuai dengan penggunaan bahan tambahan pewarna tersebut seperti : FD&C, DC, DC untuk pemakaian luar, penggunaan pewarna bersertikat FDA harus sesuai dengan ijin penggunaan yang tertulis dalam sertifikatnya.
Bahan pewarna yang tidak bersertifikat dapat diartikan

i. belum mengajukan sertifikasi, atau

ii. pengajuan sertifikasinya belum disetujui, atau

iii. permohonan sertifikasinya ditolak oleh FDA.

Contoh :

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Tartrazine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Yellow 5, Lot No

Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Allura Red AC

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Red 40, Lot No
Pewarna tidak bersertifikat : dengan nama perdagangan : Indigotine

Pewarna yang bersertifikat : dengan nama perdagangan : FD & C Blue No.2, Lot No

  • Bahan pewarna yang bersertifikat FD & C yang boleh digunakan untuk produk makanan : FD & C Yellow No.5, FD & C Red 40, FD & C Blue No.2
  • Bahan pewarna yang tidak bersertifat FD & C tidak boleh digunakan dalam produk makanan : Tartrazine, Allura Red AC, Indigotine.


Federal Food, Drug & Cosmetic (FD & C) Act of 1938 mengatur bahwa sertifikasi bahan pewarna menjadi wajib bagi produsennya, dan wewenang pengujiannya dialihkan dari USDA ke FDA. Untuk menghindari kebingungan dalam pemakaian bahan pewarna untuk makanan dengan bahan pewarna untuk penggunaan lain, FDA menetapkan tiga kategori sertifikasi bahan pewarna.

1. FD & C : Untuk Makanan, Obat dan Kosmetika

2. D & C : Obat-obatan dan Kosmetika

3. External D & C : Obat-obatan dan Kosmetika untuk pemakaian luar.


Pada setiap Sertifikat bahan pewarna diberikan nama khusus yang terdiri dari awalan, seperti FD & C, D & C, atau Ext.
D & C, nama warna, dan angka atau nomor. Kadang-kadang nama dari bahan pewarna disingkat dengan hanya terdiri dari nama warna dan angka atau nomor, seperti Yellow 6 sebagai ganti FD & C Yellow No.6


Pada tahun 1960, dikeluarkan amandemen peraturan FD & C, menetapkan bahan pewarna dalam daftar “provisional” yang memerlukan pengujian lebih lanjut menggunakan prosedur yang mutakhit. Salah satu bagian amandemen dikenal sebagai ”Delaney Clause” yang melarang menambahkan pada makanan bahan pewarna yang menunjukkan indikasi dapat menimbulkan kanker pada hewan atau manusia tanpa memperdulikan berapa besar dosis pemakaiannya. Dalam amandemen itu, golongan bahan pewarna yang ”dikecualikan dari sertifikasi” (exempt from certification) – lihat No.2, juga harus memenuhi standar keselamatan yang ketat sebelum bahan pewarna golongan itu diizinkan untuk digunakan dalam makanan.
Menurut Nutrition Labeling & Education Act tahun 1990, bahan pewarna bersertifikat yang digunakan dalam makanan harus dicantumkan dalam penandaan (label) dengan menggunakan nama yang umum digunakan, ketentuan ini berlaku sejak 1 Juli 1991.


(
2). Bahan tambahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi:
Bahan pewarna yang masuk golongan ini sebagian besar diperoleh dari tanaman, hewan, atau sumber-sumber mineral. Tidak diwajibkan sertifikasi, namun tetap harus mematuhi persyaratan-persyaratan yang berlaku.

Ada dua jenis bahan pewarna golongan ini :

  1. Bahan pewarna alami (Natural color), istilah bahan pewarna alami tidak dikenal oleh FDA. Diserahkan pada produsen bahan pewarna itu sendiri untuk menentukan bahwa bahan pewarna produksinya adalah bahan pewarna alami.
  2. Bahan pewarna identik alami (Natural identical color) : bahan pewarna ini juga diproduksi melalui sintesis kimia, tetapi tidak diwajibkan sertifikasi oleh FDA, dianggap bahan pewarna golongan ini tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna asli yang diperoleh dari alam, baik perbedaan secara kimia maupun perbedaan fungsi pemakaiannya. Sebagai contoh: bahan pewarna Beta-carotene yang dibuat secara sintetik dari acetone tidak dapat dibedakan dengan bahan pewarna Beta-carotene yang diperoleh dari alam, misalnya dari wortel.

Contoh-contoh bahan pewarna dikecualikan dari sertifikasi :
Annatto ekstrak, B-APO-8′-carotenal *, Beta-carotene, bit bedak, Canthaxanthin, Carmel warna, Carrot oil, Cochineal extract (merah); Cottonseed tepung, toasted sebagian dihilangkan lemak, dimasak; Ferrous gluconate *, juice buah-buahan, warna grape extract *,
Grape ekstrak kulit * (enocianina), Paprika, Paprika oleoresin, Riboflavin, Saffron, Titanium dioksida *, Turmeric, Turmeric oleoresin, jus sayur
* Bahan pewarna makanan dengan tanda ” * ” tersebut diatas dibatasi hanya untuk penggunaan yang spesifik.


Sejauh mana keaman penggunaan bahan pewarna makanan tersebut ?
Tidak ada satupun penggunaan bahan pewarna makanan yang mutlak aman ! bahan pewarna makanan aman penggunaannya jika digunakan secara benar. FDA mengatur pemakaian bahan pewarna yang digunakan di Amerika Serikat. Mencakup penggunaannya dalam makanan (dan suplemen makanan), obat-obatan, kosmetik, dan alat-alat medis. Bahan pewarna ini (kecuali bahan pewarna rambut dari minyak bumi) hanya boleh digunakan sesuai dengan jenis penggunaan yang telah disetujui, termasuk spesifikasinya serta batasan-batasan penggunaannya. Informasi cara penggunaan pada bahan pewarna yang bersertifat ialah untuk menjamin bahwa bahan pewarna dari batch yang telah mendapatkan sertifikat tersebut benar telah digunakan sesuai dengan syarat-syarat penggunaannya yang tertulis dalam batch sertifikat yang dikeluarkan.


Dalam proses sertifikasi, FDA mengevaluasi data keamanan pemakaiannya untuk memastikan bahwa bahan pewarna yang dimaksud benar aman pemakaiannya sesuai dengan persetujuan yang dikeluarkan. Warna tambahan yang ditemukan menyebabkan kanker pada hewan atau manusia oleh FDA tidak boleh digunakan dalam produk-produk yang dipasarkan di Amerika Serikat.
Persetujuan bahan pewarna untuk pemakaian tertentu tidak berarti diperbolehkan untuk tujuan pemakaian yang lain-lain-nya, misalnya, bahan pewarna yang telah

disetujui untuk injeksi tidak diperbolehkan untuk penggunaan pada tatoo, bahan pewarna yang disetujui untuk digunakan pada rambut tidak diperbolehkan digunakan pada kulit, dan sebagainya.

FDA menjamin keamanan bahan pewarna yang digunakan dalam makanan, obat, kosmetik, alat-alat medis, yang dijual di Amerika Serikat.

FDA mewajibkan batch sertifikasi untuk semua bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 74

21 CFR bagian 82.

FDA mengecualikan kewajiban batch sertifikasi untuk bahan pewarna yang tercantum dalam :

21 CFR bagian 73


Reaksi terhadap penggunaan bahan pewarna meskipun jarang, namun mungkin terjadi, seperti peristiwa yang terjadi pada bahan pewarna FD & C Yellow No 5 yang menyebabkan gatal-gatal pada beberapa pemakai. FD & C Yellow No.5 banyak ditemukan dalam minuman, obat-obat-an, kosmetika, FDA mensyaratkan semua produk yang memakai FD & C Yellow No 5 harus ditulis pada labelnya sehingga konsumen yang sensitif terhadap FD & C Yellow No.5 dapat menghindarinya. Pada label obat, bahan pewarna ini juga ditulis dengan nama, “Tartrazine”. FDA setiap tahunnya men-sertifikasi lebih dari 2 juta pound Tartrazine (FD & C Yellow No.5). FDA dapat mengambil tindakan terhadap perusahaan jika ada pelanggaran, seperti penarikan kembali produk, FDA akan mengeluarkan surat peringatan, surat penahanan.


Hanya ada 9 bahan pewarna bersertifikat yang disetujui untuk digunakan dalam produk makanan di AS
, yaitu:
1 FD & C Blue No.1. … … …. (Brilliant Blue FCF) … … … … digunakan pada: minuman, produk susu bubuk, jellies, confections, icings, syrups, ekstrak
2 FD & C Blue No.2. … … …. (Indigo Carmine / Indigotine) .. gunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, confections, cherries
3 FD & C Green No.3. … … …( Fast Green FCF) … … … …. digunakan pada: minuman, puddings, es krim, cherries, confections, produk susu.
4 FD & C Red No.3. … … … ..(Erythrosine) … … … … … ….. digunakan pada: cherries cooktail dan buah-buahan, untuk salads, confections.
5 FD & C Red No.40. … … … (Red Allura AC) … … … … ….digunakan pada: gelatins, puddings, produk susu, confections, minuman.
6 FD & C Yellow No.5 … … .. (Tartrazine) … … … … … … …digunakan pada: minuman, es krim, confections, preserves, sereal
7 FD & C Yellow No.6 … … .. (Senja Kuning FCF) … … … ..digunakan pada: sereal, makanan snack, es krim, minuman, dessert powders, confections
8 Orange B … … … … … … … … … … … … … … … … … … ….warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.
9 Citrus Red No.2 … … … … … … … … … … … … … … … … ..warna makanan tambahan ini dibatasi untuk menggunakan spesifik.


Apa bahan pewarna makanan menyebabkan hyperactivity pada anak-anak ?

Pemikiran dan dugaan ini mulai populer di tahun 1970-an, namun belum ada bukti yang menyatakan bahwa bahan pewarna dapat menyebabkan hiper-sensifitas (hypersensitivity) atau ketidak-mampuan belajar pada anak-anak. Pada tahun 1982, ”Concensud Development Panel of the National Institute of Health” memberikan kesimpulan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bahan pewarna makanan atau bahan tambahan makanan lainnya dapat menyebabkan hyperactivity.

Dua macam bentuk senyawa bahan pewarna :

  1. Dyes : Bahan pewarna bersifat larut dalam air, bahan pelarutnya selain air adalah gliserin, propylene-glycol dan alkohol. Dyes tidak larut dalam pelarut organik. Dyes terdapat dalam bentuk cairan, serbuk, granula, pasta dan dispersi, penggunaannya rata-rata 300 ppm – 600 ppm.
  2. Lakes : Bahan pewarna ini dibuat melalui proses pengendapan dan absorbsi dyes (lihat No.1) pada radikal Aluminium atau Kalsium yang dilapisi dengan alumina atau aluminium hidrat. Lapisan alumina ini tidak larut dalam air, sehingga Lakes tidak larut pada hampir semua pelarut.

Bahaya pemakaian bahan pewarna sintetik bukan makanan untuk produk makanan :

Pada proses pembuatan bahan pewarna sintetik, umumnya melalui reaksi kimia yang menggunakan asam sulfat atau asam nitrat. Asam sulfat dan Asam nitrat sering tercemar logam-logam berat, seperti Plumbum (Pb) dan Arsenikum (As) yang bersifat racun. Untuk bahan pewarna yang dianggap aman dipakai kandungan logam Arsenikumnya tidak boleh lebih besar dari 0,0004 %, sedang kandungan logam Plumbumnya tidak boleh lebih dari 0,0001%.

Pada pembuata bahan pewarna organik, umumnya melalui produk-produk antara, atau bisa terbentuk senyawa baru lain yang berbahaya, senyawa-senyawa baru dan produk-produk antara itu dapat tertinggal dalam produk akhir pembuatan bahan pewarna tersebut.

Cemaran bahan-bahan ini yang menyebabkan bahan pewarna sintetik tidak bersertifikat atau bahan pewarna sintetik bukan makanan dipakai untuk produk-produk makanan.

Contoh : antara lain.

  1. pemakaian bahan pewarna tekstil Methanil Yellow dalam pembuatan tahu, atau pembuatan manisan mangga.
  2. pemakaian bahan pewarna dilarang Rhodamin B dalam jajanan es campur.
  3. Pemakaian bahan pewarna tak bersertifikat Tartrazine untuk porduk sirup, limun.


Referensi : FDA

Februari 14, 2009 at 8:04 am Tinggalkan komentar

Ancaman kesehatan, Infeksi Nosokomial !

Ancaman kesehatan, Infeksi Nosokomial

hospital-equipmant-m1

Waspadai ! Rumah Sakit-pun bisa bikin sakit !

RUMAH SAKIT sebagai tempat perawatan dan penyembuhan pasien ternyata rentan terjadinya infeksi penyakit. Infeksi di rumah sakit dinamakan Infeksi Nosokomial, disebut juga sebagai ”Health-care Associated Infections”atau ”Hospital-Acquired Infections (HAIs)”, infeksi nosokomial ini merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak lagsung kematian pasien, kalaupun tak berakibat kematian,  infeksi yang bisa terjadi melalui penularan antar pasien, bisa terjadi dari pasien ke pengunjung atau petugas rumah sakit dan dari petugas rumah sakit ke pasien, hal ini mengakibatkan pasien dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit lebih banyak.

Dari dulu sampai sekarang, rumah sakit selain sebagai tempat berobat untuk peyakit yang diklasifikasikan berat, rumah sakit juga menjadi tempat bersarangnya bibit penyakit, bibit penyakit di rumah sakit bukan jenis bibit penyakit biasa, melainkan bibit penyakit yang sudah resisten terhadap antiiotika, jenis kuman resisten seperti ini yang bercokol di pelosok ruangan rumah sakit, bisa saja melekat di alat-alat pemeriksaan medis, alat-alat bantu medis, alat-alat bedah, serta perlengkapan rumah sakit lainnya yang mungkin lolos dari prosedur sanitasi dan sterilisasi.

Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien.


HAI’s atau infeksi nosokomial adalah peyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri) dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit. HAIs biasanya berkaitan dengan prosedur pemeriksaan atau prosedur diagnosa penyakit pasien yang dilakukan dirumah sakit. disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit, mikroorganisme ini sudah ada di tubuh pasien sebelum masuk rumah sakit atau dapat berasal dari lingkungan rumah sakit itu sendiri, misalnya dari peralatan rumah sakit, pekerja rumah sakit, pasien lain, rumah sakit dengan kualitas lingkungan udaranya buruk (bad indoor air quality), dapat menyebabkan infeksi misalnya pada luka bekas operasi pembedahan.

Penyebab utamanya HAI’s adalah :

  1. Rumah sakit dengan jumlah pasien yang banyak, yang kondisi umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  2. Peningkatan sistem pengobatan rawat jalan yang mengakibatkan kebanyakan orang yang berada di rumah sakit rata-ratadalam keadaan sakit.
  3. Staf medis / perawat pasien harus sering berpindah dari pasien satu ke pasien lainnya, memberikan peluang penyebaranmikroorganisme penyebab infeksi.
  4. Banyak prosedur medis yang membuat luka terbuka di tubuh yang merupakan basis pertahanan tubuh terhadap infeksi.
  5. Prosedur sanitasi pakaian seragam rumah sakit, pencucian alat-alat medis, prosedur sterilisasi, dan tindakan-tindakanpencegahan lainnya tidak dijalankan dengan sebenarnya oleh staf medis rumah sakit (tidak ketat mengikuti stadardoperasi kebersihan yang baik).
  6. Pasien yang sering diberi terapi antibiotika atau terapi anti-mikroba yang berlebihan menyebabkan mikroorganismepenyebab infeksi menjadi kebal terhadap obat.

Penyebab infeksi akibat suatu tindakan medis di rumah sakit :

hospital-equipment-2m

  • Tindakan medis operasi / pembedahan.
  • Kateter yang dimasukkan kedalam saluran kecing,
  • Kateter yang dimasukkan kedalam hidung,
  • Kateter yang dimasukkan kedalam pembuluh darah,
  • Kateter yag diasukan melalui mulut ke dalam perut,
  • Penanganan perawatan paska operasi yang buruk.

Jenis HAI’s yang paling umum adalah :


1.Infeksi saluran kencing.

2. Batuk pneumonia disebabkan oleh ventilasi tenggorokan.
3. Infeksi pada luka pasca pembedahan.
4. Transfusi darah.

5. Pemberian infus

6. Prosedur perawatan gastrointestinal.
7. Persalinan dan perawatannya
8. Kemoterapi, dialysis ginjal

Gejala-gejala HAI’s (Infeksi Nosokomial) :
• demam
• bernapas cepat,
• kebingungan mental,
• tekanan darah rendah,
• dikurangi urine output, Pasien dengan urinary tract infection Mei ada rasa sakit ketika kencing dan darah dalam air seni
• tinggi sel darah putih dihitung.
• radang paru-paru mungkin termasuk kesulitan bernapas dan ketidakmampuan untuk batuk.
• infeksi diterjemahkan: pembengkakan, kemerahan, dan kesakitan pada kulit atau luka di sekitar bedah atau luka,

Pencegahan Infeksi Nosokomial (HAI’s) :
• Memelihara kualitas udara dalam ruangan rumah sakit yang bagus dan bersih (good indoor air quality).
• Sanitasi permukaan lantai, dinding, dan lain-lain bagian rumah sakit menggunakan teknologi NAV-CO2 (Non flammable Alkohol Vapor in Carbon dioxide).
• Prosedur pembersihan tangan, dan penggunaan alkohol oleh semua petugas kesehatan rumah sakit, pemakaian sarung tangan karet.

• Hati-hati menggunakan obat anti-mikroba, seperti antibiotika, anti jamur, dan anti-virus, untuk menghindari terjadinya resistensi.

Pengobatan infeksi mikroba :
1. Infeksi bakteri (Legionella, Mycobacterium tuberculosis): antibiotika spektrum luas: penicillins, cephalosporins, tetracyclines, erythromycin, vancomycin, imipenem.
2. Infeksi jamur (Candida): amphotericin B, nystatin, ketoconazole, itraconazole, fluconazole,
3. Infeksi virus (rubiola, varicella): acyclovir, ganciclovir, foscarnet, amantadine.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program kampanye pengendalian infeksi di rumah sakit (No Infection Campaign and Education / NICE) di Jakarta, Program kampanye yang akan dilakukan bekerja sama dengan MRK Diagnostics, sebuah perusahaan penyedia peralatan diagnosis, dan The Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ) itu dirancang untuk mengubah perilaku petugas kesehatan di 100 rumah sakit selama Juni 2008-Oktober 2009.

Ingin mengetahui lebih luas masalah Infeksi Nosokomial atau Infeksi asal rumah sakit, silahkan baca artikel ini.


References:
1. Nosocomial infeksi Wikipedia
2. HAI’s emedicine

Februari 14, 2009 at 1:13 am 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.